Review Komik Year Zero #1 (AWA Studios, 2020)

Saya penggemar komik maupun film yang bertemakan zombie. Apalagi yang mengedepankan cerita yang berkualitas, bukan sekedar aksi gigit-gigitan atau kejar-kejaran belaka. Dan baru-baru ini saya menemukan sebuah serial komik dari penerbit yang namanya untuk pertama kali saya dengar, AWA Studios / Upshot. Judulnya adalah “Year Zero”. Dari edisi pertamanya, komik ini terkesan cukup menjanjikan. Seperti apa? Simak sinopsis dan review singkat komik Year Zero #1 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Year Zero #1 (AWA Studios, 2020)

Ben Percy (Wolverine) and Ramon Rosanas (Star Wars: Age of Resistance) team up to present an epic tale that offers a global look at the Zombie Apocalypse. A Japanese hitman, a Mexican street urchin, an Afghan military aide, a Polar research scientist, a Midwestern American survivalist – five survivors of a horrific global epidemic who must draw upon their unique skills and deepest instincts to navigate a world of shambling dead. Year Zero wrestles with the weighty moral and theological questions posed by the pandemic and investigates its cause and possible cure.

Story: Benjamin Percy
Art: Ramon Rosanas
Color: Lee Roughridge
Letter: Sal Cipriano
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 20 Mei 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Stasiun penelitian Kutub, 1 tahun yang lalu. Sara Lemons adalah salah satu dari sekian banyak peneliti yang bertugas di sana. Saat ini mereka tengah dikejutkan dengan adanya penemuan sosok seorang pria yang membeku di dalam bongkahan es.

Mexico City, saat ini. Daniel Martinez adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal di jalanan. Tidak sedikit orang yang merendahkannya. Termasuk seorang remaja yang mengiming-iminginya makanan dan sengaja melemparkan sejumlah uang receh ke dalam selokan. Sempat gengsi untuk mengambilnya, pada akhirnya Daniel memutuskan untuk melakukannya demi modal bertahan hidup. Tanpa disangka, di saat ia masuk ke dalam selokan, sebuah bus menerjang kerumunan orang yang tengah berkumpul di sekitar selokan.

Tidak itu saja. Remaja yang tadi memberinya uang receh tiba-tiba terjatuh. Saat Daniel mengintip, tubuh remaja tadi sudah berlumuran darah. Bahkan ada sebagian bagian tubuhnya yang seperti terpotong begitu saja.

Tanpa banyak berkata apa-apa, Daniel mengambil makanan remaja tadi yang terjatuh, lantas kembali masuk ke dalam selokan untuk bersembunyi.

Tokyo, saat ini. Saga Watanabe adalah seorang pembunuh bayaran. Saat ini ia hendak melakukan tugasnya, membunuh bos perusahaan yang sedang rapat di seberang kamar hotel tempat Saga berada. Ketika berkonsentrasi untuk membidik target, terdengar suara ribut dari lorong kamar. Penasaran, Saga mengalihkan pandangan dari jendela dan perlahan menuju pintu kamarnya. Di saat bersamaan, tanpa ia sadari, tubuh seorang pria terlempar jatuh dari lantai atas hotel.

Hanya ada gerobak milik petugas cleaning service yang terlihat di depan kamar. Saga pun memutuskan untuk melanjutkan tugasnya. Betapa terkejutnya ia melihat si bos perusahaan dan beberapa karyawannya sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Tidak itu saja, beberapa detik kemudian kondisi kota terlihat dalam kondisi genting dengan adanya beberapa helikopter militer melintas serta asap tampak di beberapa tempat.

Sadar ada yang tidak beres, Saga mengecek kembali lorong kamarnya. Terlihat gerobak cleaning service sudah terjatuh. Ada pula bercak dan genangan darah di lantai serta tembok. Tanpa membuang waktu, Saga meraih kopernya dan memastikan persediaan senjata yang ia bawa cukup untuk menghadapi apa pun itu.

Kabul, sekarang. Beberapa tentara Amerika tengah mencari orang-orang yang membunuh rekan mereka. Seorang wanita warga sipil, Fatemah Shah, mengaku tahu dimana orang-orang tersebut bersembunyi. Ia memandu kelompok tentara itu ke sebuah rumah dan membuka pintu menuju ruang bawah tanah. Namun sebelum salah seorang tentara, bernama Steward, hendak masuk untuk memeriksa, Fatemah mengaku bahwa sebenarnya ia berbohong. Yang ada di dalam adalah beberapa wanita yang menjadi korban pelecehan dari orang-orang yang dicari Steward dkk. Fatemah berjanji akan menunjukkan lokasi persembunyian sebenarnya apabila Steward membantu wanita-wanita itu.

Sempat menolak, Steward akhirnya setuju. Ia meminta Fatemah untuk menjemput mereka dari ruang bawah tanah. Tak lama, terdengar keributan dari luar. Entah apa yang terjadi, Steward terlihat kaget begitu mengetahui sumber keributan tersebut.

Tak lama, Steward menyusul masuk ke ruang bawah tanah sembari melakukan tembakan ke arah luar. Di anak tangga terbawah ia terjatuh. Tubuhnya terlihat terluka dan mengeluarkan darah.

Burnsville, Minnesota, saat ini. B.J. Hool adalah seorang pria yang lebih sering mengurung diri di dalam rumahnya sendiri. Ia rupanya sudah mengetahui akan adanya kemungkinan serbuan zombie. Sejak itu, ia menghabiskan waktunya untuk melakukan berbagai persiapan. Mulai dari mengumpulkan persediaan hingga membangun kendaraan yang kokoh dan bisa diandalkan untuk melakukan perjalanan di tengah-tengah pandemi zombie.

Itu sebabnya, begitu tahu serbuan zombie benar-benar terjadi, B.J. tetap tenang. Alih-alih membantu tetangganya yang sudah jelas-jelas terinfeksi, B.J. memutuskan untuk melanjutkan mengecek persiapan yang telah ia lakukan.

Di bagian akhir, dikisahkan bahwa beberapa lembar halaman yang hilang dari catatan milik Leonardo Da Vinci menyatakan bahwa gambar Vitruvian Man yang tersohor itu sebenarnya adalah bagian dari penelitian Da Vinci terhadap virus zombie. Halaman-halaman tersebut mencatat perubahan yang terjadi sejak virus dimasukkan ke dalam tubuh Vitruvian Man hingga akhirnya ia berubah total menjadi zombie.


Bagi yang tidak sabaran, menghabiskan satu edisi untuk perkenalan karakter mungkin terasa mubazir. Tapi bagi saya pribadi, ini adalah cara yang proper untuk memulai sebuah cerita. Apalagi karakter sentral yang diusung tidak sedikit jumlahnya. Ada 6 orang dengan kepribadian yang berbeda. Dengan lokasi yang saling terpisah, mungkin hanya sebagian di antaranya yang akan bertemu dan bekerja sama. Tapi yah, kita lihat saja nanti perkembangan ceritanya di edisi berikutnya.

Komik ini bisa dibaca di https://awastudios.net/comic/year-zero-1/.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply