Sinopsis The Gifted Graduation Episode 3 (S1E3) (2020)

Di cerita sebelumnya, diketahui bahwa potensi dari Time adalah kemampuannya untuk mengetahui lokasi seseorang dengan tepat. Terkuak juga keberadaan kelompok Anti-Gifted yang berniat untuk menghentikan program Gifted dengan menghalalkan segala cara. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis The Gifted Episode 3 Lengkap

Saat sedang patroli di malam hari, Third dan timnya mendengar ada suara misterius dari rooftop sekolah. Mengira itu hantu, mereka pun lari tunggang langgang.

Tanpa mereka sadari, pelakunya adalah Ohm. Ia bersama Wave dan Punn tengah bersiap untuk memasang router agar bisa dinyalakan keesokan harinya. Apesnya, Ohm menumpahkan sedikit air ke router tersebut. Untuk memeriksa apakah ada kerusakan, ia lantas menyalakannya.

Itu yang menjadi masalah. Wave memberitahu bahwa mereka hanya boleh menyalakannya esok hari karena pihak sekolah selalu bisa mendeteksi dan memblokir router tersebut dalam waktu singkat. Lebih lanjut, Punn menambahkan bahwa energi dalam router sengaja diatur sedemikian rupa agar hanya bisa dihidupkan satu kali saja.

Walau rencana berantakan, di sisi lain murid-murid sekolah sejak malam itu bisa merasakan jaringan internet dengan koneksi yang kencang.

Esok harinya, Ohm memberitahu Pang dkk bahwa banyak murid yang mengucapkan terimakasih di grup sekolah untuk siapa saja yang sudah membuka akses internet kencang di sekolah. Alih-alih senang, Wave mengingatkan bahwa semakin banyak yang menggunakannya, maka semakin cepat pula pihak sekolah akan mengetahuinya.

Ia kemudian membeberkan rencananya untuk menghack seluruh komputer di area sekolah dengan memanfaatkan akses internet tersebut. Dengan demikian, nantinya saat ujian penempatan, rekan-rekannya yang lain bisa keluar masuk bangunan sekolah dengan bebas. Ia juga membagikan password khusus bagi Pang dkk.

Tak lama Time pun bergabung. Pang ingin sekali lagi memastikan potensi dari Time. Disimpulkan bahwa Time bisa mengetahui dengan pasti lokasi seseorang. Namun kemampuannya itu terbatas pada orang-orang yang ia kenal saja.

Wave lalu menanyakan apakah Time juga bisa mendeteksi keberadaan barang tertentu. Saat hendak dicoba, kepala Time terasa pusing. Pang pun memintanya untuk beristirahat saja.

Sebelum pergi, giliran Time yang bertanya mengenai rencana Pang dkk saat ujian penempatan esok hari. Pang menjawab bahwa sebaiknya Time tidak mengetahuinya.

Direktur Supot meminta Time menemuinya. Ia mengaku mengagumi semangat dan usaha Time dalam menghidupkan kembali program Gifted. Time merasa senang mendengarnya.

Direktur Supot lantas menambahkan bahwa Gifted adalah salah satu caranya dalam memberikan masa depan yang cerah bagi murid-murid di sekolah. Ia sangat berharap Time bisa diterima di program tersebut.

Miss Darin menghampiri guru Pom yang sedang mengecek mesin gelombang suara untuk keperluan ujian penempatan. Ia menanyakan tentang bagaimana proses ujian berlangsung. Sesaat kemudian direktur Supot muncul. Ia minta agar miss Darin membantu mengawasi pergerakan kelompok Anti-Gifted selama ujian penempatan berlangsung nantinya. Miss Darin mengiyakan.

Sebelum pergi, miss Darin mempertanyakan koneksi internet di sekolah yang mendadak menjadi kencang. Ia curiga pelakunya adalah kelompok Gifted angkatan XV. Sembari tersenyum, direktur Supot meminta agar miss Darin tidak perlu khawatir karena ia sudah punya rencana lain.

Pihak sekolah mengumumkan bahwa pada hari ujian penempatan, seluruh jaringan komunikasi akan dimatikan. Punn meyakini pihak sekolah menggunakan semacam alat jamming (pengacau) sinyal untuk itu. Mendengarnya, Pang menyatakan bahwa satu-satunya cara agar rencana mereka bisa terus berjalan adalah dengan menghancurkan alat jamming yang bersangkutan. Dan untuk menemukan lokasi alat tersebut, Time lah satu-satunya harapan mereka.

Meski sudah waktunya, ujian penempatan belum bisa dimulai karena masih menunggu Grace yang terlambat bangun. Seorang guru terpaksa menjemputnya karena menurut aturan ujian tersebut wajib diikuti oleh semua murid baru.

Sementara itu, di kelas, guru pengawas memberitahu bahwa selama ujian berlangsung tidak boleh ada yang meninggalkan ruangan. Time kaget mendengarnya. Rencananya, ia akan membantu mencari keberadaan alat jamming dengan cara ijin untuk pergi ke toilet di tengah-tengah ujian.

Ujian pun dimulai. Dengan nekad Time lantas berdiri dan minta ijin untuk ke toilet. Tanpa disangka, Pang ternyata sebelumnya telah menggunakan potensinya pada guru pengawas yang bersangkutan. Ia minta agar guru tersebut mengizinkan Time apabila ia hendak izin ke toilet. Dan sesuai rencana, guru itu mengizinkan Time untuk keluar ruangan.

Time bergegas menuju salah satu bilik di toilet dan mengambil dengah sekolah serta walkie talkie yang disembunyikan di dalam wadah air. Setelah mengabarkan pada Pang, ia mulai mencoba untuk mencari keberadaan alat jamming dengan bekal ciri-ciri yang disebutkan oleh Wave.

Usahanya berhasil. Tanpa membuang waktu, Time menuju sebuah ruangan yang digembok. Saat mencoba membukanya, Grace muncul dan menawarkan untuk membantunya. Time hanya bisa terbengong-bengong melihat Grace dengan mudah membuka gembok tersebut.

Alat yang dicari benar berada di dalam ruangan tersebut. Pang dan Wave meminta Time untuk segera mematikan alat tersebut. Alih-alih melakukannya, Time justru pergi karena teringat kembali kata-kata direktur Supot.

Dengan wajah terlihat kesal, Time membuang walkie talkienya ke tempat sampah.

Pang dan Mon mencegat Time dan Grace. Time minta agar Grace terlebih dahulu kembali ke kelas. Sepeninggal Grace, Mon mempertanyakan aksi Time yang membatalkan rencana mereka begitu saja. Time berdalih bahwa ia tidak ingin memihak siapapun.

Mendengarnya, Pang langsung meraih tangan Time. Ia seperti hendak menggunakan potensinya, namun lagi-lagi membatalkannya. Pang hanya menyatakan bahwa disadari atau tidak saat ini Time sudah menentukan pihak mana yang ia pilih.

Wave menyemangati rekan-rekannya yang terpuruk. Meski kali ini mereka gagal, ia mengingatkan bahwa kebersamaan mereka untuk saat ini adalah keberhasilan tersendiri. Walau agak geli mendengar ‘pidato’ Wave, Pang dkk jadi tersenyum dan bersemangat kembali.

Tanpa disangka, sinyal internet tiba-tiba kembali muncul. Bukan Time dan Grace, yang mematikan alat jaming ternyata adalah miss Darin.

Tidak membuang waktu, Pang dkk pun memulai rencana mereka.

Yang pertama-tama mereka lakukan adalah menghapus file audio gelombang suara di komputer kontrol. Mengetahui hal itu, guru Pom bergegas kembali ke ruangannya untuk mengambil backup. Begitu ia masuk ke dalam ruangan, Ohm yang menggunakan potensinya untuk menghilangkan diri segera mengambil hard disk backup guru Pom dan menguncinya di ruangan tersebut.

Dengan tidak adanya guru Pom di ruang kontrol, giliran Mon dan Punn yang menuju ke TKP. Punn terlihat mengkopi sesuatu ke komputer kontrol.

Langkah berikutnya adalah Pang yang datang menghampiri direktur Supot seorang diri. Sudah tahu bahwa Gifted XV adalah otak di balik kejadian tersebut, dengan tenang direktur Supot mempersilahkan Pang untuk duduk.

Pang lantas memberitahu bahwa ia sudah menghapus semua file audio ujian penempatan Gifted kecuali satu. Ia akan memberikan file audio tersebut apabila direktur Supot mau mengundurkan diri.

Direktur Supot mengatakan bahwa ia bisa saja membuat kembali file audio tersebut tanpa bantuan dari Pang. Mendengarnya, Pang menambahkan bahwa ia tahu hubungan direktur Supot dengan pihak kementrian sedang tidak baik. Tentu direktur Supot tidak ingin di saat-saat seperti ini ia terlihat tidak mumpuni dalam pekerjaannya.

Alih-alih menyetujui permintaan Pang, direktur Supot memberikan penawaran lain. Jika Pang mengembalikan file audio tersebut, ia akan memperbolehkan Pang dkk kembali ke kelas Gifted. Lengkap beserta seluruh priviledge mereka seperti sebelumnya.

Giliran Pang yang tidak setuju. Ia bernegoisasi dengan meminta agar direktur Supot menghapus aturan-aturan di sekolah yang lebih mengutamakan murid-murid berbakat ketimbang murid-murid biasa. Setelah berpikir sejenak, direktur Supot mengakui kemenangan Pang dkk kali ini dan menyetujui permintaannya.

Untuk memastikan janji direktur Supot, Wave mengaktifkan sistem speaker sekolah di laptop direktur Supot. Mau tidak mau direktur Supot langsung mengumumkan bahwa sejak saat itu tidak ada priviledge khusus bagi murid-murid yang ada di kelas Gifted maupun kelas biasa (1 sampai 8). Semuanya mendapatkan hak dan fasilitas yang sama.

Wave, Ohm, Mon, Punn, dan yang lainnya girang mendengarnya. Tanpa membuang waktu lagi, Punn kemudian mengaktifkan file audio gelombang suara. Selain Time, Third dan Grace ternyata bereaksi mendengar gelombang suara tersebut.

Miss Darin mendapati ruangannya dalam kondisi berantakan. Saat memeriksa rekaman CCTV, terlihat ada seseorang yang mengambil cairan merah miliknya.


“The Gifted Graduation” tayang setiap hari Minggu mulai tanggal 6 September 2020. Di Indonesia, Serial ini bisa disaksikan melalui kanal Youtube GMMTV secara gratis.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply