Review Komik Year Zero Volume 2 #1 (AWA Studios, 2020)

Tidak butuh jeda lama dari berakhirnya Year Zero ke seri penerusnya. Kali ini tidak disebutkan terdiri dari berapa edisi. Kemungkinan karena pihak AWA Studios dan Upshot sendiri sebelumnya tidak menyangka komik Year Zero bakal meraih kesuksesan. Kali ini mereka tidak ingin membatasi alur cerita dan sepertinya akan mengalir begitu saja mengikuti respon dari pasar. Nah, seperti apa ceritanya? Apa bakal melanjutkan kisah yang belum usai di seri sebelumnya? Atau akan mengangkat karakter-karakter baru? Temukan jawabannya dalam sinopsis komik Year Zero Volume 2 #1 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Year Zero Volume 2 #1 (AWA Studios, 2020)

Upshot’s hit series Year Zero returns with four new harrowing tales of survival from around a post apocalyptic world, set several months after the events on Volume One: A grizzled Norwegian sea captain and her two young grandchildren navigate an ocean teeming with undead while eluding the relentless pirates on their trail. A Colombian cartel boss indulges all of his most sadistic whims unaware that a threat far greater than zombies is headed toward his jungle fortress. A Rwandan doctor must overcome the crippling fear that has plagued him all his life as he stumbles through the African bush. And a pregnant woman barricaded in an American big box store discovers that the greatest threat to her life – and her unborn child’s – might not be undead. BenjaminPercy (Wolverine, X-Force) once again pens this global look at the zombie apocalypse, now joined by artist Juan Jose Ryp (Britannia) and colorist Frank Martin (Infinity Wars).

Story: Benjamin Percy
Art: Juan Jose RYP
Color: Frank Martin JR
Letter: Andworld Design
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 4 November 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di Norwegia. Dua orang bocah bersusah payah menarik jala penuh ikan ke atas kapal. Tiba-tiba muncul satu sosok zombie dari dalam air, berusaha menarik salah satunya ke dalam. Untunglah nenek mereka, Hallie Ragnar, langsung gercep dan menghujamkan tombaknya ke kepala zombie tersebut. Dengan tenang ia lantas meminta cucunya untuk menandai tempat tersebut di peta agar ia bisa mencari jalur lainnya yang lebih aman.

Di Kolombia. Seorang kepala kartel bernama El Topo tinggal di rumah yang mewah. Ia merasa sudah memiliki segalanya. Harta, tahta, dan wanita. Kendati demikian, dengan kondisi dunia saat ini dimana mayoritas populasi penduduk sudah berubah menjadi zombie, ia mulai bosan.

Di Phoenix, Arizona. Seorang gadis bernama Tina Turner mengurung diri di dalam sebuah mall. Sepertinya tempat tersebut aman dari gangguan zombie. Ia bebas melakukan apa saja dan berkeliaran ke sana kemari. Hingga tiba-tiba perutnya mulai merasa mual.

Di Rwanda, Afrika Timur. Ishmael Achebe adalah seorang mahasiswa kedokteran yang kini terjebak di padang rumput. Tidak hanya harus bertahan hidup dari zombie, ia juga harus menyelamatkan diri dari binatang buas. Sebuah rumah pohon menjadi tempat berlindungnya saat ini.

Di Norwegia. Rolf, salah satu cucu Hallie, menyerang seekor burung camar dengan menggunakan ketapel. Tanpa disangka, burung tersebut ternyata sedang membawa sepotong tangan zombie. Meski burung tersebut berhasil lolos, Hallie tetap memarahi Rolf karena perbuatannya itu diyakini bakal mendatangkan malapetaka. Saat Hallie membuang potongan tangan zombie ke laut, tak jauh dari hadapan mereka muncul kapal dengan sejumlah awak bersenjata tajam.

Di Kolombia. El Topo membangunkan anak buahnya, Manuel, yang bisa menerbangkan helikopter. El Topo meminta Manuel membawanya berkeliling untuk mencari desa yang masih aman dari zombie. Saat desa yang dimaksud diketemukan, dengan sadis El Topo justru meledakkannya dengan peluru misil helikopter.

Di Phoenix. Tina berulangkali muntah. Ia bergegas menuju apotik untuk mencari obat yang cocok. Di saat tengah memeriksa rak, pandangannya tertuju pada iklan alat tes kehamilan. Tina pun tertegun melihatnya.

Di Rwanda. Seperti malam-malam biasanya, Ishmael sulit memejamkan mata. Setiap hendak tidur ia selalu terbayang segala hal buruk yang terjadi di Afrika, yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Wabah penyakit, perang saudara, hingga pembantaian etnis. Di saat ia menghidupkan lampu, tiba-tiba di bawah pohon terlihat seseorang yang meminta pertolongan.


Terjawab sudah bahwa dalam volume keduanya ini serial Year Zero bakal menghadirkan karakter-karakter yang berbeda. Saya sih masih tetap berharap bakal ada reuni dengan karakter-karakter sebelumnya. Untuk ceritanya masih belum bisa ditebak karena edisi ini bisa dibilang hanya berisi perkenalan saja. Pun begitu, grafisnya patut sekali untuk diberi acungan empat jempol sekaligus. Isli kirin bingit!

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply