Review Film Di Ambang Kematian (2023) | Bapak Polah Anak Kepradah

“Di Ambang Kematian” adalah film yang diangkat dari utas Twitter viral karya JeroPoint.

Ceritanya sendiri diklaim berdasarkan kisah nyata. Entah benar atau hanya sekedar gimmick pemasaran.

Dan entah kenapa juga, judul film ini justru membuat saya teringat pada “Siksa Neraka” yang bakal tayang tahun depan.

Lantas seperti apakah ceritanya? Layakkah untuk ditonton?

Simak yuk sinopsis beserta review singkat dari film Di Ambang Kematian di bawah ini.

Sekilas Tentang

poster film di ambang kematian

poster film di ambang kematian

Nadia, satu-satunya yang selamat dari nasib tragis keluarganya, bergulat dengan ancaman pengorbanan ayahnya saat dia menghadapi kehidupan yang berada di ujung tanduk.

Tanggal Rilis: 28 September 2023
Durasi: 1 jam 37 menit
Sutradara: Azhar Kinoi Lubis
Produser: Raam Punjabi
Penulis Naskah: Erwanto Alpha Dullah
Produksi: MVP Pictures
Negara: Indonesia
Pemain: Taskya Namya, T. Rifnu Wikana, Wafda Saifan Lubis, Kinaryosih, Giulio Parengkuan, Elly D. Luthan, Faras Fatik, Raya Adena Syah, Andi Bersama

Sinopsis Film / Alur Cerita

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

Ibu Nadia dan Yoga (diperankan oleh Kinaryosih) tewas secara misterius dengan kondisi mengenaskan.

Melihat sikap ayahnya, Suyatno (diperankan oleh T. Rifnu Wikana), pada saat itu, Yoga kecil (diperankan oleh Faras Fatik) curiga ayahnya sengaja membiarkan ibunya meninggal.

Beberapa bulan kemudian, Yoga secara tidak sengaja mengetahui bahwa Suyatno diam-diam melakukan pemujaan terhadap iblis.

Menyimpan rahasia tersebut bertahun-tahun, pada akhirnya Yoga (diperankan oleh Wafda Saifan Lubis) menceritakannya pada Nadia (diperankan oleh Taskya Namya).

cuplikan film di ambang kematian

cuplikan film di ambang kematian

Nadia lantas nekat mengonfrontasi ayahnya.

Belakangan terungkap bahwa awalnya sang iblis menghendaki Yoga kecil yang menjadi tumbal. Tidak ingin itu terjadi, sang ibu mengorbankan dirinya sebagai pengganti.

Tidak mau iblis datang kembali untuk mengambil Yoga, Suyatno terpaksa meneruskan ritual-ritual yang ia lakukan selama ini.

Kendati demikian, tepat 10 tahun setelah kematian sang ibu, Yoga menyusul dibunuh oleh iblis.

Menyadari Nadia bakal jadi korban berikutnya, Suyatno memutuskan untuk benar-benar bertobat dan mencari cara untuk memutuskan perjanjian bersama dengan Nadia.

Berhasilkah mereka melakukannya?

Ulasan / Review Film Di Ambang Kematian

Hal pertama yang langsung layak diberi acungan jempol adalah perkembangan lini masa yang jelas.

Berpuluh-puluh kali saya harus memutar otak hanya untuk sekedar memahami kapan sebuah adegan terjadi di film horor lain.

Kejelasan lini masa ini membuat alur cerita juga menjadi mudah untuk dipahami.

Apalagi memang ceritanya sendiri terbilang tidak berat.

Premis klise pemuja setan yang berhasil diolah dari sudut pandang berbeda.

Rentetan dialognya oke. Walau tidak sempurna. Ada bagian dimana mode Jawa Jakarta ala “KKN di Desa Penari” muncul.

Horor tereksekusi dengan baik. Jump scare sukses. Namun formulanya acap berulang.

Hantunya sih tidak seram. Karena kengerian utama berasal dari adegan sadis yang disajikan. Sayang bagian puncaknya sedikit ditahan dengan menggunakan permainan cahaya. Padahal udah siap-siap begidik nontonnya.

serem gak nih menurut kalian

serem gak nih menurut kalian

Secara pribadi saya suka bagaimana tidak semua karakter auto jadi cenayang dan bisa melihat penampakan. Hanya yang sudah ‘waktunya’ saja yang bisa mengalami teror.

Yang mungkin menimbulkan pertanyaan adalah kenapa porsi teror Nadia tergolong remeh jika dibandingkan Yoga.

Untuk akting tidak ada yang perlu dikomentari. Semuanya di atas standar.

lumayan oke aktingnya

lumayan oke aktingnya

Senang rasanya melihat Teuku Rifnu Wikana mendapat peran yang lebih utama dalam film bergenre horor. Setelah penampilannya di berbagai film horor yang jauh dari kata mengecewakan, he totally deserves that.

Penutup

Premis klise perjanjian dengan iblis yang berhasil diangkat dengan sudut pandang berbeda.

Tidak hanya sekedar menghadirkan kengerian, film ini juga membawa kita untuk bersimpati terhadap tragisnya nasib yang dialami oleh pelaku pemujaan haram tersebut.

Ceritanya saja sudah cukup untuk jadi alasan pergi ke bioskop.

Pada saat artikel ini ditulis, film “Di Ambang Kematian” ini bisa ditonton di bioskop-bioskop jaringan XXI dan CGV.

Catatan: review serta rating bersifat subyektif dan berdasarkan preferensi pribadi

review film di ambang kematian 2023
Review Di Ambang Kematian 2023
  • Story
  • Acting / Characters
  • Horror / Jump Scare
  • Recommended Watching
3.5

Summary

Premis klise yang berhasil diolah menjadi cerita yang menarik. Mengerikan sekaligus tragis dan menyentuh. Akting oke, dialog oke, walau ada bagian yang masih saja mencampurkan bahasa Indonesia dan Jawa secara tidak tepat.

Leave a Reply