Review Komik Year Zero Volume 2 #3 (AWA Studios, 2021)

Di cerita sebelumnya, meski selamat dari serangan perompak, kapal yang dikendarai Hallie Ragnar beserta dua cucunya ternyata terkena tembakan dan berlobang. Sementara itu, perkampungan yang diledakkan oleh El Topo ternyata adalah tempat tinggal orang tua Gabriela, salah satu selirnya, yang juga memiliki hubungan dengan Manuel, pilot helikopter El Topo. Di belahan bumi lain, Ishmael Achebe menyelamatkan seorang penduduk lokal yang menyatakan bahwa ia diutus oleh sukunya untuk mencari sang penyelamat. Terakhir, ada Tina Pumper yang mendapati seseorang berusaha untuk masuk ke dalam mall melalui atap. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak jawabannya dalam sinopsis komik Year Zero Volume 2 #3 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Upshot’s hit series Year Zero returns with four new harrowing tales of survival from around a post apocalyptic world: A grizzled Norwegian sea captain and her two young grandchildren navigate an ocean teeming with undead while eluding the relentless pirates on their trail. A Colombian cartel boss indulges all of his most sadistic whims unaware that a threat far greater than zombies is headed toward his jungle fortress. A Rwandan doctor must overcome the crippling fear that has plagued him all his life as he stumbles through the African bush. And a pregnant woman barricaded in an American big box store discovers that the greatest threat to her life – and her unborn child’s – might not be undead.

Story: Benjamin Percy
Art: Juan Jose RYP
Color: Frank Martin JR
Letter: Andworld Design
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 27 Januari 2021

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di luar semenanjung Norwegia. Hallie memerintahkan cucunya untuk membuang air yang masuk ke kapal. Sayangnya, lubang yang ada terlalu besar sehingga usaha mereka sia-sia. Mau tidak mau Hallie menabrakkan kapalnya ke beting agar tidak sepenuhnya tenggelam. Ia lantas menurunkan sekoci dan bersiap pergi ke daratan mencari peralatan reparasi untuk memperbaiki kapalnya.

Tak lama, sekoci mereka sampai di dermaga. Sayangnya, dermaga tersebut ternyata dipenuhi oleh zombie. Setelah berhasil menjauh, di hadapan mereka kini terlihat sebuah kapal pesiar.

Di Kolombia. El Topo mendatangi Manuel yang sedang mengecek helikopter. Ia ternyata tahu Gabriela diam-diam mendatangi kamar Manuel. Manuel berdalih tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Gabriela. El Topo pun merespon dengan meminta Manuel menyatakan bahwa ia tidak keberatan jika Gabriela mati. Dengan berat hati Manuel mengiyakan.

El Topo lalu mengajak Manuel mengikutinya. Tanpa disangka, tujuannya adalah kandang cheetah. Dan di sana sudah ada Gabriela yang tubuhnya penuh luka.

Manuel segera meminta El Topo untuk mengeluarkan Gabriela. Alih-alih menuruti, El Topo justru memerintahkan anak buahnya untuk mendorong Manuel ke dalam kandang cheetah.

Sementara itu, sekelompok tentara Amerika tiba di dekat mansion El Topo. Tanpa basa basi mereka membunuh salah satu penjaga El Topo.

Di Rwanda. Gahiji, pria yang diselamatkan oleh Ishmael, memberitahu lokasi desa tempatnya tinggal. Ia berharap Ishmael mau menolong keluarganya serta penduduk desa yang lain dan membawanya untuk tinggal di tempat Ishmael yang aman. Tepat setelah ia mengatakan hal tersebut, salah satu singa yang sebelumnya berada di luar muncul dan menarik tubuh Gahiji.

Mengetahui Gahiji sudah tidak bisa diselamatkan lagi, dengan tenang Ishmael mengambil botol sodium sianida dan menggunakannya pada 2 ekor singa yang tengah asik menyantap Gahiji.

Satu jam kemudian, kedua ekor singa tersebut sudah tewas bersimbah darah. Ishmael lantas menguliti salah satunya dan menggunakan kulit singa tersebut sebagai penutup tubuhnya. Ia pun bersiap untuk menuju desa Gahiji.

Di Phoenix, Arizona. Seseorang dengan mengenakan helm dan membawa tongkat baseball berhasil menerobos masuk ke dalam supermarket melalui jendela atap. Tanpa basa basi ia langsung mengejar Tina. Dengan memanfaatkan barang-barang yang ada, Tina berusaha untuk menghindar darinya. Hingga di satu kesempatan ia berhasil melajukan forklift untuk menubruk orang tersebut.

Tanpa takut, Tina menggunakan pecahan kaca untuk mengancam orang tersebut. Tampak wajah seorang remaja pria yang ketakutan saat helmnya dibuka. Ia mengaku hanya merupakan utusan… dari gang motor yang sudah menunggu di depan pintu mall.


Makin seru dan makin sulit untuk ditebak arahnya. Tidak seperti prekuelnya yang di pertengahan sudah terbaca ending-nya. Saya hanya agak khawatir dengan kisah Ishmael. Takutnya bakalan serupa dengan salah satu kisah di Year Zero sebelumnya, dimana sebuah ‘panggilan’ untuk datang ternyata cuma jebakan. Semoga sih tidak.

Last modified on January 29, 2021 11:41 pm

Share
Cosa Aranda

Cosa Aranda adalah blogger profesional dari kota Surabaya yang sudah berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2005. Sempat beberapa kali menjadi pembicara seminar dan mengadakan workshop pada periode tahun 2007-2010. Saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggeluti hobi dan passionnya di bidang travelling, hiburan, serta permainan arcade. Bisa ditemui di Facebook jika ingin berkenalan.