...bisa menyukai orang.” “Seberapa banyak dariku yang bisa kamu lihat?” tanya Seo-Yeon. “Aku tidak yakin. Tidak banyak. Mungkin karena kamu pendek?” jawab Ji-Hoon. “Apa?” respon Seo-Yeon yang tidak nyambung dengan candaan Ji-Hoon. “Kamu mengagumkan,” lanjut Ji-Hoon sembari tersenyum. “Aku merasakan itu di depan rumah Lee Joo-Ri. Ketika aku melihatmu menundukkan kepalamu di hadapan orang lain bahkan setelah disiram dengan air …
...bahwa akhir-akhir ini Na-Ri sedang sibuk. Mengetahui Na-Ri akan membawakan siaran langsung, ibu Jung-Won mengingatkan Jung-Won untuk membawakan dua stel baju untuk Na-Ri, sehingga ia tidak menggunakan baju yang sama di sesi kesatu dan kedua. Jung-Won mengiyakan. Nasib apes menimpa Hong Hye-Won (Seo Ji-Hye). Ayahnya, menteri Hong Woo Jik, ternyata hari itu mengundurkan diri dari jabatannya. Dengan demikian, ia seharusnya …
...dan Soo-Hee mempertanyakan keputusan Seo-Yeon barusan karena dengan kondisi saat ini mereka membutuhkan bantuan sebisa mungkin. Seo-Yeon keukeuh pada pendiriannya dan pergi meninggalkan mereka. Setibanya di rumah, Seo-Yeon melampiaskan kekesalannya pada Ji-Hoon dengan memukuli bonekanya. — Pak wakasek menemui pak kepsek, Kyun-Moon, dan ketua dewan (Lee Ho-Jae). Pak kepsek langsung memarahinya tanpa basa-basi, tapi ketua dewan justru sebaliknya, mendukung keputusan …
...Dae-Young tidak menjawabnya. — Dalam rapat dewan direksi, Chi-Hyun mengumumkan bahwa mulai sekarang ia akan mengambil alih posisi ayahnya, chairman Heo. Walau demikian, ia tidak mau mengakui kondisi Gil-Joong yang sebenarnya dan berdalih bahwa ayahnya sedang pergi berlibur untuk memulihkan kondisinya. Chi-Hyun menambahkan bahwa siapa saja yang tidak berniat untuk berada di bawah pimpinannya dipersilahkan untuk meninggalkan ruangan. Mau tidak …
...masuk Pyo Bum ke dalam. “Dasar kamu tidak punya pikiran,” omel ibu Hwa-Shin, “Apa yang hebat dari gadis ini sampai dua pria memperebutkannya? Apa? Apa?” “Kalau begitu jangan datang,” respon Hwa-Shin. “Jangan datang ke pernikahan.” “Jangan seperti itu,” potong Na-Ri seraya memegang lengan Hwa-Shin. Ibu Hwa-Shin menoleh ke arah Na-Ri dengan bete. “Ia terlalu baik untukku,” ujar Hwa-Shin. “Kamu tidak …
...Saat Cho-Rong bercerita dengan penuh semangat, Joo-Ri mulai gelisah. “Joo-Ri, apa yang kamu lakukan di saat natal?” tanya Seo-Yeon. “Kamu pikir kamu dekat denganku?” respon Joo-Ri kasar, “Kamu merasa kita cukup dekat hingga kamu bisa menginterogasiku?” “Interogasi? Ini hanya obrolan kecil,” balas Seo-Yeon yang heran melihat perubahan sikap Joo-Ri. “Tapi normalnya kita tidak melakukan itu,” dalih Joo-Ri, “Lalu kenapa kamu …