Rekap Sinopsis Circle Episode 6 Part 1 (6 Juni 2017)

Di sinopsis “Circle: Two Worlds Connectedepisode sebelumnya, Hang Jung-yeon (Gong Seung-yeon) menemukan sebuah buku lama miliknya yang salah satu lembarannya bertuliskan ‘Byul Noona’. Makin penasaran, ia menghancurkan hiasan bintang kuning yang dipertanyakan oleh Kim Woo-Jin (Yeo Jin-goo) dan mendapati sebuah kertas tersimpan di dalamnya. Kertas tersebut bertuliskan “Woo-Jin ❤ Byul”. Sementara itu, Woo-Jin, dengan ditemani oleh Park Min-Young (Jung In-sun) dan Hong Jin-Hong (Seo Hyun-chul) memeriksa kembali bangunan rumah sakit Engjung. Mereka akhirnya menemukan sebuah area tersembunyi tempat dimana Kim Beom-Gyoon (An Woo-yeon ) sebelumnya disekap. Sayangnya, mereka terlambat dan Beom-Gyoon saat itu sudah dibawa oleh sebuah mobil ambulans yang berlogo burung biru (Bluebird) ke tempat lain. Apa yang terjadi selanjutnya di sinopsis Circle episode 6 Part 1 berikut ini?

Dok. gambar dan video © tvN of Korea Selatan

Sinopsis Episode 6 Part 1

Judul: BETA Project

Tahun 2007. Byul (Gong Seung-yeon) meminta Woo-Jin kecil (Jung Ji-hoon) dan Beom-Gyoon kecil (Kim Ye-joon) untuk membacakan sebuah buku berjudul Bluebird. Beom-Gyoon menolak karena menganggap Byul sudah besar dan seharusnya sudah bisa membaca. Woo-Jin membela Byul dan mengatakan bahwa itu wajar karena Byul belum mengenal bahasa orang bumi. Tanpa disangka, Byul tiba-tiba mengucapkan sepatah kata pada mereka.

“Bluebird,” ujarnya.

Tahun 2017. Woo-Jin menceritakan pada Jin-Hong bahwa ia melihat kakaknya di dalam mobil ambulans tersebut. Ia juga memberitahunya plat nomer mobil tersebut. Jin-Hong segera meminta pada kepolisian untuk mengecek keberadaan mobil tersebut.

“Aku tahu mobil itu,” cetus Min-Young tiba-tiba. “Mobil itu bukan ambulans. Itu mobil donor darah.”

“Mobil donor darah?” tanya Jin-Hong heran. “Kenapa mereka menerima donor darah di ambulans?”

“Jadi begitu rupanya. Jadi seperti itu,” respon Min-Young mengabaikan pertanyaan Jin-Hong. “Kita harus cepat-cepat cari mobil itu! Byeom-Gyoon bisa saja mati!”

“Apa maksudmu? Coba jelaskan,” pinta Woo-Jin.

Min-Young kemudian mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah foto dirinya sedang selfie. Di belakangnya terdapat mobil ambulans yang dibicarakan. Sebelumnya ia ternyata pernah melakukan donor darah di mobil tersebut dan foto selfie tersebut ia lakukan setelah melakukan donor darah. Dari foto tersebut, terlihat pula sosok Kang So-Yoon (korban pertama yang meninggal) sedang menuju ke dalam mobil untuk melakukan hal yang sama.

“Kang So-Yoon mengalami rasa sakit dan mimisan sebelum dia meninggal!” tambah Min-Young. “Aku yakin itu terjadi setelah dia donor darah di mobil itu.”

“Kau tahu darimana?” tanya Jin-Hong.

“Karena aku punya gejala yang sama,” jawab Min-Young. “Sakit dan mimisan.”

“Hyung selalu mencari mobil ini. Berarti mobil ini ‘Bluebird’ yang dimaksud kakakku,” simpul Woo-Jin.

Sesaat kemudian pihak kepolisian mengabarkan pada Jin-Hong bahwa mobil dengan plat nomer yang diminta ternyata sudah dibongkar tahun lalu. Mereka pun yakin ada sesuatu dengan mobil tersebut. Woo-Jin lantas menceritakan mengenai pulpen milik profesor Han Yong-Woo (Song Young-gyu) yang bertuliskan nama rumah sakit Eungjung.

“Tapi itu bukan bukti yang cukup untuk memulai penyelidikan,” respon Jin-Hong. “Kenapa? Ada hal aneh lainnya tentang orang itu?”

Woo-Jin terdiam. Min-Young sempat hendak menceritakan tentang Jung-yeon, tapi Woo-Jin mencegahnya.

“Rumah sakit ini ada hubungannya dengan kejadian ini. Tolong telusuri hal tersebut,” pinta Woo-Jin pada Jin-Hong.

Min-Young kesal pada Woo-Jin karena tidak menceritakan tentang Jung-yeon yang alien dan hubungannya dengan profesor Han pada Jin-Hong.

“Hei, kalau kita berkata seperti itu, dia tidak akan percaya pada kita,” dalih Woo-Jin. “Kau tak tahu?”

“Kalau kita bisa lebih cepat ke sana, kita pasti bisa menemukan Beom-Gyoon,” ujar Min-Young sedih.

“Kau tahu lebih banyak dariku. Aku ini adiknya, tapi aku harus melihatnya dengan mataku sendiri dan harus menderita seperti ini untuk mempercayainya,” respon Woo-Jin.

Woo-Jin lantas duduk di samping Min-Young.

“Kita bisa menemukan Beom-Gyoon karena kita sudah menemukan petunjuk,” lanjutnya. “Jika detektif Hong bisa membantu, kita bisa cepat menemukannya. Hyung pasti bisa ditemukan. Aku tidak ingin memberitahumu ini, tapi kami sepertinya punya hubungan telepati. Karena kami ini kembar.”

Ia pun berpamitan usai menghibur Min-Young. Namun alih-alih pulang ke kamar kostnya, Woo-Jin melanjutkan pencarian terhadap kakaknya. Ia bahkan kembali menuju rumah sakit Eungjung, berusaha mendapatkan petunjuk lain. Di saat itulah ia menyadari adanya kamera CCTV di ruangan tempat Beom-Gyoon disekap.

Di kantor polisi, detektif Choi Hyung-sa mengabarkan penyelidikan mengenai keberadaan mobil ambulans yang hasilnya nihil pada Jin-Hong. Saat sedang mengamati daftar karyawan rumah sakit Engjung, Woo-Jin datang menghampiri Jin-Hong.

“Tidak ada seorang pun bernama Han Yong-woo di rumah sakit Engjung,” ujar Jin-Hong.

“Anda yakin sudah betul-betul mengeceknya?” tanya Woo-Jin memastikan.

“Sebenarnya aku sangat tidak yakin. Maksudku, dia kan bisa saja dikasih pulpen dari seseorang.”

“Detektif, berikan aku daftar nama-nama karyawan RSJ itu. Akan ku temui semua karyawan yang pernah bekerja di sana.”

Jin-Hong kaget mendengarnya. Namun setelah memperhatikan kondisi Woo-Jin yang lusuh dan tampak lelah, ia memintanya untuk beristirahat saja dan akan mengeceknya sendiri.

Setibanya Woo-Jin di kamar kost, sudah ada Jung-yeon menunggunya di depan pintu. Tanpa berkata apa-apa, Jung-yeon menunjukkan kertas yang ia temukan di dalam hiasan bintang kuning.

“Aku… mengira aku ini Byul,” ujar Jung-yeon. “Maaf.”

“Kenapa minta maaf, padahal kau bilang kau tak ingat apa-apa selama ini,” balas Woo-Jin.

“Karena aku tidak tahu,” jawab Jung-yeon.

“Jadi artinya kau tidak tahu apa-apa tentang kakakku. Sekarang pun kau hanya ingin bilang kau tak ada hubungannya dengan ini,” respon Woo-Jin seraya hendak masuk ke kamarnya.

“Aku harus bagaimana sekarang?” cegat Jung-yeon. “Kau benar. Dan kakakmu benar soal aku yang menjadi alien. Jadi aku harus bagaimana sekarang?”

“Aku… terus aku sendiri harus bagaimana? Kau, yang ingin ku percayai, rupanya alien. Dan kakakku, yang sebenarnya aku tidak mempercayainya, menghilang karenaku. Aku harus bagaimana sekarang?”

Woo-Jin dan Jung-yeon duduk berdua di kamar Woo-Jin. Jung-yeon memberitahunya bahwa ‘Bluebird’ adalah kata pertama yang ia ucapkan 3 tahun lalu saat tersadar dari koma. Di saat itu pula, profesor Han mengaku sebagai ayahnya. Setelah itu, Woo-Jin ganti menceritakan tentang saat terakhir ia melihat Byul dan ayahnya, yang saat itu mengaku hendak dinas ke luar negeri.

“Ini ayahku, Kim Kyu-Chul. Mungkin kau ingat?” tanya Woo-Jin sambil menunjukkan foto ayahnya yang tersimpan di ponselnya.

Jung-yeon menggeleng.

“Kakakku bilang tidak mungkin ayahku mengusir kami dan bilang kalau dia diculik oleh alien. Jadi dia terus mencarimu dari dulu,” lanjut Woo-Jin. “Lalu dia bertemu lagi denganmu setelah 10 tahun. Dan kau juga tak ingat apa-apa.”

Tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, keduanya sama-sama duduk merenung. Beberapa waktu kemudian, Woo-Jin mengungkapkan kecurigaannya terhadap profesor Han karena sudah berbohong pada Jung-yeon sebagai ayahnya. Ditambah dengan bukti yang mengarah pada keterkaitannya dengan rumah sakit Engjung.

“Aku akan mencari profesor Han mulai sekarang. Kau bisa membantuku?” tanya Woo-Jin.

“Kau bisa mempercayaiku?” tanya Jung-yeon lirih. “Terima kasih.”

Woo-Jin mengangguk.

Beom-Gyoon dipindahkan ke sebuah ruangan. Ada sebuah tangga di sana, namun pintu di ujung tangga dalam keadaan terkunci. Melihat ada kamera CCTV di sudut langit-langit ruangan, dengan kesal Beom-Gyoon melemparinya hingga kamera tersebut rusak dan terjatuh. Profesor Han yang sedang mengamati siaran CCTV tersebut kaget dan terlihat kesal.

Tak lama Lee Hyun-Seok (Shin Joo-hwan) dan profesor Park Dong-Gun (Han Sang-jin) memasuki ruang laboratorium. Ia kemudian meminta Hyun-Seok untuk mengambilkan sesuatu di suatu tempat. Profesor Park yang sepertinya penasaran akan sesuatu menyusul Hyun-Seok masuk ke dalam mobil profesor Han dan beralasan hendak nebeng. Profesor Park lalu meminta Hyun-Seok mengambilkan tasnya yang tertinggal di ruang lab. Sepeninggal Hyun-Seok, profesor Park memeriksa log GPS profesor Han dan curiga dengan salah satu tempat yang didatangi profesor Han, Gyodeok-dong.

“Profesor Han, apa sebenarnya rencanamu?” ujar profesor Park dalam hati.

Jin-Hong mendatangi sebuah rumah sakit dan menanyakan pada salah seorang perawat mengenai Han Yong-Woo. Ia ternyata tidak mengenalinya meski sudah lama bekerja di rumah sakit tersebut.

“Aku memang kerja di rumah sakit Eunsung sejak dibuka sampai ditutup. Tapi dia tidak kerja di rumah sakit itu,” ujar si perawat.

“Tapi kenapa rumah sakit itu ditutup?” tanya Jin-Hong.

“Tempat itu baru saja ditutup. Ada rumor aneh yang beredar saat RSJ itu ditutup,” jawab si perawat.

“Rumor?”

“Tapi hanya pasien yang menyebarkan rumor omong kosong itu. Mereka memang tidak bisa lagi dipercaya.”

“Boleh bicarakan itu lebih rinci lagi?” tanya Jin-Hong.

“Kata mereka ada semacam eksperimen aneh, atau begitulah. Kata mereka juga pernah melihat hantu. Bahkan ada rumor kalau ada seseorang yang meninggal di ruang bawah tanah. Tapi itu semua hanya rumor. Lagipula tempat itu rumah sakit jiwa,” beber si perawat.

“Boleh aku ketemu dengan pasien yang berkata seperti itu?” pinta Jin-Hong.

“Bertemu pun pasti sia-sia,” balas si perawat.

Yang dimaksud sia-sia oleh si perawat ternyata karena pasien yang dimaksud sudah setahun lebih tidak mau berbicara pada siapapun. Ia juga tetap membisu saat Jin-Hong menunjukan foto profesor Han dan menanyakan apakah orang tersebut yang melakukan eksperimen.

“Bukan dia orangnya,” ujar si pasien saat Jin-Hong hendak meninggalkan kamarnya.

“Baruan Anda bicara?” respon si perawat kaget.

Jin-Hong perlahan menghampiri si pasien dan bertanya, “Apa maksud Anda, bukan dia?”

Woo-Jin dan Jung-yeon menyelinap masuk ke ruang kerja profesor Han di rumahnya untuk mencari petunjuk. Saat sibuk menggeledah ruangan, tanpa disadari profesor Han pulang ke rumah sambil menelpon seseorang.

“Apa Jung-yeon sudah ikut perawatannya?” tanya profesor Han pada seseorang di ujung telepon. “Apa ada peningkatan?”

“Kita harus terus mencoba. Bagaimana dengan eksperimen Anda?” balas orang tersebut.

“Aku mengumpulkan banyak data, tapi aku tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan.”

“Jung-yeon harus cepat-cepat mengingat semuanya. Hanya Byul saja yang tahu kunci Sistem Perlindungan Stabil itu.”

“Kita harus mencari tahu bagaimana ingatannya bisa ditekan, tapi itu tidaklah mudah,” ujar profesor Han.

“Pokoknya, kita harus cepat. Eksperimen ini memakan biaya yang cukup besar dan seseorang detektif saja menerobos masuk ke rumah sakit Eunsung. Aigoo, kalau saja bukan karena orang itu. Kalau saja dia tidak begitu pada Byul, kita tidak akan kesusahan seperti ini.”

Tiba-tiba profesor Han mendengar suara barang terjatuh dari dalam ruang kerjanya. Woo-Jin-lah penyebabnya, yang tidak sengaja menjatuhkan sebuah buku. Ia pun kaget mendapati sebuah foto lama milik profesor Han yang berpose di depan rumah sakit Eunjung.

“Sedang apa kau?” tanya profesor Han yang tiba-tiba sudah berada di sana.

Dengan cepat Woo-Jin menyembunyikan foto tersebut ke dalam bajunya. Jung-yeon lantas beralasan bahwa mereka mendapat tugas kuliah dan ingin melihat buku-buku milik profesor Han sebagai referensi.

“Kau sudah lihat?” tanya profesor Han dengan tatapan datar setelah terdiam sejenak.

“Apa?” tanya Woo-Jin gugup.

Profesor Han lalu tersenyum dan melanjutkan kata-katanya.

“Kau sudah lihat buku yang ingin kau lihat?”

“Oh, belum,” jawab Woo-Jin.

“Biar bapak ambilkan bukunya, jadi bacalah,” lanjut profesor Han.

Sambil membawa beberapa buku pemberian profesor Han, Woo-Jin dan Jung-yeon meninggalkan rumah Jung-yeon sambil menghela nafas lega. Mereka kemudian menuju kost-kostan Woo-Jin untuk memeriksa foto yang tadi ditemukan Woo-Jin.

“Ini rumah sakit Eunsung,” ujar Woo-Jin saat memperhatikan foto tersebut. “Inilah bukti kuat kalau ayahmu terlibat dalam insiden ini.”

Woo-Jin mengecek foto-foto lain yang ia temukan. Ia pun terkejut mendapati ayahnya berada di salah satu foto tersebut, sedang bersama profesor Han.

“Kenapa ayahku ada di sini?” tanya Woo-Jin syok.

Sementara itu, pasien yang ditemui oleh Jin-Hong, memberitahu Jin-Hong bahwa otak eksperimen adalah Kim Kyu-Chul.


Keterlibatan ayah Woo-Jin dan Beom-Gyoon, Kyu-Chul, dalam eksperimen terhadap Byul rasanya sudah bisa ditebak dari episode lalu. Pertanyaan selanjutnya, apakah Kyu-Chul masih lanjut dalam proyek eksperimen tersebut (dan kemungkinan adalah orang yang telpon-telponan dengan profesor Han) atau justru dia yang ‘melakukan sesuatu’ dan menyebabkan Byul bisa kehilangan ingatan. Bener-bener bikin gemes nih drakor, hehehe.

» Bersambung ke Part 2

One Response - Add Comment

Reply