Adu Remake Film Carrie (2002 vs 2013)

Setelah bernostalgia menonton film “Carrie” beberapa waktu lalu, saya melanjutkan dengan menyimak dua versi remake-nya, yang dirilis pada tahun 2002 dan 2013.

Sebenarnya ada “The Rage”, yang merupakan sekuel dari versi orisinil film tersebut. Sayang saya belum bisa menemukannya di layanan streaming manapun.

Nah, berhubung 95% alur cerita dari kedua remake tersebut setali tiga uang dengan versi aslinya, rasanya mubazir jika dituliskan dalam artikel terpisah. Sekalian saja saya bahas dan bandingkan keduanya di artikel ini.

Selamat menikmati!

Carrie (2002)

poster carrie 2002

poster carrie 2002

Tanggal Rilis: 4 November 2002
Durasi: 132 menit
Sutradara: David Carson
Produser: David Carson, Stephen Geaghan
Penulis Naskah: Bryan Fuller
Produksi: Trilogy Entertainment Group, MGM Television
Pemain: Angela Bettis, Patricia Clarkson, Rena Sofer, Kandyse McClure, Emilie de Ravin

Remake ini mengambil sudut pandang yang sedikit berbeda. Yaitu SETELAH insiden pesta dansa dan ‘kematian’ Carrie.

Pihak kepolisian rupanya mencurigai Sue bersekongkol dengan Chris untuk mencelakai sang tokoh utama. Sehingga alur utama diceritakan dalam bentuk kilas balik yang diselingi oleh adegan-adegan interogasi.

Beberapa permasalahan yang ada dalam film aslinya coba diperbaiki.

Seperti Chris yang baru membuat rencana untuk mengacaukan pesta dansa setelah tahu tentang kepergian Carrie bersama Tommy.

Atau tentang Carrie yang sempat melatih kemampuan telekinesisnya. Bukan sekedar membaca referensi, melainkan praktek langsung.

Yang perlu diacungi jempol adalah perhatian ekstra pada bagian pesta dansa yang ikonik.

Berbeda dengan cerita asli, di versi ini digambarkan jelas bahwa hanya Sue, Tommy, dan Helen saja yang perhatian pada Carrie. Murid lainnya masih sama. Tetap memandangnya sebelah mata.

Sehingga begitu Chris melakukan aksinya, otomatis mayoritas murid yang hadir di pesta dansa tersebut menertawakan Carrie.

Jauh lebih masuk akal ketimbang film aslinya, yang sedikit bias apakah memang benar dia menjadi bahan tertawaan atau hanya halusinasinya belaka.

Pasalnya, di versi 1976 tersebut, sepanjang pesta sebagian murid terlihat tidak terlalu mempedulikan Carrie dan Tommy. Keberadaan mereka berdua diterima dengan baik dan seolah tidak pernah ada masalah dengan putri Margaret.

Satu lagi yang saya suka adalah tambahan sedikit dialog antara Tommy dengan miss Desjarden. Percakapan tersebut memberi alasan kenapa Tommy keukeuh mengajak Carrie berdansa dengannya.

Masih di momen pesta dansa. Dalam versi ini, Sue sama sekali tidak datang ke acara tersebut. Adegan Sue yang diusir oleh miss Desjarden karena dianggap hendak mengganggu Carrie diganti oleh Helen yang curiga akan keberadaan ember di atas. Itu saja.

Sayangnya, walau ditutup dengan ambruknya gedung olahraga yang menjadi lokasi pesta dansa, momen kemarahan Carrie tidak terlalu berkesan. Kebanyakan berisi adegan lempar-lempar barang.

Kendati demikian, berbeda dengan versi aslinya, amarahnya masih terus berlanjut sepanjang perjalanannya kembali ke rumah. Bangunan-bangunan terbakar dan hancur olehnya.

Sementara untuk nasib Billy dan Chris tidak ada perubahan. Sama-sama apes begitu mereka bertemu dengan Carrie.

Sayangnya, versi remake tahun 2002 ini tidak hanya menambal lobang dalam versi asli. Melainkan juga membuat masalah baru serta membuka lubang yang lain.

Paling utama adalah banyak penambahan adegan tidak penting yang membuat cerita secara keseluruhan jadi terkesan bertele-tele.

Kilas balik saat Carrie kecil ngobrol dengan tetangga misalnya. Atau interaksinya dengan Sue dan Chris.

Penggambaran sosok pemeran utama tersebut juga agak aneh. Alih-alih gadis pemalu yang menutup diri dari pergaulan, dari awal Carrie terlihat seperti remaja stress yang penuh amarah dan dendam pada siapa pun.

Yang membingungkan, Billy terlihat punya dendam tersendiri pada Carrie. Jauh melebihi kekesalan Chris terhadap Carrie. Padahal Billy sama sekali tidak pernah berhubungan dengan Carrie. Aneh.

Keanehan lain adalah ketika Carrie mengadu ke ibunya pasca di-bully perihal menstruasi. Ibunya seolah paham apa yang dimaksud. Padahal tidak pernah terucap kata menstruasi dan bully-ing dalam dialog tersebut.

Dengan cerita yang sebenarnya direncanakan sebagai pembuka untuk adaptasi serial TV, ending film ini jauh berbeda.

Sesaat setelah Carrie membunuh ibunya, Sue datang dan menyelamatkan Carrie yang jantungnya berhenti dengan memberikan bantuan pernafasan. Ia juga membantunya melarikan diri dari polisi.

Sementara itu, miss Desjarden yang ikut jadi korban di versi asli, di versi ini termasuk salah satu yang selamat.

Film ini bisa ditonton secara streaming melalui Mola.

Carrie (2013)

poster carrie 2013

poster carrie 2013

Tanggal Rilis: 7 Oktober 2013
Durasi: 99 menit
Sutradara: Kimberly Peirce
Produser: Kevin Misher
Penulis Naskah: Lawrence D. Cohen, Roberto Aguirre-Sacasa
Produksi: Metro-Goldwyn-Mayer Pictures, Screen Gems, Misher Films
Pemain: Chloë Grace Moretz, Judy Greer, Portia Doubleday, Julianne Moore

Sama halnya dengan remake tahun 2002, versi remake tahun 2013 juga berusaha menutup beberapa lubang yang ada dalam versi aslinya.

Yang pertama adalah Chris yang baru bertindak setelah tahu bahwa Carrie dan Tommy datang ke pesta dansa.

Sedikit pembeda, yang membuat rencana untuk menyiramkan seember darah ke tubuh Carrie adalah Billy, bukan Chris. Ini lebih masuk akal mengingat sejak awal Billy digambarkan sebagai sosok remaja putus sekolah dan salah pergaulan.

Yang kedua, ada adegan yang menunjukkan bahwa Carrie sempat melatih kemampuan telekinesisnya. Bagian ini bahkan memperbaiki lubang dalam versi tahun 2002, dimana saat itu Carrie hanya mampu menggerakkan sisir.

Ketiga, sepanjang film ditunjukkan bahwa Chris benar-benar membenci Carrie. Alasannya pun jelas. Tidak sebatas masalah bullying dan pesta dansa.

Ia juga yang memerintahkan Billy untuk menabrakkan mobilnya ke sang karakter utama.

Terakhir, insiden di pesta dansa yang lebih menekankan alasan kenapa Carrie bisa menjadi lupa diri dan meluapkan kemarahannya sedemikian rupa.

Kematian Tommy yang di film aslinya seolah tidak berarti, di sini ikut di-notice dan menjadi bagian dari penyebab emosinya membuncah.

Selain penambalan alur, beberapa pembaruan adegan dimasukkan supaya lebih kekinian.

Yang jelas paling terasa adalah dramatisasi adegan. Dengan efek visual yang lebih modern, sebagian momen terlihat lebih dramatis. Terutama saat Carrie ngamuk di pesta dansa.

Pun ketika ia berhadapan dengan Chris dan Billy.

Apakah jadi lebih bagus? Sayangnya, menurut saya pribadi, justru tidak. Mayoritas malah jadi terlihat lebay. Alih-alih tegang, saya justru merasa biasa saja saat menontonnya.

Saat Margaret tewas misalnya. Jika ketika kemarin menonton versi aslinya ada perasaan makjleb, di film ini tidak ada.

Untuk ending-nya sendiri saya pribadi lebih suka versi baru ini. Lebih make sense.

Oh ya, hampir lupa. Di awal terdapat tambahan adegan pembuka yang menunjukkan proses kelahiran Carrie dan bagaimana kekuatan telekinesisnya sebenarnya sudah muncul sejak ia masih bayi.

Film ini bisa ditonton secara streaming melalui Netflix.

Simpulan

Kedua versi remake bisa dibilang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Remake tahun 2002 terlalu bertele-tele, sementara versi tahun 2013 terlalu lebay.

Yang satu mencoba menambahkan adegan untuk menghadirkan benang merah antara satu adegan dengan adegan lain yang tidak ada dalam versi asli. Sementara yang satu lagi menegaskan dan memperjelas adegan yang sebelumnya terlihat membingungkan.

Ujung-ujungnya kembali lagi pada preferensi masing-masing.

Saya pribadi, jika disuruh memilih, akan tetap memilih versi aslinya. Walau memiliki kekurangan di sana sini, namun unsur ketegangannya justru lebih terasa.

Toh gara-gara versi aslinya itu pula saya jadi terjebak dalam genre film horor hingga sekarang, hehehe.

remake carrie 2002 2013

Leave a Reply