Review Komik Year Zero Volume 2 #2 (AWA Studios, 2020)

Di cerita sebelumnya, kita berkenalan dengan Hallie Ragnar (seorang nenek yang berlabuh bersama dua cucunya), El Topo (seorang boss kartel yang sadis), Tina Pumper (seorang pegawai supermarket yang terkurung dalam pusat perbelanjaan tempatnya bekerja), dan Ishmael Achebe (seorang dokter muda yang terjebak di padang rumput Afrika). Semuanya harus bertahan hidup di tengah kerasnya dunia yang sudah dikuasai oleh zombie. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak kelanjutannya dalam sinopsis komik Zero Volume 2 #2 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Year Zero Volume 2 #2 (AWA Studios, 2020)

Upshot’s hit series Year Zero returns with four new harrowing tales of survival from around a post apocalyptic world, set several months after the events on Volume One: A grizzled Norwegian sea captain and her two young grandchildren navigate an ocean teeming with undead while eluding the relentless pirates on their trail. A Colombian cartel boss indulges all of his most sadistic whims unaware that a threat far greater than zombies is headed toward his jungle fortress. A Rwandan doctor must overcome the crippling fear that has plagued him all his life as he stumbles through the African bush. And a pregnant woman barricaded in an American big box store discovers that the greatest threat to her life – and her unborn child’s – might not be undead.

Story: Benjamin Percy
Art: Juan Jose RYP
Color: Frank Martin JR
Letter: Andworld Design
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 9 Desember 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di Norwegia. Hallie memberi aba-aba pada kedua cucunya untuk bersiap menghadapi perompak. Sementara kapal perompak tersebut melaju kencang ke arah mereka, kedua cucu Hallie masuk ke dalam untuk membuat bom molotov dengan botol dan kain. Sesaat kemudian terjadi tabrakan di antara kedua kapal, disusul dengan Hallie yang seorang diri menghadapi para perompak tersebut. Di saat perhatian mereka teralihkan, kedua cucu Hallie melemparkan bom-bom bikinan mereka ke kapal perompak.

Di Kolombia. El Tope dengan bersemangat menceritakan pada ketiga selirnya bagaimana ia meledakkan sebuah perkampungan. Salah seorang di antaranya, Gabriela, tiba-tiba pergi meninggalkannya tanpa pamit. El Topo hendak membunuhnya karena kesal, namun kedua selir yang lain mencegahnya. Mereka beralasan Gabriela sedang tidak enak badan.

Gabriela ternyata diam-diam pergi ke kamar Manuel, pilot helikopter El Topo. Manuel mengingatkan bahwa tidak seharusnya Gabriela menemuinya karena mereka bisa dalam bahaya jika terpergok El Topo. Gabriela tidak peduli. Ia menumpahkan kekesalan sekaligus kesedihannya pada Manuel karena desa yang diledakkan oleh El Topo adalah desa tempat tinggal kedua orang tuanya. Manuel sebenarnya tahu hal itu, namun ia mengaku tidak bisa berbuat banyak karena takut pada El Topo. Dan di sisi lain, setidaknya El Topo memberi tempat perlindungan bagi mereka.

Di Phoenix, Arizona. Tepat sebelum zombie menyerang, Tina ternyata sempat berhubungan badan dengan rekan kerjanya, Clint. Ia bahkan melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Clint dihabisi oleh sekelompok zombie saat mereka hendak meninggalkan mall tempat mereka bekerja. Untungnya Tina masih sempat masuk kembali ke dalam dan menutup pintu rapat-rapat.

Kini, setelah terkurung dalam pusat perbelanjaan selama beberapa waktu, Tina menyadari bahwa dirinya hamil.

Di Rwanda. Ishmael mendengar seseorang berteriak meminta tolong tepat di bawah pohon tempatnya tinggal. Saat dilihat, terdapat seorang pria dengan beberapa ekor singa di hadapannya, siap untuk menerkam.

Di Norwegia. Hallie dan kedua cucunya berhasil lolos dari serangan perompak. Salah seorang cucu Hallie menggunakan teropongnya ke arah kapal perompak yang terbakar. Terlihat kepala perompak terus menatap ke arah kapal Hallie dengan penuh dendam.

Tiba-tiba terdengar suara keras dari mesin kapal Hallie. Saat diperiksa, terlihat ada kobaran api dari dalam mesin. Tidak itu saja, lambung kapal mereka ternyata bocor.

Di Kolombia. Sekelompok tentara Amerika memeriksa desa yang sebelumnya diledakkan oleh El Topo. Setelah tahu desa tersebut terkena ledakan misil, mereka berniat untuk memeriksa mansion El Topo yang berada tidak jauh dari desa tersebut.

Di Phoenix. Karena tidak ada pilihan lain, Tina mencoba mempelajari tehnik melahirkan dari film-film drama dan buku yang bisa ia temukan di mall. Tiba-tiba terdengar suara ketukan kaca yang keras dari arah supermarket. Saat diperiksa, tidak ada seorang pun di sana. Namun Tina kemudian sadar bahwa satu-satunya jendela kaca di ruangan tersebut ada di bagian atap. Dan saat ia melihat ke atas, terlihat ada seseorang di balik atap. Tanpa disangka, jendela tersebut mendadak pecah dan orang yang di sana terjatuh ke bawah.

Di Rwanda. Dengan sekuat tenaga Ishmael berhasil menyelamatkan orang yang ada di bawah sebelum menjadi santapan singa. Ketika diperhatikan, orang tersebut terlihat tersenyum sembari menatap Ishmael. Ia mengaku diutus oleh desanya untuk mencari sang juru selamat dan kini ia merasa sudah menemukannya.


Sejauh ini serial ini cukup menjanjikan. Plot yang dihadirkan terasa lebih menegangkan ketimbang prekuelnya. Artwork yang berkualitas juga tetap terjaga. Tapi, jika mengacu pada situs AWA Studios selaku penerbit, sepertinya hanya ada 5 edisi yang akan hadir. Kalau memang tensi dan kualitasnya bisa terus meningkat, saya sih tidak keberatan kalau berlanjut ke volume 3, 4, dan seterusnya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply