Rekap Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 7 & Preview Episode 8 (7 Desember 2016)

Di sinopsis The Legend Of The Blue Sea episode sebelumnya, Sim Chung (Jun Ji-Hyun) mendapat pengalaman baru tentang keluarga pada saat ia dirawat di rumah sakit pasca tertabrak oleh mobil Heo Chi-Hyun (Lee Ji-Hoon). Heo Joon-Jae (Lee Min-Ho) diam-diam terus memperhatikan dan mengurusi Sim Chung selama ia berada di sana. Keluar dari rumah sakit, untuk menghibur Sim Chung yang sedih karena melewatkan malam salju pertama di Seoul, Joon-Jae membawanya ke resort ski di sebuah bukit salju. Tanpa disangka, Joon-Jae menyatakan rasa cintanya pada Sim Chung. Sementara itu, sekretaris Nam yang berhasil menemui Joon-Jae di rumah sakit, menceritakan hal tersebut pada Heo Gil-Joong (Choi Jung-Woo). Kang Seo-Hee (Hwang Shin-Hye) yang diam-diam menyadap pembicaraan mereka lantas mengutus Ma Dae-Young (Sung Dong-Il) untuk mendatangi sekretaris Nam. Apa yang kira-kira akan terjadi selanjutnya di sinopsis drama Korea Remember the Blue Sea episode 7 kali ini?

Dok. gambar dan video © SBS of Korea Selatan

Sinopsis Episode 7

Era Joseon. Alih-alih menemukan Se Hwa (Jun Ji-Hyun), Dam Ryung (Lee Min-Ho) mendapati bawahannya, sekaligus sahabatnya, yang tergeletak di jurang dalam kondisi luka parah. Tabib yang memeriksa menyatakan adanya penyumbatan darah di berbagai tempat dan nyawanya bisa tidak tertolong. Ia juga menambahkan bahwa dengan melihat kondisinya, kemungkinan anak buah Mr. Yang (Sung Dong-Il) telah memukuli teman Dam Ryung itu hingga luka parah seperti sekarang. Mendengarnya, Dam Ryung yakin temannyalah yang membawa Se Hwa dari kantor pemerintahan dan menyembunyikannya di suatu tempat. Se Hwa sendiri akhirnya tertangkap oleh anak buah Mr. Yang yang berhasil menemukan gua persembunyiannya.

Mr. Yang sedang bersama dengan Dam Ryung dan berpura-pura minta maaf atas ulah Hong Rang (Oh Yeon-A) yang memaksa menggeledah kantor pemerintahan dua hari lalu. Dam Ryung yang melihat jeruk keprok (tangerine) yang ada di meja Mr. Yang menanyakan apakah buah tersebut hanya ada di penginapan miliknya. Mr. Yang mengiyakan, membanggakan dirinya yang punya selera yang bagus. Tanpa ia sangka, pada tubuh mayat seseorang yang mati di pantai beberapa hari lalu terdapat sisa jeruk keprok. Selain itu, racun penyebab kematiannya sudah diketahui, yaitu dari ekstrak telur ikan yang kemudian diketemukan di kamar Mr. Yang oleh anak buah Dam Ryung. Mr. Yang langsung menangis dan mengaku tidak bersalah.

Tak lama Hong Rang ditangkap. Dam Ryung mengancam akan membunuhnya apabila ia tidak menemukan Se Hwa. Hong Rang terpaksa memberitahu tempat Se Hwa disekap. Begitu masuk ke dalam, Dam Ryung tidak bisa berkata apa-apa melihat kondisi Se Hwa serta satu ember berisi mutiara bekas air matanya yang ada di sampingnya. Hong Rang mencoba menghasut warga yang ada di sekitar TKP tentang keberadaan putri duyung di dalam. Dam Ryung merespon dengan mengambil ember berisi mutiara tersebut, lalu melemparkannya ke arah warga. Warga langsung heboh memperebutkan mutiara-mutiara itu dan tidak lagi menghiraukan Hong Rang.

Dam Ryung perlahan menghampiri Se Hwa yang masih tidak sadarkan diri dan berlutut di hadapannya.

“Maaf, aku datang terlambat,” ujarnya.

Ia kemudian menggendong Se Hwa dan membawanya pergi.

Masa sekarang. Usai mengungkapkan perasaannya, Joon-Jae dan Sim Chung saling bertatapan dalam diam. Salju mulai turun.

“Jadi kamu milikku? Kamu menyerah? Kamu kalah?” tanya Sim Chung senang.

“Apa?” tanya Joon-Jae heran. Ia tidak ingat pernah menjelaskan tentang ‘cinta’ yang berkaitan dengan ‘menyerah dan kalah’ pada Sim Chung saat di Spanyol.

Sim Chung merebahkan tubuhnya dengan lega, dan berkata, “Aku sudah hendak jadi yang pertama untuk menyerah saat salju pertama datang. Aku sungguh tidak tahu kamu akan menyerah lebih dahulu. Apakah kamu milikku? Tidak peduli apa yang aku katakan, apakah kamu akan mempercayaiku?”

“Apa yang kamu katakan?”

“Kamu mengatakan kamu mencintaiku. Itulah artinya, bukan? Itu seharusnya cinta.”

“Ayolah, siapa yang memberitahumu omong kosong seperti itu.”

Keduanya bangkit. Sim Chung menjawabnya, “Ada seseorang. Seseorang yang baik.”

Tanpa sadar yang dimaksud adalah dirinya sendiri, Joon-Jae merespon dengan mengatai pria yang mengatakan hal semacam itu adalah seorang pria brengsek yang suka mempermainkan wanita. Ia bahkan menambahkan kalau Sim Chung tidak seharusnya berteman dengan pria preman seperti dia. Karena Sim Chung terus membela ‘pria tersebut’, Joon-Jae jadi cemburu dan meminta Sim Chung untuk berada di samping pria itu saja.

“Aku mencintaimu,” potong Sim Chung.

Joon-Jae terdiam dan jadi salting sendiri. Ia mengajak Sim Chung kembali. Sim Chung mengikutinya sambil terus menanyakan apakah ia perlu mengucapkan kata-kata itu kembali.

Tiba di rumah, Jo Nam-Doo (Lee Hee-Joon) dan Tae-O (Shin Won-Ho) menyambut mereka dan tanpa basa-basi menebak mereka berdua baru usai berkencan. Dengan sebal Joon-Jae membantahnya dan langsung masuk ke kamarnya. Nam-Doo memberikan jeruk keprok yang sedang ia pegang pada Sim Chung dan menanyakan apa yang baru saja terjadi. Sim Chung tidak menjawabnya, namun merespon dengan mengupas jeruk tersebut dengan penuh semangat.

Joon-Jae tidak bisa tidur di kamarnya. Ternyata ia kepikiran soal ‘pria lain’ yang diceritakan oleh Sim Chung. Joon-Jae lantas memanggil Sim Chung dan menanyakan apakah ia masih menemui pria tersebut. Setelah turun dari loteng dan duduk di samping tempat tidur Joon-Jae, Sim Chung mengiyakan. Joon-Jae tertawa kecut lalu menanyakan seperti apa pria tersebut.

“Ia cantik. Matanya berbinar,” jawab Sim Chung sembari menatap dalam ke arah Joon-Jae.

“Ia pasti terlihat seperti pria yang girly. Kamu seharusnya berhati-hati dengan pria yang berpenampilan seperti itu. Apa bagusnya pria yang terlihat cantik? Pria seperti mereka penuh nafsu di dalamnya,” respon Joon-Jae.

Sim Chung menahan senyumnya mendengar perkataan Joon-Jae. Joon-Jae kemudian menanyakan apakah Sim Chung juga mengatakan hal yang sama pada pria itu seperti yang tadi dikatakan kepadanya di resort. Tentu saja Sim Chung mengiyakan.

“Kenapa?” tanya Sim Chung.

“Bagimu kata-kata tersebut murahan,” ujar Joon-Jae kesal, “Mengatakan hal semacam itu pada semua orang..”

“Aku tidak mengatakannya pada semua orang,” balas Sim Chung.

Joon-Jae yang sudah terlanjur cemburu dengan kesal memerintahkan Sim Chung untuk balik lagi ke loteng. Ia menyindir Sim Chung sebaiknya memang bersama ‘pria itu’ saja.

“Semoga beruntung dengannya,” ujar Joon-Jae.

“Aku akan. Aku memang datang untuk menyelesaikan hubunganku dengannya,” jawab Sim Chung.

Joon-Jae jadi makin kesal mendengarnya.

Sebuah mobil melaju dengan kencang dan tiba-tiba menabrak pohon yang ada di tepi jurang. Sementara itu, dalam tidurnya Joon-Jae bermimpi tentang Dam Ryung yang sedang mencari keberadaan Se Hwa serta temannya yang terjatuh ke jurang. Saat terbangun, Joon-Jae mengira itu sebagai firasat dan segera menghubungi sekretaris Nam. Sekretaris Nam sendiri ada di balik kemudi mobil yang tadi menabrak pohon dan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan luka parah. Dae-Young yang ada di sampingnya dengan tenang menghapus jejaknya dan lantas keluar dari mobil.

Pagi harinya Gil-Joong, yang sedang sarapan bersama Chi-Hyun dan Seo-Hee, mendapat kabar tentang sekretaris Nam yang mengalami kecelakaan dalam kondisi mabuk. Chi-Hyun mengatakan bahwa sekretaris Nam bukan orang yang gemar minum, tapi Seo-Hee langsung membantahnya dan mengatakan bahwa kita tidak tahu sifat seseorang di belakang kita. Raut muka Seo-Hee terlihat menyimpan sesuatu saat mendengar kondisi sekretaris Nam yang masih tidak sadarkan diri di rumah sakit. Ia meminta untuk ikut dengan Gil-Joong apabila ia nanti menjenguknya. Chi-Hyun yang mengamati wajah ibunya curiga ada sesuatu.

Joon-Jae, Nam-Doo, dan Tae-O sedang membahas mengenai Ahn Jin-Joo (Moon So-Ri) yang merupakan target scam mereka berikutnya. Tiba-tiba saja Sim Chung muncul di belakang mereka dan menanyakan apa yang mereka lakukan. Dengan panik dan salah tingkah, ketiganya langsung berpura-pura hendak berangkat kerja. Namun mereka jadi kebingungan sendiri begitu Sim Chung menanyakan apa yang mereka kerjakan.

“Sederhananya, mengambil hati orang,” Joon-Jae coba menjelaskan tanpa membongkar rahasia mereka, “Untuk membuat orang menyadari kesalahan mereka. Meski jelas ada masalah dengan cara mereka mengumpulkan kekayaan, mereka berada di luar batas hukum. Untuk orang seperti mereka yang jatuh ke blind spot, kita melakukan tindakan yang sesuai. Kita juga mendistribusikan kekayaan mereka demi kepentingan negara.”

“Pegawai negeri?” tanya Sim Chung.

Joon-Jae dan yang lain terdiam mendengarnya. Joon-Jae lantas memberitahunya bahwa meski pekerjaannya serupa, tapi mereka bukan pegawai negeri. Penjelasan Joon-Jae malah membuat Sim Chung makin kagum dengan pekerjaan mereka. Dengan melompat-lompat dan tersenyum bangga, Sim Chung pergi meninggalkan mereka. Joon-Jae hanya bisa melongo sementara Nam-Doo tertawa hambar menyindir Joon-Jae yang tadi berusaha terus menjelaskan pada Sim Chung.

Detektif polisi kembali mencari keberadaan Dae-Young. Karena yakin Dae-Young adalah pelaku pembunuhan di rumah sebelah Joon-Jae, mereka mendatangi TKP dan mulai menyadari adanya tanda di depan rumah-rumah yang ada di sana. Tanda-tanda itu sendiri dibuat oleh Dae-Young saat mencari keberadaan Joon-Jae.

Dae-Young sendiri saat itu sedang mengawasi rumah Joon-Jae. Melihat Sim Chung keluar dan pergi dari rumah, Dae-Young diam-diam mengikutinya. Detektif polisi kebetulan melihat sosok Dae-Young yang mencurigakan dari belakang dan memutuskan untuk ikut membuntutinya. Apes, ponsel salah satu detektif berbunyi. Dae-Young yang tahu dirinya sedang diikuti segera berusaha melarikan diri, sedang detektif polisi yang tahu bahwa orang yang mereka ikuti adalah benar Dae-Young langsung berusaha untuk menangkapnya. Sayang Dae-Young berhasil lolos.

Sim Chung mendatangi tempat pembuangan pakaian dan mengambil beberapa baju yang ada di sana, serta sepasang sepatu hak tinggi yang berbeda warna. Tidak jauh dari tempatnya berada, Yoo-Na (Shin Rin-Ah) sedang dibully oleh teman-temannya. Mereka mengatai Yoo-Na yang tinggal di apartemen sewaan serta ibunya yang sudah bercerai. Saat temannya hendak memukulnya, Sim Chung tiba-tiba datang dan menyelamatkannya.

Teman Yoo-Na ternyata adalah Elizabeth, anak dari Jin-Joo. Ia pulang dengan menangis. Jin-Joo yang tidak terima kemudian membawa Elizabeth ke suatu tempat.

Di sebuah minimarket, Sim Chung ngobrol dengan Yoo-Na. Ia menanyakan apa artinya ‘bercerai’. Yoo-Na menjawab bahwa itu adalah saat dimana orang yang saling mencintai sudah tidak mencintai lagi dan berpisah. Ia juga memberitahu Sim Chung bahwa orang yang awalnya saling mencintai bisa saja berubah tidak lagi saling mencintai di satu titik, seperti yang dialami oleh kedua orang tuanya. Itu sebabnya Yoo-Na belajar keras untuk bisa masuk akademi agar ibunya tetap mencintainya, meski ia sendiri tidak menyukainya.

Tiba-tiba seseorang mengetuk kaca minimarket di depan mereka. Ternyata ada Jin-Joo dan juga Elizabeth, sedang menatap ke arah mereka dengan tajam. Dengan tenang Sim Chung mengajak Yoo-Na untuk menemui mereka di depan.

Saat Sim Chung menghampirinya, Jin-Joo malah kepikiran tentang kulit mulus dan rambut Sim Chung yang terurai dengan keren serta pakaian Sim Chung (yang tadi baru diambil dari kotak pembuangan) yang sama sekali gak nyambung tapi terlihat cocok saat digunakan.

“Tadi itu ia menganggunya,” ujar Sim Chung sembari menunjuk ke arah Elizabeth.

Jin-Joo berdalih tidak mungkin anaknya melakukan itu. Selain itu ia juga mempertanyakan siapa sebenarnya Sim Chung sampai berani mengganggu anaknya. Saat itu Jin-Joo baru menyadari sepatu hak tinggi beda warna dan merk yang dikenakan oleh Sim Chung. Ia pun jadi makin terpana begitu tahu Sim Chung mengenakan kolaborasi sepatu Chanel dan Dior.

Saat Jin-Joo masih terbengong-bengong karena merasa ketinggalan mode, Elizabeth memanggilnya. Jin-Joo jadi tersadar.

“Aku adalah teman Seo Yoo-Na,” jawab Sim Chung, “Di lain waktu, aku tidak akan membiarkanmu pergi jika kamu mengganggu temanku.”

“Tunggu,” cegah Jin-Joo pada Sim Chung yang hendak pergi. Ia melanjutkan, “Aku.. ada banyak yang aku penasaran, tapi biarkan aku bertanya satu hal padamu. Dermatologis mana yang kamu datangi? Jawab aku, dimana kamu melakukan perawatan?”

“Tidak di Seoul, di tempat yang sangat jauh,” jawab Sim Chung, karena memang ia biasa melakukan perawatan bersama dengan teman-teman duyungnya di sebuah teluk nun jauh dari Korea.

“Aku tahu itu. Jadi, ia pergi ke luar negeri,” respon Jin-Joo, yang jadi makin penasaran dengan Sim Chung.

Nam-Doo yang bertugas mengawasi rumah Jin-Joo untuk menjalankan rencana scam mereka mengabarkan pada yang lain saat Jin-Joo pulang kembali ke rumah. Namun rencana mereka langsung berantakan gara-gara Jin-Joo hari itu tidak jadi pergi dan memilih untuk tinggal di rumah sembari memikirkan sejak kapan Chanel dan Dior bisa berkolaborasi.

Meninggalkan TKP dengan kesal, Nam-Doo memberitahu yang lain bahwa ia hendak mampir ke suatu tempat terlebih dahulu. Sementara itu, Mo Yoo-Ran (Na Young-Hee) sempat melihat sosok anaknya Joon-Jae saat masuk ke dalam mobil bersama dengan Tae-O, namun ia tidak sempat memanggilnya karena mobil Joon-Jae sudah keburu pergi.

Dalam perjalanan, Tae-O menanyakan mengapa Joon-Jae memilih melakukan pekerjaan semacam ini. Penyebabnya ternyata adalah Nam-Doo yang telah menipunya 10 tahun yang lalu. Melihat Joon-Jae yang berusaha dengan gigih untuk menangkapnya, Nam-Doo lantas mengajaknya untuk bergabung dengannya. Joon-Jae menyetujuinya, asal target penipuan mereka adalah orang-orang yang memang pantas untuk di-scam. Ia juga mengatakan hanya akan melakukannya hingga punya cukup uang untuk membelikan rumah bagi ibunya, seperti janji yang dulu diucapkan Joon-Jae pada sekretaris Nam saat ia memutuskan untuk keluar dari rumah.

“Kamu sudah mengumpulkan banyak uang untuk membeli rumah,” ujar Tae-O.

“Memang. Tapi aku belum menemukan ibuku,” jawab Joon-Jae. “Nam-Doo juga bekerja keras untuk menemukan ibuku, tapi ia belum dapat menemukan keberadaannya.”

Nam-Doo menunjukkan hasil scan X-Ray Sim Chung pada rekannya, seorang dokter. Ternyata ada kejanggalan di tulang kaki Sim Chung yang membuat dokter tersebut tidak percaya bahwa Sim Chung bisa sembuh hanya dalam waktu 7 hari saja.

Nam-Doo kemudian memberitahu Cha Si-Ah (Shin Hye-Sun) tentang hal itu. Si-Ah makin yakin bahwa Sim Chung adalah zombie. Ponsel Si-Ah tiba-tiba berbunyi. Rekannya di lab memberitahunya bahwa mereka sudah menemukan pemilik dari artefak yang mereka temukan beberapa waktu lalu. Namanya adalah Kim Dam Ryung. Mendengar nama itu, Nam-Doo jadi ingat nama yang tertulis di gelang giok milik Sim Chung. Ia jadi makin girang begitu tahu Dam Ryung dulunya adalah seorang kepala desa.

Di pinggir pantai, Sim Chung hendak melompat untuk menangkap ikan dan memakannya. Tiba-tiba saja seorang pria datang dan mencegahnya. Ia adalah Yoo Jung-Hoon (Cho Jung-Seok, yang berperan sebagai Hwa-Shin di Jealousy Incarnate). Ia mengira Sim Chung hendak bunuh diri. Namun Jung-Hoon kemudian terdiam kaget dan menatap wajah Sim Chung sembari menutup mulutnya. Sim Chung melakukan hal yang sama dan mengangguk perlahan.

Jung-Hoon, yang sepertinya adalah penjaga pantai, mengajak Sim Chung ke tempatnya dan minum teh. Tanpa disangka, ia juga seorang putra duyung yang sudah sejak lama tinggal sebagai manusia.

“Siapa sangka aku akan bertemu dengan putri duyung di tengah-tengah Korea,” ujar Jung-Hoon.

“Aku kira aku adalah satu-satunya putri duyung di Seoul,” balas Sim Chung, “Aku sungguh terkejut.”

Sim Chung lantas menceritakan bahwa ia tadi hendak makan karena sudah lapar dan tidak punya uang. Jung-Hoon kemudian memberitahunya bahwa ia bisa menjual mutiara hasil air matanya di sini karena harganya mahal. Ia bahkan memberi trik agar Sim Chung menahan air matanya sejenak saat menangis agar yang keluar adalah air mata tebal, yang menghasilkan mutiara yang lebih besar dan lebih berharga. Sim Chung mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.

“Jadi aku harus banyak menangis dan memberikan mutiara-mutiaraku pada Heo Joon-Jae,” ujar Sim Chung sambil tersenyum.

Begitu tahu Sim Chung datang ke dunia manusia untuk mengejar seorang pria serta ia sudah berada di Seoul selama 1 bulan, Jung-Hoon langsung mengomelinya. Ia lalu memberitahu Sim Chung bahwa putri duyung memiliki batas waktu tertentu saat menjadi manusia. Jika batas waktu tersebut terlewati, maka jantungnya akan mengeras dan ia akan mati. Satu-satunya cara agar hal itu tidak terjadi adalah apabila pria yang dicintainya juga membalas cintanya dengan tulus.

Jung-Hoon lantas menawarkan untuk membantu Sim Chung. Caranya adalah dengan membuat pria yang ia kejar-kejar cemburu (BGM Jealousy Incarnate dengan versi yang sedikit berbeda terdengar). Langkah pertama yang mereka lakukan adalah mengumpulkan mutiara yang banyak untuk bekal shopping. Berdua mereka menonton drama korea dan menangis bersama.

Beberapa saat kemudian, dengan penampilan yang sudah berubah, Jung-Hoon mengantar Sim Chung pulang ke rumah Joon-Jae. Di hadapan Joon-Jae yang membukakan pintu, Jung-Hoon berpura-pura sebagai pasangan Sim Chung dan meminta Joon-Jae untuk menjaga Sim Chung dengan baik selama ia berada di sana. Joon-Jae yang cemburu langsung menarik Sim Chung masuk ke rumah. Namun Sim Chung keluar kembali dan meminta Jung-Hoon untuk pulang terlebih dahulu. Layaknya anak remaja yang sedang pacaran, Jung-Hoon menolak dan meminta Sim Chung yang masuk saja terlebih dahulu. Begitu terus menerus hingga Joon-Jae kesal dan membentak Sim Chung untuk segera masuk ke dalam.

Gil-Jong dan Seo-Hee menjenguk sekretaris Nam yang masih koma di rumah sakit. Istri sekretaris Nam curiga bahwa kecelakaan tersebut disengaja, namun Seo-Hee kembali menegaskan bahwa tidak mungkin hal semacam itu terjadi.

Seseorang perlahan menghampiri Joon-Jae yang sedang tidur. Saat hendak menyentuhnya, Joon-Jae terbangun dan reflek membanting orang tersebut. Begitu lampu dinyalakan, ternyata ia adalah Nam-Doo, berdalih hendak melihat sebentar gelang giok yang dimiliki Joon-Jae. Ia lalu memberitahu Joon-Jae bahwa Si-Ah menemukan artifak-artifak di bangkai kapal yang merupakan milik seseorang bernama Dam Ryung. Nam-Doo hendak mengkonfirmasi apakah nama pada gelang giok tersebut adalah juga Dam Ryung, karena jika benar, maka harganya benar-benar mahal.

“Hyung, kamu tahu mengapa aku menyimpan gelang itu? Aku akan mengembalikan gelang itu pada Sim Chung pada saat ia pergi. Jika aku mengembalikannya sekarang, orang-orang seperti kamu tidak akan membiarkannya sendirian,” ujar Joon-Jae tegas.

“Kamu sungguh aneh belakangan ini. Apakah kamu tiba-tiba bercita-cita menjadi manusia yang baik?” respon Nam-Doo.

“Pergilah,” balas Joon-Jae.

“Joon-Jae, kamu mengerikan,” ujar Nam-Doo sembari tertawa dan berlalu.

Hari berlalu. Pagi hari, Sim Chung muncul di ruang tengah dengan dandanan maksimal, mengenakan baju yang pernah dibelikan oleh Joon-Jae. Nam-Doo dan Tae-O terkagum-kagum melihatnya, sementara Joon-Jae justru menyuruhnya untuk berganti baju, dengan alasan baju itu ia belikan hanya untuk dipajang di kloset, bukan untuk dipakai.

“Ganti itu dengan celana panjang dan jangan ikat rambutmu,” titah Joon-Jae.

Nam-Doo membela Sim Chung dan mengatai Joon-Jae tidak berhak melakukan itu. Joon-Jae membalas bahwa ia berhak karena ia adalah pemilik rumah. Yang tidak mau menurutinya ia persilahkan untuk pergi. Mendengar itu, mau tidak mau Sim Chung akhirnya berganti pakaian.

Saat makan, Nam-Doo menanyakan kemana Sim Chung hendak pergi hari ini dan apakah ia membutuhkan tumpangan. Sim Chung menjawab bahwa ada satu tempat yang akan ia datangi, tapi Joon-Jae memotong dan memintanya untuk membersihkan rumah sebagai imbalan telah tinggal di rumahnya. Nam-Doo dan Tae-O mengatakan bahwa mereka saja yang nanti akan mengerjakan hal itu, tapi Joon-Jae tetap meminta Sim Chung yang melakukannya.

Joon-Jae, Nam-Doo, dan Tae-O hendak pergi. Setibanya di garasi, Joon-Jae baru menyadari ponselnya tertinggal. Ia pun balik kembali ke rumah untuk mengambilnya. Sementara itu, Sim Chung yang sedang bersih-bersih, berusaha keras menahan godaan untuk tidak nyemplung dan berenang di kolam renang milik Joon-Jae. Namun ia tidak tahan lagi dan akhirnya berenang di sana. Tentu saja otomatis ia berubah kembali ke wujud aslinya sebagai duyung. Saat muncul ke permukaan, Sim Chung kaget melihat Joon-Jae yang sudah berada di dalam rumah dan sedang menatap ke arahnya.

Preview Episode 8

Berikut ini adalah preview eps 8 dari drakor Legend Blue Sea:

=== segera ===

» Sinopsis Episode 8 Selengkapnya

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply