...aku meminta beberapa orang yang aku kenal untuk mengisinya?” “Juri bukanlah penonton. Di saat keputusan tergantung pada juri, kita tidak bisa mengganti mereka begitu saja,” respon Seo-Yeon. “Haruskah kita menunda sidang hingga besok dan memilih juri lagi hari ini?” tanya Soo-Hee. “Sekolah mengirimkan pengumuman dengan nama kita di sana, seperti itu. Siapa yang ingin menjadi juri?” timpal Seung-Hyun. “Mari kita …
...sudah tahu bahwa itu hadiah dari Bok-Sil. Bok-Sil lalu mengatakan bahwa ia punya satu hadiah lagi. Ia pun meminta Louis untuk mendekatinya. “Aku sangat menyukaimu,” bisik Bok-Sil di telinga Louis. “Apa pengakuan ini hadiahmu?” tanya Louis. Bok-Sil mengangguk sambil tersenyum. Louis lantas hendak mencium Bok-Sil. Agar tidak dilihat orang, ia pun menutup tirai tempat tidur. Apes bagi mereka, belum apa-apa …
...di malam hari dan mendapati Nan-Gil duduk tertidur di samping tempat tidur menungguinya. Nan-Gil tiba-tiba terbangun dan melihat Na-Ri juga terbangun, ia segera mengambil catatannya dan menanyakan apakah Na-Ri merasakan sakit. “Nan-Gil,” ujar Na-Ri, “aku minta maaf karena tidak mengingatmu di saat kamu mengingatku sejak aku masih kecil.” “Tidak perlu meminta maaf,” jawab Nan-Gil. Nan-Gil lantas meminta Na-Ri untuk kembali …
...jawab Joon-Jae. “Kenapa?” “Dia adalah satu-satunya wanita yang berhubungan dengan Ma Dae-Young, tapi aku tidak bisa menemukannya,” ujar detektif Hong. “Data kependudukannya dibatalkan karena keberadaan yang tidak jelas. Kami curiga mereka juga punya seorang anak.” “Kalau begitu, mereka bisa saja masih membantunya untuk kabur, bisa jadi wanita itu atau anaknya.” “Bisa saja,” respon detektif Hong. Joon-Jae kemudian meminta data tersebut …
...mengecek sendiri rekaman CCTV di area sekitar yang ada di laptop Tae-O. “Ini rumah Chung?” tanya Nam-Doo balik. “Ini rumahmu. Kamu selalu bilang ini rumahmu.” Joon-Jae tidak menghiraukannya dan berusaha mencari tahu ke department store mana tepatnya Sim Chung pergi. Ia pun meminta Tae-O untuk meng-hack rekaman-rekaman CCTV department store di area Gangnam. “Temukan saja lokasinya dengan ponselmu,” usul Nam-Doo. …
...dan Soo-Hee mempertanyakan keputusan Seo-Yeon barusan karena dengan kondisi saat ini mereka membutuhkan bantuan sebisa mungkin. Seo-Yeon keukeuh pada pendiriannya dan pergi meninggalkan mereka. Setibanya di rumah, Seo-Yeon melampiaskan kekesalannya pada Ji-Hoon dengan memukuli bonekanya. — Pak wakasek menemui pak kepsek, Kyun-Moon, dan ketua dewan (Lee Ho-Jae). Pak kepsek langsung memarahinya tanpa basa-basi, tapi ketua dewan justru sebaliknya, mendukung keputusan …