Review Komik The Flash #64 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, Gotham Girl (Claire Clovers) melakukan sebuah serangan di Flash Museum, Central City. Batman ternyata sudah mengetahui rencana serangan tersebut sebelumnya. Bersama The Flash mereka lantas menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa Gotham Girl melakukan hal tersebut. Lalu apakah jawabannya? Simak deh kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik The Flash #64 berikut ini. Cekidot!

Oh by the way, sedikit ralat, jadi di artikel sinopsis Batman #64 lalu saya sebutkan judul arc-nya adalah “The Price of Justice”. Yang benar adalah “The Price”. Dan sekedar mengingatkan, ini adalah arc crossover sebanyak 4 jilid antara serial Batman dengan The Flash, yang sekaligus merupakan tie-in dari event “Heroes in Crisis“.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik The Flash #64 (DC Comics, 2019)

“THE PRICE” part two! The two greatest detectives in the DC Universe take on the one cold case that will tear them apart!

As chief architect of the Sanctuary program that cost so much for so many, especially Wally West, Batman will be held accountable…by the Flash!

A cold case from the Justice League’s past has mysteriously re-opened, and Batman and the Flash—the only two heroes who stand a chance of cracking the case—are at each other’s throats! Our heroes must combat a demon from the past while burying their own inner demons in the process…and neither the World’s Greatest Detective nor the Fastest Man Alive will ever be the same again! But who is really pulling the strings here? And how does Gotham Girl fit into all this? Friendships will be tested and blood will be spilled in this titanic crossover event…

Story: Joshua Williamson
Art: Jordi Tarragona (Inker) / Rafa Sandoval (Penciller)
Color: Tomeu Morey
Letter: Steve Wands
Judul Edisi: The Price Part Two – The Price of Innoncence
Tanggal Rilis: 13 Februari 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Gotham mengerang dan meminta pertolongan. Gotham Girl segera memeluk kakaknya dan berkata pada seseorang bertubuh tinggi besar yang ada di belakangnya. Menyatakan bahwa orang tersebut yang ada untuknya sejak kakaknya meninggal dan Batman meninggalkannya.

Penyelidikan Batman dan The Flash di TKP membawa mereka ke sebuah tempat terpencil di kepuauan Karibia. Ada sebuah kastil tersembunyi di sana. Saat sedang menuju ke kastil tersebut, The Flash sempat menanyakan mengenai kehidupan Batman dan Selina Kyle (CatWoman) pasca pernikahan mereka. Belum sempat Batman menjawabnya, Iris menghubungi The Flash, menanyakan keberadaannya karena mereka sudah berjanji untuk berbicara dengan Wallace West soal kematian Wally West. Mengetahui Batman sedang bersama The Flash, Iris meminta The Flash untuk menyampaikan sebuah kata kasar kepadanya. Tentu saja The Flash tidak menyampaikannya.

Di dalam kastil mereka mendapati sebuah ruangan yang penuh berisi gambar para anggota Justice League. Dari percakapan keduanya lantas The Flash mempertanyakan sifat Batman yang selalu saja mengatur apa yang harus dilakukan oleh anak buahnya, namun di sisi lain, jarang berada di samping mereka saat mereka membutuhkannya secara psikologis. Di saat itu The Flash juga sudah memikirkan kemungkinan akan adanya orang lain yang membantu Gotham dan Gotham Girl di saat Batman tidak ada.

Penyelidikan selanjutnya membawa keduanya ke sebuah ruangan yang berisi tabung-tabung cairan berwarna hijau. Ada beberapa tubuh manusia yang sudah meninggal di dalamnya. The Flash langsung menyadari bahwa cairan tersebut adalah cairan Venom, sementara Batman meyakini bahwa saat itu mereka sedang dijebak — seseorang sengaja mengarahkan mereka untuk menemukan tempat tersebut.

The Flash tidak mempedulikan ucapan Batman. Bukan tanpa alasan. Ia menemukan topeng milik Psycho Pirate di sana. Ia berusaha memastikan apakah Batman pernah mengirim Gotham Girl ke The Sanctuary, namun Batman tidak menjawabnya.

Sesaat kemudian Gotham Girl muncul. Tanpa berlama-lama, ia mengaktifkan cairan venom yang ada dan membuka tabung-tabung yang berisi tubuh manusia. Semua tubuh manusia yang sebelumnya sudah mati itu tanpa disangka mulai melangkah keluar dari tabung dan menyerang Batman serta The Flash. Sebelum pergi, Gotham Girl memberi petunjuk tentang adanya serangan selanjutnya terhadap Central City Police Department serta Superman.


Arc tie-in dari “Heroes In Crisis” ini harus diakui ternyata malah jauh lebih menarik ketimbang arc utamanya sendiri yang terkesan berputar-putar untuk menghabiskan jatah halaman. Satu pertanyaan terjawab, tentang sosok Bane di belakang aksi Gotham Girl. Yang lantas patut dipertanyakan adalah peran Psycho Pirate, tidak hanya untuk hubungan antara Gotham Girl dengan Bane, melainkan juga dengan insiden pembunuhan masal di The Sanctuary. Mungkinkah benar seperti dugaan The Flash, bahwa Gotham Girl (dalam pengaruh Psycho Pirate) yang melakukan pembunuhan tersebut?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply