Review Komik Injustice: Gods Among Us #5 (DC Comics, 2013)

Di cerita sebelumnya, Aquaman menolak tunduk terhadap aturan Superman. Pun begitu, pikirannya berubah setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Superman tega memindahkan seluruh penduduk Atlantis ke gurun Sahara. Sementara itu, Wonder Woman semakin lama semakin terlihat mudah terpancing emosinya, sama seperti halnya Superman. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Injustice: Gods Among Us #5 (DC Comics, 2013)

In the land down under, The Flash must face the consequences of his choices. Superman and Wonder Woman have brought their campaign for a new world order to Australia and are confronted by a new hero. But what connection does this would-be champion have to the Scarlet Speedster?

Arkham Asylum is full of villains Batman’s put away many times, only to see them get back on the street and commit their evil deeds again. Now Superman’s decided it’s time for a more permanent solution. But the Dark Knight is not pleased with this incursion on his domain–and he isn’t about to stand down.

There’s a standoff in the halls of Arkham Asylum, as Superman attempts to whisk its inmates to a more secure prison and Batman tries to stop him. Robin joins with Superman, Harley Quinn shows up at the wrong time and a very imposing inmate is turned loose.

Story: Tom Taylor
Art: Tom Derenick, Jheremy Raapack
Color: Andrew Elder, David Lopez, Santi Cacas, Alejandro Sanchez
Letter: Wes Abbott
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 29 Mei 2013

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Superman (Clark Kent), Wonder Woman (Princess Diana), dan The Flash (Barry Allen) datang ke Australia untuk membubarkan aksi demo massa yang tidak setuju terhadap aturan Superman. Salah satu pendemo, seorang remaja pria, tiba-tiba maju dengan mengenakan kostum ala superhero dan menyerang Superman serta Wonder Woman. Dengan mudah mereka melumpuhkannya. Warga pun berhamburan pasca kejadian tersebut.

Mengetahui kondisi pria berkostum superhero tadi cukup parah, The Flash bergegas pergi untuk memanggil ambulans. Batman (Bruce Wayne), yang sudah membobol akses komunikasi Justice League, mencegahnya karena ia sudah terlebih dahulu memanggilkan ambulans. Alih-alih, ia meminta agar The Flash mendatangi sebuah laboratorium eksperimen genetik di Canberra.

Setibanya di sana, The Flash disambut oleh Dokter Norris. Ia ternyata adalah dokter yang menangani remaja pria yang mengalami insiden sebelumnya. Namanya adalah Mitchell Davies dengan nama alias Galaxor. Dokter Norris lantas membawa The Flash ke kamar Mitchell. Di dalamnya terdapat poster-poster para superhero, sosok yang dikagumi oleh Mitchell. Bahkan ada salah satu poster yang sudah diberi pesan khusus oleh The Flash, walau ia sendiri tidak mengingatnya.

Melihat hal itu, The Flash mulai mempertanyakan keputusannya untuk bergabung di pihak Superman.

Di Gotham City. Dalam sebuah siaran langsung, Two-Face (Harvey Dent) hendak membunuh salah satu di antara penyiar Robert Chandler dan Julie Chandler yang tengah bertugas. Superman berhasil mencegahnya.

Sebelum Superman pergi, Julie meminta waktunya sejenak untuk wawancara. Superman mempersilahkan.

Salah satu pertanyaan Julie adalah mengkonfirmasi bahwa apakah benar Superman yang membunuh Joker. Superman mengiyakan. Ia melanjutkan bahwa itu juga alasannya berada di kota Gotham saat ini, karena masih saja ada orang-orang yang berpihak pada Joker dan juga kriminal-kriminal lainnya. Superman ingin memastikan penjahat-penjahat seperti mereka tidak lagi berbuat ulah dan menyakiti warga Gotham.

Di Bat Cave, Batman yang menonton siaran tersebut segera menyadari bahwa Superman hendak menuju penjara Arkham Asylum. Ia meminta Robin (Damian Wayne) dan Nightwing (Dick Grayson) untuk bersiap dan ikut bersamanya. Tanpa disangka, Robin ternyata setuju dengan apa yang akan dilakukan oleh Superman. Bahkan berniat untuk membantunya.

Di Arkham Asylum. Superman ditemani oleh Wonder Woman dan Cyborg membawa Two-Face ke sana. Kendati demikian, Wonder Woman menyatakan tujuan mereka bukanlah untuk mengembalikan Two-Face, melainkan untuk mengambil alih Arkham Asylum.

Batman dan Nightwing tiba-tiba muncul dan menegaskan bahwa hal itu bukanlah hak Superman dan Wonder Woman untuk memutuskan. Superman yang sudah memprediksikan hal itu sama sekali tidak terkejut melihatnya. Justru Wonder Woman yang kaget begitu menyadari sudah ada Robin di sampingnya, menyatakan ia berada di pihaknya.

Tanpa disadari Batman, Cyborg sudah terlebih dahulu masuk ke dalam sistem keamanan Arkham Asylum. Wonder Woman memerintahkannya untuk membuka satu persatu pintu sel yang ada. Dimulai dari Mr. Zsasz (Victor Zsasz) dan Mad Hatter (Jervis Tetch). Begitu pintu terbuka, kedua orang tersebut langsung menghilang.

Batman segera ngeh kalau itu adalah ulah The Flash. Superman sendiri menjelaskan bahwa ia sama sekali tidak berniat membunuh mereka. Hanya memindahkan para kriminal tersebut ke tempat yang dijamin aman. Batman tidak mempedulikannya.

Saat Cyborg hendak membuka pintu sel Riddler (Edward Nigma), Batman mengaktifkan virus di dalam sistem Cyborg. Cyborg pun langsung tergeletak tak berdaya.

Di luar, Green Arrow (Oliver Queen) datang bersama Harley Quinn. Begitu mendapat informasi dari penjaga bahwa superhero lainnya sedang berada di dalam, Green Arrow bergegas bergabung dengan mereka dan meninggalkan Harley bersama penjaga. Tanpa ada yang mengawasi, Harley dengan mudah melepaskan borgol di tangannya dan melumpuhkan penjaga tersebut.

Sementara itu, Cyborg menyadari bahwa Batman ternyata sudah memasukkan virus tersebut sejak pertama kali mereka bertemu. Ia jadi kesal.

Sesaat kemudian, satu persatu penghuni sel Arkham Asylum bermunculan. Harley ternyata membuka semua pintu sel yang ada. Termasuk pintu salah satu kriminal yang paling berbahaya di sana, Solomon Grundy (Cyrus Gold). Solomon Grundy muncul dari balik lantai dan langsung mencengkeram Robin yang kebetulan berada di dekatnya ke bawah. Superman, Wonder Woman, dan Nightwing bergegas mengejarnya.


The Flash bisa jadi bakal jadi superhero pertama yang berpindah haluan ke kubu Batman. Wajar mengingat karakter Bruce dan Barry memiliki kedekatan tersendiri dibandingkan dengan anggota Justice League lainnya. Yang lucu di edisi ini justru Green Arrow yang mendatangi Arkham Asylum tanpa tahu baik pihak Batman maupun pihak Superman sedang berada di sana. Karakternya seperti terabaikan begitu saja, seolah tidak dianggap pantas berada di kubu manapun.

Yang aneh, Batman tetap tidak terima meski Superman sudah menjelaskan ia tidak berniat membunuh narapidana Arkham Asylum. Ia hanya memindahkannya ke fasilitas lain yang lebih terjamin keamanannya. Apa ada yang salah dengan itu? Batman jadi terlihat egois dan seolah tidak mau kehilangan kekuasaan di Gotham City.

Bagaimana menurut teman-teman?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply