Jelajah Jaffna

Seandainya kuliner di kota Jaffna tidak ‘dijajah’ makanan-makanan khas India, mungkin saya bakal betah berlama-lama di sini. Kotanya tenang, penduduknya bersahabat, dan banyak obyek eksplorasi di sekitar. Sayangnya, bagi saya yang tidak doyan makan kuliner India dalam porsi banyak, urusan perut jadi masalah besar di Jaffna. Selama 4 hari 3 malam, saya lebih banyak menyantap snack Oat Meal yang saya bawa dari Indonesia ketimbang menjajal tempat kuliner yang ada. Tapi yah, sekali lagi, di luar itu, Jaffna is a nice place to visit in Sri Lanka.

Sebelum dilanjut, jangan lupa untuk membaca terlebih dahulu catatan perjalanan sebelumnya: dari Kolombo ke Jaffna.

Ada Apa Aja di Jaffna (dan Sekitarnya)?

Obyek wisata di wilayah Jaffna dapat dibagi menjadi 2 bagian: area Jaffna sendiri serta pulau Delft. Butuh waktu minimal dua hari untuk menjelajahi semua. Atau tiga hari, jika ingin sekaligus melakukan island hopping.

Untuk area Jaffna lebih mudah menggunakan sepeda motor. Tidak banyak penyedia rental motor di sana. Saya menggunakan jasa Sri Lanka Click Travel Mate, tidak jauh dari hotel tempat menginap. Biayanya 2000 LKR per hari. Tidak benar-benar 24 jam sih. Saya diminta mengembalikan motor sebelum mereka tutup di hari yang sama.

Old Kancheri (பழைய கச்சேரி)

Tempat pertama yang saya datangi. Lokasinya di samping sebuah taman bermain (பழைய பூங்கா Old Park). Atau di seberang kantor sekretariat distrik. Ada tulisan dilarang masuk tanpa ijin. Saya nekat saja.

Old Kancheri ini adalah puing bangunan saksi bisu perang saudara (civil war) di masa pemberontakan Macan Tamil. Kalau tidak salah bekas kantor pengadilan tinggi. Kemegahannya masih bisa terlihat. Walau banyak bagian yang sudah hancur. Penampakannya sedikit creepy. Entah kenapa terasa kesedihan saat melangkah menyusuri lorong-lorongnya.

Penampakan bangunan old kancheri

Kabarnya masih ada sisa ranjau aktif di sini. Saya putuskan untuk percaya dan tidak melangkah ke area halaman. Yang tanahnya sudah tertutup rerumputan tebal.

Ada keluarga anjing yang tinggal di sini. Lengkap dengan 3 ekor anak-anaknya. Yang takut anjing bisa sedikit berhati-hati. Saya sempat kaget saat si pejantan nongol dadakan dari balik tembok.

Tak jauh terdapat puing bangunan rumah tua. Sekitar 300-400 meter ke arah barat. Melewati POM bensin. Sayangnya disegel, tidak bisa masuk ke dalam.

Bangunan terbengkalai dekat old kancheri

Temple Hanuman (Maruthanamadam Anjaneyar Temple)

Antusiasme saya terhadap temple mungkin sudah tidak semenggebu dahulu. Sudah pernah berkunjung ke beberapa negara di Asia Tenggara jadi alasannya. Tapi cukup satu alasan untuk mendatangi temple ini. Lihat saja di bawah. Biar gambar yang menjawab.

Temple Hanuman

Kantharodai Ruins

Sekitar 20 buah banguan stupa terletak di sebuah area tersembunyi di tengah desa Kantharodai. Atau dikenal juga dengan nama Kandarodai atau Katiramalai. Merupakan makam para biarawan tamil. Dan sudah eksis sejak ribuan tahun lalu.

Ada dua gosip menarik. Yang pertama mengenai harta karun di dalam stupa. Yang kedua tentang kedatangan sang Buddha (Siddhartha Gautama) di tempat itu.

Penampakan Kantharodai Ruins. Kuil atau makam?

Tidak ada jasa guide. Tapi penjaga cukup ramah. Silahkan bertanya apa saja ke mereka. Termasuk tentang dua mitos di atas.

Tidak perlu membayar tiket di sini. Masuk gratis. Ada penjaga parkir tak resmi di depan. Terserah untuk memberi atau tidak.

Keerimalai Sacred Water Spring

Entah kenapa kolam ini femes banget. Padahal hanya tempat pemandian biasa di pinggir pantai. Airnya menggunakan air laut. Mengalir melalui semacam saluran di bagian bawah. Kolam untuk pria dan wanita terpisah. Sepertinya ada tempat berganti baju juga.

Kolam pemandian Keerimalai

Di seberang terdapat Keerimalai Naguleswaram Kovil, salah satu kuil Hindu yang dianggap paling suci di Jaffna. Memang terlihat cukup banyak pengunjungnya.

Yang menarik, tempat pemandian ini berada di wilayah yang terdampak tsunami tahun 2004 silam. Sepanjang perjalanan menuju ke sana bisa dilihat bekas-bekas bangunan yang hancur dan terbengkalai akibat bencana alam tersebut. Termasuk bekas sebuah bangunan (saya lupa mencatat namanya) yang ada tak jauh dari area parkir tempat pemandian.

Lupa nama bangunannya apa

Kankesanthurai Beach

Saya mampir ke pantai Kankesanthurai ini karena tak jauh dari kolam Keerimalai. Tempatnya ternyata menarik juga. Ada mercusuar (yang sayangnya tidak bisa dimasuki), tembok-tembok bergrafiti untuk selfie-ria (yang sayangnya sedang dikuasai gerombolan alay), juga stand jajanan (yang sayangnya belum buka). Terdapat puing bangunan di bibir pantai, spot asik untuk foto-foto.

Pemandangan pantai Kankesanthurai  dan sekitarnya

Sempat mampir kafe dessert di dekat pintu masuk. Pesan apple juice, yang datang jus apel plus es krim di dalamnya. Untungnya enak. Dan murah, 130 LKR saja (sekitar 10 ribu rupiah).

Penampakan jus apel plus es krim

Tak jauh terdapat stasiun kereta api Kankesanthurai. Juga ada dua buah gerbong yang tidak terpakai. Sayang sekarang sudah ada yang menempati. Jadi tidak bisa numpang eksis di dalamnya.

Pantai ini sendiri berada di wilayah militer. Tepatnya markas angkatan laut. Saya coba menuju destinasi selanjutnya mengikuti arahan Google Maps, ternyata dicegat di tengah jalan. Tertutup untuk umum jalannya. Apes. Saat putar balik, salah satu anjing penjaga tiba-tiba mengejar! Langsung aja tancap gas. Sambil harap-harap cemas. Jangan-jangan ada mobil tentara nyusul di belakang.

Untungnya tidak.

Nilavarai Well (නිලාවරයි ලිඳ)

Gosipnya tempat ini angker. Wajib untuk dikunjungi. Faktanya? Sepertinya hanya gosip belaka. Tempatnya memang sunyi, dengan pohon-pohon besar yang rindang. Mungkin itu sumber gosipnya.

Penampakan sumur Nilavarai

Atau bisa jadi dari sejarahnya. Yang memang cukup menarik.

Alkisah, dahulu Rama hendak menuju ke Lankapuri (ibukota Lanka dari kisah Ramayana). Karena haus, ia menggali tanah dengan menggunakan anak panahnya. Timbullah sumber air yang tidak pernah kering sampai sekarang. Termasuk saat musim kemarau. Itulah sumur Nilavarai.

Tak berdasar juga menjadi mitos di awal. Fakta itu terbantahkan dengan kisah yang sedikit tragis. Suatu ketika ada anak kecil terjatuh ke dalam sumur. Mau tidak mau dikirim penyelam untuk mencari jasadnya. Tubuhnya diketemukan di dasar sumur. Sekitar 100 meter dari bibir sumur.

Untuk menutupi kejadian tragis itu, pemerintah membuat versi berbeda. Tim penyelam sengaja dikirim untuk menganalisa potensi sumur Nilavari sebagai sumber air di Jaffna. Versi ini yang bisa ditemui di papan informasi di sana. Entah mana yang benar.

Oh ya. Ada fakta menarik lain. Air dalam sumur merupakan perpaduan air tawar (bagian atas) dan air asin (bagian bawah). Ini memang bukan gosip. Sudah terbukti secara ilmiah. Tapi jadi memicu gosip lainnya. Bahwa salah satu terowongan yang ada di dalam sumur berujung pada kolam Keerimalai. Wah.

Delft Island

Butuh sedikit perjuangan untuk menuju Pulau Delft. Naik tuk-tuk dari hotel ke terminal bus, lanjut naik bus menuju Kurikadduwan Jetty (semacam pelabuhan kecil kapal antar pulau), disusul dengan naik kapal boat dengan tingkat keamanan level mengenaskan. Selain menuju Delft, ada pula kapal menuju pulau Nainativu. Jangan salah naik.

TIPS: Bus khusus menuju Kurikadduwan Jetty ada di bagian belakang terminal. Tapi sebenarnya di dalam terminal juga ada bus lain yang sama-sama menuju ke sana. Harga tiketnya lebih murah. Jadwal berangkatnya juga lebih fleksibel. Tanya saja ke kondektor / sopir bus yang ada.

Ada dua jenis kapal menuju pulau Delft. Satu gratis, satu berbayar. Yang gratis diutamakan untuk penduduk lokal. Kalau gak punya malu bisa cuek menyelinap saja di dalam antrian. Beberapa bule melakukannya. Yang satu lagi berbandrol 80 LKR. Bayar di tengah laut, alias saat sudah berlayar. Sebaiknya sediakan uang pas. Saya bayar 90 LKR tidak diberi kembalian. Jangan lupa ambil dan kenakan life jacket.

Penampakan area KKD Jetty

Sepengetahuan saya tidak ada rental motor di pulau Delft. Terlalu luas juga untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Kecuali jika hanya ingin lihat-lihat di area kota yang berdempet dengan pelabuhan. Pilihannya hanya menggunakan tuk-tuk. Usahakan join dengan traveler lain supaya lebih hemat.

Baca juga  Mensyukuri Hidup di Siriraj Medical Museum

Harga pembuka biasanya 2000 LKR (sekitar 150rb) untuk 8 obyek dan 2500 LKR (sekitar 200rb) untuk 10 obyek. Saya tiba tepat saat hujan mulai turun. Driver tuk-tuk jadi enggan menurunkan harga. Terpaksa pasrah, ambil paket 8 obyek.

Driver tuk-tuk ternyata kurang jago berbahasa Inggris. Tidak terlalu jelas penjelasannya tentang tempat-tempat yang didatangi. Saya hanya bisa mengira-ngira sendiri berdasarkan referensi yang pernah saya baca sebelumnya.

Di antaranya bekas rumah sakit Belanda, bekas bangunan pengadilan Belanda, puing bangunan Delft Fort, bekas kandang kuda, pohon Baobab berusia ratusan tahun, serta pantai pasir putih. Yang terakhir gak worth dikunjungi. Banyak sampah dan kotoran binatang.

Dari kiri atas arah jarum jam: Baobab Tree - Old Dutch Hospital - White Sand Beach - Delft Fort

Terdapat jejak tapak kaki raksasa di jalan menuju bekas kandang kuda. Legenda setempat mengatakan itu adalah bekas tapak kaki Nabi Adam. Sekedar informasi, warga Sri Lanka percaya bahwa negara mereka adalah lokasi dimana Nabi Adam diturunkan ke bumi.

Tapak kaki raksasa

Sempat minum teh dan jajan sejenis kroket di sebuah restoran dekat pelabuhan.

Teh plus kroket

Hapalkan jadwal ferry dari / ke pulau Delft jika ingin ke sana. Sehari hanya dua kali saja jadwalnya. Sebaiknya sudah stand by paling lambat setengah jam sebelumnya.

SesiDari Delft Island ke KKD JettyDari KKD Jetty ke Delft Island
106.00 – 06.30 AM09.30 – 10.00 AM
214.30 – 15.00 PM18.00 – 18.30 PM

Jangan khawatir jika ketinggalan kapal. Sudah ada hotel di pulau ini. Dekat dengan pelabuhan. Kalau tidak salah sekitar 300rb rupiah per malam. Agak mahal sih. Tapi setidaknya tidak perlu menggelandang di jalan.

Kuliner di Jaffna?

Seperti yang sudah saya tulis di paragraf pembuka, jujur saya tidak banyak mendatangi restoran atau rumah makan di Jaffna. Atau ‘hotel’ menurut istilah Sri Lanka. Iya, hotel means restaurant. Jadi jangan kaget kalau masuk bangunan bertuliskan hotel tapi isinya meja-meja makan, bukan resepsionis.

Berikut beberapa tempat makan yang saya kunjungi di kota Jaffna.

KFC

Satu dari dua jaringan kuliner internasional yang eksis di Jaffna. Satunya lagi adalah Pizza Hut. Lokasinya di lantai 2 Cargill Square. Tak jauh dari terminal bus. Dibandingkan di Indonesia, menu yang ada relatif lebih mahal. Tapi bagi yang tidak doyan makanan India seperti saya, tidak ada pilihan lain.

Penampakan menu KFC di gerai Cargill Square

Malayan Cafe

Kabarnya ini salah satu restoran yang paling populer di Jaffna. Terkhusus bagi yang ingin merasakan suasana lokal. Lokasinya di tengah pertokoan padat. Agak sulit untuk parkir. Jalannya satu arah pula.

Tidak tersedia menu berbahasa Inggris. Untungnya salah satu staff ada yang bisa berbahasa itu.

Saya pesan kuliner khas India, dosa. Sepertinya yang datang plain dosa. Disajikan dengan daun pisang. Nanti bergantian akan dituangkan bumbu-bumbunya. Entah apa saja.

Plain Dosa di Malayan Cafe

Kita harus buang sampah sendiri setelah makan. Jadi, usai bersantap, ambil dan lipat / gulung sisa makanan dalam daun pisang, lalu buang di tempat sampah dekat wastafel.

Mangos Indian Veg

Niat hati ingin mencicip menu dosa yang rumornya terenak di Sri Lanka. Apa daya saya datang di jam yang salah. Menu tersebut hanya tersedia di malam hari. Saya datang sekitar pukul 3 siang. Hanya Thali yang tersedia saat itu. Harganya 250 LKR. Murah. Malah masih lebih mahal jus jeruk, 280 LKR.

Set Thali meal

Camilan

Saya juga mencoba beberapa snack khas Sri Lanka. Belinya di supermarket TCT. Sekitar 1km dari hotel. Enak-enak ternyata. Snack bawang goreng jadi favorit saya. Ini sepertinya khas Jaffna. Tidak ketemu di kota-kota lain.

Camilan khas Sri Lanka

Kue jahe tak kalah mantap. Rasa jahenya gak malu-malu. Terasa banget. Sayang cuma sempat makan separuh. Separuhnya lagi disantap paksa oleh pasukan semut.

Untuk harga sebelas dua belas dengan di Indonesia. Ada yang murah, ada yang mahal. Untuk ketiga camilan di atas harga total 130 LKR. Ceban.

By the way, yang doyan kacang mungkin bakal girang. Variasinya beragam. Saya sih gak doyan.

Total Pengeluaran

Berikut ini adalah rincian pengeluaran selama berada di Jaffna. Untuk detil pengeluaran hari pertama sudah diinformasikan di catatan sebelumnya.

Hari 2
KeteranganBiaya (LKR)
Beli air mineral50 LKR
Sewa motor2000 LKR
Beli bensin300 LKR
Makan di Malayan Cafe130 LKR
Parkir di Keerimalai Pond10 LKR
Parkir di pantai Kankesanthurai10 LKR
Beli jus apel130 LKR
Parkir di sumur Nilavarai50 LKR
Makan di Mangos670 LKR
Beli snack di TCT130 LKR

Total pengeluaran untuk hari kedua adalah 3480 LKR.

Hari 3
KeteranganBiaya (LKR)
Naik tuk-tuk ke terminal200 LKR
Bus ke Kurikadduwan Jetty75 LKR
Ferry ke Delft Island80 LKR
Tuk-tuk keliling Delft Island2000 LKR
Minum teh dan semacam kroket80 LKR
Ferry ke Kurikkaduwan Jetty80 LKR
Bus ke Jaffna80 LKR
Makan di KFC430 LKR
Beli air mineral50 LKR

Total pengeluaran untuk hari ketiga adalah 3075 LKR.

Dengan demikian, total pengeluaran selama berada di Jaffna adalah 3480 + 3075 = 6555 LKR atau sekitar 526 ribu rupiah dengan kurs saat artikel ini ditulis. Tidak termasuk pengeluaran yang bersifat pribadi ya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply