Main Kucing di Cats Attic Cat Cafe, Myeongdong, Seoul

Tidak jelas nama asli dari cat cafe yang satu ini. Ada yang menyebutnya Cat Attic, ada pula yang menyatakan sebagai Cats Attic. Yang jelas nama aslinya dalam bahasa Korea adalah Godabang Cat Cafe (고양이다락방 명동점). Lokasinya di Myeongdong, area belanja dan street food di kota Seoul, Korea Selatan, yang cukup tersohor di kalangan turis. Dan berhubung saat berlibur di negeri gingseng 2 minggu lalu saya juga menginap di area Myeongdong, rugi banget rasanya kalau tidak meluangkan waktu untuk sowan ke puluhan kucing-kucing imut yang ada di kafe ini. Seperti apa pengalaman saya?

Apa Itu Cat Cafe?

Cat Cafe atau kafe kucing jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah kafe yang mengusung tema kucing. Namun tidak semata dalam bentuk interior. Di dalam kafe jenis ini, kita bisa secara langsung ditemani oleh puluhan hewan berkaki empat tersebut. Kita bebas untuk berinteraksi dan bermain bersama kucing-kucing yang imut dan unyu. Tentu saja, pada umumnya kucing yang ada adalah yang jenisnya berkualitas. Gak bakal ada yang model kucing kampung, kucing pasar, apalagi kucing garong, hehehe.

Alih-alih, kita bakalan bertemu dengan kucing jenis Persia, Sphinx, Bengal, Maine Cocoon, Anggora, Himalaya, British Shorthair, Abyssinian, Scottish Fold, dan lain sebagainya. Bukan berarti semua jenis binatang temannya Tom itu pasti ada di dalam cat cafe ya. Masing-masing tentu punya koleksi yang berbeda.

Di beberapa negara, cat cafe menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Saya sendiri pertama kali mendatangi kafe sejenis saat traveling ke Bangkok beberapa tahun lalu. Momen saat itu sangat berkesan. Bukan hanya karena pengalaman pertama, melainkan karena ada satu kucing yang tiba-tiba beol di kursi yang ditempati oleh turis dari Jepang, hehehe.

Bagaimana dengan kita yang berada di Indonesia? Jangan khawatir, saat ini keberadaan kafe bagi pecinta kucing ini sudah mulai menjamur. Terutama di kota-kota besar seperti Jakarta (atau Jabodetabek), Bandung, Yogyakarta, dan Bali. Sayang di Surabaya masih belum ada 🙁

Aturan Umum Di Cat Cafe

Karena kebanyakan kucing-kucing yang tersedia di cat cafe merupakan kucing yang terawat dengan baik dan terjaga kesehatannya, maka ada aturan-aturan umum yang berlaku saat kita mengunjungi kafe tersebut. Jangan disamakan dengan saat kita datang ke kafe biasa atau saat sedang bermain dengan kucing milik kita sendiri yang pasti.

Berikut ini beberapa aturan umum yang biasanya berlaku di sebuah cat cafe (termasuk Cats Attic):

  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah bermain dengan kucing serta melepaskan / mengganti alas kaki. Sebelum masuk ke ruang utama cat cafe biasanya terdapat ruangan kecil untuk mensterilkan tangan serta melepaskan atau mengganti alas kaki (jika disediakan). Jangan lupa untuk membersihkan kembali tangan kita sebelum pulang. Meski umumnya kebersihan kucing di cat cafe terjaga, namun tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga.
  • Membayar biaya masuk. Penerapannya bervariasi. Ada yang memang kita diminta untuk membayar sejumlah tertentu, atau ada pula yang mewajibkan untuk memesan makanan atau minuman dalam jumlah minimal tertentu. Biaya ini umumnya berlaku per orang, bukan per kelompok. Jadi kalau kita datang bersama empat orang teman kita misalnya, kelima orang yang hadir masing-masing harus membayar biaya masuk sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
    Menu-menu yang tersedia biasanya ramah kucing. Dalam arti, pemilik kafe telah memperhitungkan agar kucing-kucing yang ada tidak tertarik untuk nyolong makanan atau minuman yang sudah kita pesan. Gak lucu dong kalau ada kucing yang asyik menyantap kue yang kita pesan saat kita sedang asyik bercengkrama dengan teman-temannya yang lain, hehehe.
  • Tidak boleh mengangkat kucing. Tidak semua kucing suka untuk diangkat atau digendong. Apalagi jika cara kita mengangkat atau menggendongnya tidak benar. Itu sebabnya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, biasanya kita dilarang untuk mengangkat atau menggendong kucing sendiri. Di beberapa tempat, kita bisa meminta pegawai untuk meletakkan kucing di gendongan kita.
  • Tidak boleh memegang ekor kucing. Ini sebenarnya aturan umum saat sedang bermain bersama kucing dimana mayoritas hewan berkaki empat tersebut tidak suka dipegang ekornya. Apalagi oleh orang yang belum benar-benar ia kenal atau percaya. Kalau ia sedang bad mood, bisa bisa kita digigit atau dicakar olehnya.

Tentu saja ada beberapa aturan yang bersifat fleksibel alias tergantung dari kebijakan kafe yang bersangkutan. Soal biaya masuk misalnya. Yang jelas, jangan lupa untuk terlebih dahulu memahami aturan-aturan yang berlaku di sebuah cat cafe sebelum kita nyelonong masuk. Jangan sampai kita diusir keluar gara-gara melanggar aturan yang ada. Malu dong diketawain kucing, hehehe.

Tentang Cats Attic Cat Cafe

Cats Attic adalah salah satu kafe bertema kucing yang eksis di bilangan Myeongdong. Total ada lima kafe kalau tidak salah. Salah satunya bahkan hanya berjarak 100 meter dari apartemen tempat saya sekeluarga menginap.

Dari hasil guling, Cat Attic selalu masuk dalam daftar nomer satu atau dua dari kafe kucing yang direkomendasikan untuk dikunjungi. Jadi, yah, sudah pasti kualitas dan pengalaman yang bisa diraih di sini di atas rata-rata kompetitornya.

Cats Cafe Attic buka setiap hari dari pukul 13.00 hingga 22.00 waktu setempat. Khusus di akhir pekan mereka buka lebih awal, yaitu pada pukul 12.00.

Biaya masuk adalah 10,000 KRW atau sekitar 120 ribu rupiah per orang. Biaya tersebut sudah termasuk pemesanan satu menu minuman secara gratis. Tidak ada batasan waktu berapa lama kita diperbolehkan untuk berada di sana. Kurang tahu apakah ada diskon khusus untuk balita dan orang tua (di atas 65 tahun). Untuk minumannya sendiri terdapat pilihan aneka kopi, latte, teh, dan jus.

Daftar menu

Seperti pengaturan cat cafe pada umumnya, di bagian teras terdapat area untuk mensterilkan tangan sekaligus mengganti alas kaki dengan sandal yang sudah disediakan. Karena hanya ada satu ukuran saja, maka kita diperbolehkan untuk tidak mengenakan alas kaki apabila memang tidak cocok dengan ukuran kaki kita. Selain itu, di bagian kaca tertempel deretan foto kucing-kucing yang mereka miliki. Yah, anggap saja sebagai preview sebelum secara langsung bermain-main dengan mereka.

Teras

Ruangan utama berukuran sekitar 40 meter persegi. Terdapat 12-13 meja yang sudah diatur sedemikian rupa agar posisinya tidak mengganggu keseruan kita bercengkrama dengan kucing. Tersedia pula beberapa mainan kucing seperti tongkat dan satu lagi saya lupa.

Ruangan utama

Interior

Dari foto di atas dapat terlihat rak kayu di satu sisi ruangan untuk para kucing beraksi. Dan juga tidur-tiduran. Sementara di sisi tembok yang berjendela, terdapat area selebar kurang lebih 20 cm. Sepertinya disediakan bagi mereka untuk berjemur di kala siang hari.

Hanya ada satu pegawai yang menemani pengunjung bermain dengan kucing. Entah memang demikian adanya atau karena saya datang setelah jam 9 malam. Yang jelas, pegawai yang bersangkutan cukup ramah dan mau membantu kita berinteraksi dengan kucing-kucing yang ada meski ia sendiri tidak bisa berbahasa Inggris dengan lancar.

Satu yang saya suka adalah posisi area buang air para kucing yang tidak secara langsung terlihat di saat kita duduk di masing-masing meja. Ini berbeda dengan cat cafe di Bangkok yang pernah saya datangi, dimana hampir semua pengunjung bisa tahu kapan si kucing melakukan urusan pribadinya.

Untuk menuju Cat Attic patokan yang paling mudah adalah Myeongdong Art Theater. Dari perempatan kita tinggal melangkah ke arah selatan (arah menuju Myeongdong Station) sekitar 20-30 meter. Setelah itu belok kanan di pertigaan pertama. Sudah langsung terlihat dengan jelas papan iklan Cat Cafe di sebuah bangunan. Selanjutnya, masuk ke lift yang ada di bangunan tersebut dan meluncurlah ke lantai 6. Setibanya di lantai tersebut, keluar dari lift dan belok ke kiri. Jeng jeng, Cat Attic tepat di hadapan kita.

Untuk alamat dan rute selengkapnya bisa disimak pada peta Google Maps berikut.

Pengalaman Bermain Dengan Kucing di Cat Attic Cafe

Saya mengunjungi Cat Attic Cat Cafe pada malam hari bersama dengan adik saya. Rasanya waktu sudah menunjukkan pukul 21.15 saat kami melangkah masuk ke dalam ruangan utama kafe. Setelah memesan minuman dan membayar sesuai biaya (10,000 KRW / orang), tanpa membuang waktu lagi kami langsung menyapu pandangan ke sekeliling untuk menentukan target obyek bermain, hehehe.

Total ada 19 kucing malam itu. Dari info yang pernah saya peroleh di kafe sejenis, biasanya deretan kucing yang dihadirkan terbagi atas 2 shift. Yaitu shift pagi dan shift malam. Bisa jadi teman-teman akan menemui kucing yang berbeda dengan saya apabila datang di lain waktu.

Mungkin karena sudah malam, sebagian besar kucing tidak terlalu aktif. Lebih banyak berjalan santai atau tidur-tiduran sembari mengamati pengunjung yang ada. Untungnya malam itu juga tidak terlalu ramai. Hanya ada tiga pasang tamu lain: sepasang warga Korea Selatan, sepasang bule, dan sepasang turis Indonesia yang sibuk merekam video dengan ponselnya.

Saat sedang asyik mengelus-elus seekor kucing, pegawai kafe tiba-tiba mendatangi adik saya dan memintanya untuk duduk di lantai. Sesaat kemudian ia membawa seekor kucing Sphinx yang sudah diselimuti, lantas meletakkannya di pangkuan adik saya. Sayangnya adik saya tidak terlalu excited dengan hal itu karena ia geli dengan ras kucing berjenis tanpa bulu itu, hehehe.

Wanita Korea yang melihat hal tersebut ternyata ngarep melakukan hal yang sama. Ia girang banget saat saya memindahkan si kucing beserta selimutnya ke pangkuannya.

Kucing yang paling manis menurut saya adalah yang bernama Vivi. Pegawai kafe mengamini pendapat saya. Yang lain juga lucu dan imut. Tapi kalau disuruh memilih satu untuk dibawa pulang sudah pasti Vivi yang jadi pilihan. Love you 3000, Vivi 😀

Vivi The Cute Cat

Last but not least, inilah sebagian dokumentasi penampakan kucing-kucing yang ada di Cat Attic Cafe. Kira-kira yang mana favorit teman-teman?

Deretan kucing 1

Deretan kucing 2


Mengunjungi cat cafe bisa jadi ajang pelampiasan bagi kita pecinta kucing yang kesulitan untuk memelihara jenis tertentu. Entah dari segi biaya maupun perawatan. Atau bisa juga sebagai cara melepas kangen dengan binatang peliharaan kesayangan pada saat sedang berada jauh dari rumah. Saat sedang berlibur di Seoul misalnya. Daripada stress kepikiran dengan si kucing di rumah, melipir saja sejenak ke Cat Attic di Myeongdong. Setuju, tidak?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , , ,

Reply