Review Komik Justice League: Hell Arisen #2 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, Perpetua memerintahkan Apex Predator Lex Luthor untuk kembali ke Earth-3 dan memusnahkan Batman Who Laughs, yang diyakini Perpetua keberadaannya (dan Dark Multiverse) bisa membahayakan rencana mereka. Alih-alih menemukan keberadaan Batman Who Laughs, justru kini posisi Lex Luthor yang tengah dipojokkan oleh The Infected (Kara Zor-El, Scarab, Deathbringer, Sky Tyrant, dan King Shazam). Apa yang akan dilakukan oleh Lex? Akankah ia berhasil mengalahkan Batman Who Laughs? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Justice League: Hell Arisen #2 di bawah ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Justice League: Hell Arisen #2 (DC Comics, 2019)

Apex predator Lex Luthor is on the hunt for the Batman Who Laughs. To catch his prey, he must follow a trail of broken heroes…leading him to Jim Gordon, one of the victims of the Batman Who Laughs’ deadly virus that turned the heroic police commissioner into the worst version of himself. The trail leads Lex to a lonely cell in the Hall of Justice-but it’s not the good guys who come to stop him. It’s more of the Batman Who Laughs’ dangerous operatives! And if they couldn’t resist the influence of the Dark Multiverse, then how can Lex?

Story: James Tynion IV
Art: Steve Epting
Color: Nick Filardi
Letter: Travis Lanham
Judul Edisi: Hell Arisen Part Two
Tanggal Rilis: 22 Januari 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di Museum of Science, Metropolis. Sembari mencoba memancing emosi The Infected, dengan tenang Lex memikirkan apa yang harus ia lakukan. Langkah awal yang ia terapkan adalah mengaktifkan protokol Red Sun untuk melumpuhkan kekuatan Kara Zor-El dan menghujamkan pisau krypton ke pundaknya. Berikutnya ia mengaktifkan Lexbots, pasukan robot yang punya kemampuan martial arts setara Lady Shiva, untuk menghadapi Deathbringer.

Keterkejutan The Infected atas aksinya barusan dimanfaatkan dengan baik oleh Lex untuk mengenakan warsuit. Dengan hanya satu hantaman Scarab pun dilumpuhkan. Begitu pula dengan Sky Tyrant.

Terakhir, Lex menggunakan kekuatan pikiran milik Martian Manhunter untuk memaksa King Shazam mengucapkan kata ‘shazam’ dan berubah menjadi Billy Batson. Lex lantas menembahkkan senapan bius agar Billy tidak sadarkan diri.

Setelah memastikan seluruh The Infected tidak berdaya, Lex mengaktifkan sistem self-destruct. Sebelum ia pergi, Kara Zor-El menertawakan Lex yang kini tidak ubahnya sebagai pembantu Perpetua, jauh tidak ada harga dirinya jika dibandingkan dengan diri Lex yang dulu, yang ‘dikagumi’ oleh Superman. Lex terlihat tidak begitu mempedulikan kata-kata Kara Zor-El. Ia hanya mengambil kembali pisau kryptonite dari pundak Kara Zor-El lalu meninggalkan TKP, yang sesaat kemudian hancur berkeping-keping.

Di Slaughter Swamp. Batman Who Laughs mendapat kabar dari Sky Tyrant bahwa Lex telah berhasil kabur. Batman Who Laughs tidak mempermasalahkan hal itu karena sejak awal misi The Infected adalah mengalihkan perhatian Lex. Tanpa basa basi, Batman Who Laughs memerintahkan Sky Tyrant dkk untuk menyelesaikan misi terakhir mereka yang sudah ia berikan.

Usai berkomunikasi dengan Sky Tyrant, terlihat sosok Phantom Stranger yang tertawan di hadapan Batman Who Laughs.

Di Metropolis. Mercy Graves tiba di kamar apartemennya dan mendapati Lex berada di sana. Dengan singkat Lex menjelaskan apa yang terjadi pada dirinya, termasuk bagaimana dirinya selama ini diam-diam telah menyiapkan kamar apartemen Mercy sebagai ruang rahasianya. Mercy yang awalnya tidak terima langsung berhenti protes begitu mendengar Lex sudah mentransfer uang dalam jumlah besar ke rekening tabungannya.

Lex lantas memberitahu Mercy bahwa masih ada yang belum berhasil ia dapatkan dari pertarungannya melawan The Infected.

Di Hall of Justice, Washington D.C. Dengan menyamar sebagai Animal Man, Lex berhasil masuk ke dalam area member Hall of Justice. Setelah melumpuhkan Booster Gold dan beberapa anggota Titans yang sedang berjaga, Lex menuju ruang tahanan untuk menemui komisaris Gordon. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa jauh infeksi serum Batman Who Laughs telah menyebar. Dan ia pun kaget begitu mengetahui bahwa jumlah superhero yang tertular sudah mencapai angka ratusan.

Di Gotham City. Mercy mendatangi markas Joker dan menyatakan bahwa Lex membutuhkan bantuannya.


Perkembangan cerita dalam miniseri ini cukup menarik. Apalagi dua twist di penghujung halaman. Pertama mengenai banyaknya superhero yang ternyata sudah terinfeksi racun Batman Who Laughs, dan yang kedua tentang Lex Luthor yang mengutus Mercy untuk meminta bantuan pada Joker. Bakal tambah seru ini harusnya begitu Joker ikut turun tangan.

Sayangnya, bagian dimana komisaris Gordon berhasil menginfeksi ratusan superhero terasa agak maksa. Logikanya, yang diminta untuk menganalisa dirinya semestinya hanya beberapa orang saja. Tidak berganti-ganti sampai ratusan. Batman juga anehnya tidak mengantisipasi hal tersebut bakal terjadi. Aneh banget.

By the way, sejak awal Lex bunuh diri untuk berubah menjadi Apex Predator, feeling saya mengatakan bahwa itu semua adalah rencana panjang Lex untuk nantinya mengalahkan Perpetua dan menyelamatkan bumi. Semoga saja itu benar.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , , ,

Reply