Pengalaman Naik Bus Damri Dari Bandara Juanda ke Terminal Bungurasih

Hari Jum’at lalu (22 Februari 2019) kebetulan saya mengantarkan teman saya ke bandara Juanda Surabaya untuk penerbangan menuju Manado dengan menggunakan maskapai Citilink. Karena sedang tidak menggunakan kendaraan pribadi, saya jadi iseng dan penasaran ingin tahu rasanya pulang ke rumah dengan memanfaatkan bus Damri yang tersedia di sana. Sekaligus ingin membandingkan total biaya yang harus saya keluarkan. Apakah bakal lebih murah? Atau sama saja?

Dengan menggunakan taksi bandara (non argo), tarif terakhir yang saya dapatkan untuk menuju ke tempat tinggal saya di daerah Raya Tenggilis adalah Rp 130.000,-. Apabila menggunakan taksi argo, ongkosnya berkisar antara Rp 80.000,- hingga Rp 95.000,-. Keduanya melewati jalur tol dan belum termasuk biaya tol sebesar Rp 8.000,-.

Seperti peraturan di hampir semua bandar udara di seluruh Indonesia, taksi online tidak diperbolehkan mengambil penumpang secara resmi di wilayah bandara dan sekitarnya. Tidak terkecuali di area bandara Juanda. Banyak cerita-cerita seram dari driver ojol yang nekat melakukan hal tersebut dan tercyduk. Jadi iri dengan bandara Soekarno Hatta yang sudah bersahabat dengan Grab.

Nah, salah satu cara untuk memanfaatkan tarif murah dari ojek online adalah dengan terlebih dahulu keluar dari area bandar udara dengan menggunakan bus Damri. Nantinya kita bisa turun di tengah jalan atau sekalian saja turun di terminal Bungurasih a.k.a terminal Purabaya. Baru setelah itu perjalanan disambung dengan menggunakan taksi online.

Jalur itulah yang kemarin saya pilih untuk membandingkan total akhir biaya perjalanan yang harus saya keluarkan.

Bagaimana Cara Naik Bus Damri Dari Bandara Juanda?

Halte bus Damri menuju terminal Bungurasih tersedia baik di Terminal 1 maupun Terminal 2 Juanda. Di Terminal 1, letaknya persis di seberang area kedatangan terminal 1B. Dari pintu keluar, kita tinggal lurus terus saja. Halte dan deretan bus Damri sudah pasti langsung terlihat.

Jika teman-teman keluar dari terminal 1A, silahkan berjalan dulu menuju terminal 1B ya. Sekitar 200-300 meter saja rasanya.

Selain rute Juanda – Purabaya, juga terdapat trayek Juanda – Gresik. Oleh sebab itu, pastikan bus yang kita naiki sesuai dengan tujuan perjalanan kita. Biasanya sudah ada papan tulisannya di bagian depan atau samping. Jika tidak ada, atau untuk lebih memastikan, tanyakan saja pada petugas yang berada di sekitar.

Bagian dalam bus Damri Juanda

Seperti apa bagian dalam busnya? Bisa dilihat sendiri di foto di atas ya. Menurut saya pribadi sih sedang-sedang saja. Tidak terlalu sempit, tapi juga tidak terlalu luas. Yang pasti tersedia tempat yang cukup untuk meletakkan barang-barang bawaan. Sehingga tidak mengganggu kenyamanan saat berada di dalam.

Berapa Tarif Bus Damri Bandara Juanda?

Dari informasi di internet yang saya dapatkan, tarif rute Juanda – Bungurasih adalah Rp 30.000,-. Entah ada perubahan harga atau apa, kemarin penumpang hanya diminta untuk membayar Rp 25.000,- saja. Pembelian tiket ini dilakukan di atas bus ya, sesaat sebelum bus akan berangkat. Jadi, kita cukup masuk ke dalam, duduk manis, dan tunggu hingga ada petugas yang naik untuk menagih pembayaran tiket.

Penampakan tiket bus damri

Untuk biaya trayek sebaliknya, yaitu dari terminal Bungurasih menuju bandara Juanda, katanya berbandrol lebih murah. Saya belum pernah mencobanya, jadi tidak bisa mengkonfirmasi hal tersebut. Mungkin ada teman-teman yang bisa memberi informasi?

Kapan Jam Operasional Bus Damri Juanda?

Untuk rute Juanda – Terminal Purabaya / Bungurasih PP, jam operasionalnya adalah mulai pukul 07.00 pagi hingga 21.00 malam WIB. Waktu tempuhnya adalah ± 40 menit. Sedang untuk rute Juanda – Gresik PP, jam operasionalnya adalah mulai pukul 06.00 pagi hingga 18.00 sore WIB. Waktu tempuhnya ± 1 jam.

Di kedua trayek tersebut, bus akan berangkat setiap 1 jam sekali. Pengalaman saya kemarin, petugas tiket masuk tepat pada pukul 13.00. Bus berangkat segera setelah proses pelunasan tiket usai. Lalu lintas saat itu cukup lancar. Saya tiba di terminal Purabaya sekitar pukul 13.50.


Dari terminal saya harus berjalan kaki beberapa ratus meter terlebih dahulu menuju halte Gudang Garam, tempat mangkal ojek online sekaligus titik pick up taksi online yang legal. Dengan menggunakan Go-Jek (motor), biaya menuju rumah saya adalah Rp 14.000,-. Dengan demikian, total ongkos yang harus saya keluarkan untuk pulang adalah Rp 25.000,- + Rp 14.000,- = Rp 39.000,- saja. Jauh lebih hemat ketimbang naik taksi argo. Apalagi jika dibandingkan dengan naik taksi bandara.

Oh ya, sedikit tips, kita juga bisa meminta agar diturunkan di dekat halte Gudang Garam. Memang tidak persis di TKP, melainkan di Indomaret (atau Alfamart ya?) berjarak sekitar 100 meter sebelum halte. Tapi setidaknya tidak perlu berjalan kaki lagi untuk keluar dari area terminal.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya teman-teman 🙂

3 Comments - Add Comment

  1. Avatar
  2. Avatar
    • Cosa Aranda

Reply