Review Komik Year Zero #2 (AWA Studios, 2020)

Di cerita sebelumnya, kita diperkenalkan kepada 5 tokoh sentral yang akan menemani kita sepanjang perjalanan mini seri Year Zero. Yaitu Sara Lemons, Daniel Martinez, Saga Watanabe, B.J. Hool, dan Fatemah Shah. Meski berada di tempat yang terpisah, masing-masing dari mereka menghadapi masalah yang sama — zombie. Lalu bagaimanakah kelanjutan ceritanya? Akankah satu atau beberapa di antara mereka akan bertemu? Temukan jawabannya dalam sinopsis komik Year Zero #2 di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Year Zero #2 (AWA Studios, 2020)

Ben Percy (Wolverine) and Ramon Rosanas (Star Wars: Age of Resistance) team up to present an epic tale that offers a global look at the Zombie Apocalypse. A Japanese hitman, a Mexican street urchin, an Afghan military aide, a Polar research scientist, a Midwestern American survivalist – five survivors of a horrific global epidemic who must draw upon their unique skills and deepest instincts to navigate a world of shambling dead. Year Zero wrestles with the weighty moral and theological questions posed by the pandemic and investigates its cause and possible cure.

Story: Benjamin Percy
Art: Ramon Rosanas
Color: Lee Roughridge
Letter: Sal Cipriano
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 24 Juni 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Stasiun Penelitian Kutub, sebelumnya. Dari penelitian awal, sampel darah yang dimiliki manusia yang diketemukan dalam kondisi beku ternyata memiliki kemampuan imun serta regenerasi yang jauh di atas rata-rata. Dengan keterbatasan peralatan yang ada, Sara memutuskan untuk mengirim sampel tersebut ke London untuk diteliti lebih lanjut.

Mexico City, saat ini. Daniel Martinez berlari masuk ke dalam gereja. Wajahnya terlihat ketakutan. Ia bersembunyi di salah satu bilik yang ada. Ternyata ada seorang zombie yang tengah mengejarnya. Dan zombie tersebut perlahan melangkah mendekati bilik tempat Daniel bersembunyi.

Benar saja, sesaat kemudian zombie tersebut sudah mendobrak pintu bilik dan berusaha meraih tubuh Daniel. Tanpa diduga, tiba-tiba terdengar suara pistol yang disusul dengan hancurnya kepala si zombie.

Seorang pria dengan tato harimau di leher sebelah kiri belakang muncul. Tanpa banyak basa basi, ia minta agar Daniel mengikutinya jika ingin tetap hidup. Daniel sendiri tidak butuh waktu lama untuk mengenali si pemilik tato tersebut. Yaitu orang yang telah membunuh kedua orang tuanya.

Tokyo, saat ini. Saga Watanabe mendapati kekasihnya, Akari, dalam keadaan tidak bernyawa di mobil. Alih-alih zombie, dari luka yang dialami Akari, Saga langsung ngeh bahwa itu adalah perbuatan seseorang. Dengan tenang, ia pun berjalan menuju Shinjuku, sembari membunuh satu persatu zombie yang mencoba menghadangnya. Tujuannya kini satu, balas dendam kepada orang yang telah membunuh Akari.

Kabul, saat ini. Saat Fatemah Shah sedang berdiskusi dengan rekan-rekannya perihal apa yang barusan terjadi pada Steward, pria yang dibicarakan perlahan bangkit. Ia ternyata sudah berubah menjadi zombie dan langsung menyerang salah satu wanita yang ada di dekatnya.

Walau sempat panik, Fatemah lantas mengambil senapan yang ada di ruangan tersebut dan menembak Steward hingga tewas. Ia kemudian meminta yang lain tidak bersuara, lalu perlahan menutup kembali pintu ruang bawah tanah.

Burnsville, Minnesota, saat ini. B.J. Hool mencoba menghubungi rekan-rekannya — sesama orang yang percaya bahwa suatu saat nanti serbuan zombie akan datang — lewat komunikasi radio dan tidak mendapatkan jawaban. Namun saat ia melangkah keluar ruangan, tiba-tiba terdengar suara panggilan dari radio.

Dari buku The Black Death karya Giovanni Boccaccio. Wabah yang selama ini kita ketahui disebabkan oleh penyakit pes ternyata berkaitan dengan zombie. Dalam buku tersebut dinyatakan bahwa cara yang paling efektif dalam ‘menyembuhkan’ penderita adalah dengan membakar atau memenggal kepalanya.


Harapan atau tebakan saya bahwa akan ada satu dua karakter yang bertemu rasanya sulit terwujud. Secara logika, lokasi masing-masing saling berjauhan. Bukan sekedar beda wilayah, melainkan beda negara. Ada yang di kutub pula. Pun begitu, harapan saya yang lain, bahwa ini bakal menjadi perjalanan cerita ynag menarik untuk terus disimak, sepertinya masih tetap terjaga di edisi keduanya. Kaget begitu muncul twist dimana Daniel diselamatkan oleh pembunuh kedua orang tuanya. Walau mungkin si pembunuh itu tidak mengetahui siapa Daniel sebenarnya.

Bagaimana asal mula virus tersebut sepertinya berkaitan dengan sampel darah yang dikirimkan Sara ke London. Mungkin terjadi kecelakaan hingga darah tersebut masuk ke tubuh seseorang. Atau mungkin yang lebih ekstrim, sengaja disuntikkan ke seseorang untuk mengetahui efeknya. Apapun itu, semoga saja memang ada satu part cerita yang dikhususkan untuk menunjukkan asal muasal penyebaran virus zombie. Supaya gak terlalu rumit-rumit baca ceritanya, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply