Review Komik Heroes in Crisis #4 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, kita disuguhkan tentang apa yang terjadi di Sanctuary sebelum dan juga saat terjadinya pembantaian. Salah satunya dari sudut pandang Booster Gold, dimana ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana Harley Quinn dengan tangan dingin membunuh Wally West. Apa yang sebenarnya terjadi? Benarkah Harley Quinn pelakunya? Simak kisah selengkapnya di sinopsis komik Heroes in Crisis #4 berikut ini ya.

By the way, sinopsis mini seri Heroes in Crisis edisi-edisi sebelumnya bisa dibaca di sini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Heroes in Crisis #4 (DC Comics, 2019)

Wonder Woman versus…Booster Gold?! Diana finds out the hard way that Booster can be a formidable opponent when his back’s against the wall. Of course, being the prime suspect in a superhero massacre and exposing a secret trauma hospital for metahumans will do just that. Meanwhile, Batman and the Flash combine their detective skills to investigate what went awry at Sanctuary and uncover a serious glitch in the system—not to mention an explosive, spoiler-ific secret!

Story: Tom King
Art: Clay Mann
Color: Tomeu Morey
Letter: Clayton Cowles
Judul Edisi: Heroes in Crisis Part 4 – $%@# This
Tanggal Rilis: 2 Januari 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di sebuah bar, Tempest (Garth) terlihat tak sadarkan diri karena kebanyakan minum miras. Donna Troy kemudian membopongnya pergi.

Batman dan The Flash bekerjasama mencari petunjuk pelaku pembantaian di Sanctuary. Untuk saat ini keduanya menemui jalan buntu, dimana The Flash yakin bahwa Booster Gold adalah pelakunya, sementara Batman curiga Harley Quinn lah si pembunuh.

Sementara itu, di Hall of Justice, dengan menggunakan Lasso of Truth-nya, Wonder Woman menginterogasi Booster Gold. Booster Gold menceritakan apa yang terjadi, termasuk saat melihat Harley Quinn membunuh Wally West serta saat ia terbangun kembali dan mendapati banyak orang yang telah mati di sekelilingnya.

Lois Lane menceritakan pada Clark Kent (Superman) mengenai rekaman video Sanctuary yang ia terima di kantor. Meski tidak ingin, namun mau tidak mau Lois harus memuat berita tentang hal tersebut. Karena jika tidak, bisa jadi orang yang mengirimnya a.k.a Puddler akan mengirimkan video-video tersebut ke surat kabar lain. Clark bingung dan tidak bisa memberikan saran apapun pada Lois.

Baca juga  Review Komik Justice League vs. Suicide Squad #5 (2017)

Harley Quinn tiba-tiba menemui Bat Girl. Setelah sempat berkelahi sejenak, Harley berhasil meyakinkan Bat Girl bahwa ia adalah satu-satunya orang yang bisa memahami Bat Girl, bukan Batman.

Sementara itu, di sebuah tebing, Black Canary meminta Green Arrow untuk segera menemukan pelaku pembunuhan yang sebenarnya. Jika tidak, Black Canary berjanji akan membunuh kedua tersangka utama alias Harley dan Booster.

Blue Beetle menemui Booster Gold di Hall of Justice. Ia meminta agar Booster mau bekerjasama dengannya memecahkan misteri pembunuhan di Sanctuary. Awalnya Booster menolak, karena merasa ia harus tetap berada di Hall of Justice agar yang lain, terutama Trinity, percaya bahwa bukan dialah pelakunya. Blue berhasil meyakinkannya bahwa persaudaraan lebih utama dari menjadi pahlawan. Keduanya pun pergi meninggalkan Hall of Justice.

Trinity berkumpul di Bat Cave. Wonder Woman kesal karena Booster kabur bersama Blue. Batman mengaku tidak bisa berbuat apa-apa karena sedari awal Hall of Justice dibangun dengan bantuan Ted Kord milik Blue Beetle.

Superman lantas memberitahu mengenai video Sanctuary yang diterima Lois. Tidak itu saja, ia juga mengabarkan bahwa Lois sudah menulis artikel tentang tempat tersebut dan baru saja mempublikasikannya.

Sementara itu, di satu tempat, Bat Girl yang sedang bersama Harley Quinn menerima kabar mengenai artikel Sanctuary yang ditulis Lois. Ia memiliki firasat bahwa hal tersebut bakalan membuat segalanya berubah.


Banyak lompatan dari satu sub cerita ke sub cerita yang lain membuat alur utama dalam komik Heroes in Crisis #4 ini awalnya terasa membingungkan. Tapi dengan mengabaikan sub cerita yang ‘tidak penting’, kita bisa menikmati perkembangan plot utama yang bisa dibilang semakin seru.

Di titik ini sepertinya sudah bisa dipastikan bahwa bukan Harley Quinn maupun Booster Gold pelaku utama pembantaian Sanctuary. Sepertinya bisa dipastikan juga bahwa kejadian tersebut nyata, mengingat banyak yang awalnya mengira bahwa misteri pembantaian Sanctuary ini hanyalah mimpi / khayalan / halusinasi / sejenisnya saja.

Yang benar-benar menarik perhatian saya justru dari artworknya. Ini jauh lebih keren dari tiga edisi sebelumnya. Sepertinya om Clay Mann dapat banyak bonus di tahun baru 2019 ini, sehingga dia mengerjakan tugasnya dengan penuh semangat, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,  review komik why.

Reply