Review Komik Injustice: Gods Among Us #3 (DC Comics, 2013)

Di cerita sebelumnya, Superman memutuskan untuk mengambil alih ‘perdamaian’ dunia. Dengan tegas ia menyatakan, siapa saja yang berbuat jahat terhadap orang lain, apapun itu bentuknya, dan siapapun itu, akan berhadapan langsung dengannya. Bagaimana dampak pernyataan Superman ini terhadap dunia dan juga Justice League? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Injustice: Gods Among Us #3 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Injustice: Gods Among Us #3 (DC Comics, 2013)

Fearing Superman’s campaign for a new world order, the military hits back at his one vulnerable spot…his family.

With Superman at his most vulnerable, the Justice League rallies to stop the government’s last desperate effort to thwart the Man of Steel’s plan for world peace. Will they come to regret their choice?

As Wonder Woman faces an entire army, her actions are closely observed–and questioned–by Ares, God of War. But it’s Ares’ motives that soon come under question by the Amazon Princess. Is he fearful that Superman’s plans to put an end to war might make his entire purpose obsolete?

Story: Tom Taylor
Art: Jheremy Raapack, David Yardin
Color: Alejandro Sanchez, David Yardin
Letter: Wes Abbott
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 27 Maret 2013

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Tentara AS berniat untuk menyerang markas pemberontak di kawasan Timur Tengah. Superman (Clark) mencegahnya, sesuai dengan janjinya sebelumnya. Hal itu, ditambah dengan aksinya terhadap presiden Bialya, membuat pemerintah AS gerah. Mereka pun membuat rencana untuk menghentikan Superman.

Beberapa orang tentara menyerbu rumah Jonathan dan Martha Kent, orang tua angkat Clark. Jonathan mencoba melawan, namun sia-sia. Setelah membakar rumah mereka, salah seorang tentara yang ternyata adalah Mirror Master (Evan McCulloch) mengirimkan Jonathan dan Martha ke dalam dunia cermin.

Superman yang terlambat datang disambut oleh Mirror Master melalui cermin yang ada di dalam rumah. Mirror Master meminta Superman untuk menghentikan aksinya jika ingin orangtuanya kembali dengan selamat. Superman geram mendengarnya.

Di Justice League Watchtower. Di hadapan para superhero, Wonder Woman (Princess Diana) menyatakan bahwa ia berada di pihak Superman. Pun begitu dengan Cyborg. Meski yang lain terdiam, sepertinya semuanya sependapat dengan Wonder Woman.

Setelah tahu insiden penculikan Jonathan dan Martha oleh Mirror Master, para superhero bekerjasama mencari keberadaan Mirror Master. Dari Captain Cold (Leonard Snart), The Flash mendapat informasi bahwa Mirror Master berada di Keystone City.

Informasi tersebut benar adanya. Mirror Master tidak bisa berkutik di hadapan Wonder Woman, The Flash, dan Raven, yang mencegahnya untuk kabur melalui kaca jendela. Ia pun mengaku bahwa Jonathan dan Martha ada di Salar De Uyuni, Bolivia. The Flash segera mengabarkan hal tersebut pada Superman dan mengajak bertemu di sana.

Di Salar De Uyuni. The Flash menyerahkan sabuk Mirror Master pada Superman agar ia bisa menembus masuk ke dalam Salar de Uyuni, dataran garam yang membentuk kaca alami. Superman mengenakannya dan mulai masuk ke dalam dataran garam tersebut. Beberapa waktu kemudian ia berhasil menemukan Jonathan dan Martha. Sekembalinya keluar, ia sudah disambut oleh Wonder Woman dan para superhero lainnya.

Sementara itu, presiden AS mendapat kabar bahwa rencana mereka untuk menghentikan Superman telah gagal. Ia langsung meminta jendralnya untuk mencari cara lain.

Masuk ke dalam ruangan, sudah ada Batman menunggunya. Batman ternyata sudah tahu bahwa presiden sendiri yang berada di balik penculikan orang tua Superman. Ia mengingatkan presiden agar berhati-hati karena ia tidak akan bisa melakukan apa-apa seandainya Superman sampai mengetahui hal itu. Bahkan tidak itu saja. Jika tahu pemerintah berani menentang Superman, para superhero yang lain pasti akan semakin yakin untuk berada di pihak Superman.

Beberapa waktu kemudian, perperangan masih saja terjadi dimana-mana. Seperti yang saat ini dihadapi oleh Superman dan Wonder Woman di Qurac. Tentara mereka nekat memborbardir tetangganya, Jusdal, yang sama sekali tidak berdaya. Sementara Superman melindungi Jusdal, Wonder Woman memporakporandakan tentara Qurac.

Ares tiba-tiba muncul dan mempertanyakan tindakan Wonder Woman. Wonder Woman tidak mempedulikan dan menganggap kedatangan Ares justru karena Ares takut kolaborasinya dengan Superman bakal mengalahkan Ares. Ares tidak terima dan menyerangnya Giliran Superman yang datang dan langsung menghantam Ares.

Alih-alih menyerah, Ares mengancam akan membunuh keturunan Amazon. Mendengarnya, Wonder Woman menghunuskan pedangnya ke tubuh Ares. Pun begitu, ia meminta Superman tidak perlu khawatir karena dewa seperti Ares tidak bisa mati. Mereka hanya akan hilang dan kembali lagi setelah beberapa saat.

Sepeninggal Wonder Woman dan Superman, Ares berkata dalam hati bahwa ia memang benar takut akan kolaborasi keduanya. Meski tindakan Superman saat ini sudah tidak biasa, namun ia masih memiliki batasan. Keberadaan Wonder Woman di sampingnya yang suatu hari nanti diyakini Ares bakal menghilangkan pembatas tersebut.


Duh, salfok dengan Salar De Uyuni. Salah satu tempat di dunia yang paling ingin saya kunjungi. Sayang dengan kondisi pandemi sepertinya butuh waktu lama baru bisa ke sana. Gak hanya buat ngumpulin duitnya, tapi juga nunggu kondisi dunia kembali seperti sediakala. Paling tidak kembali nyaman untuk dibuat jalan-jalan. Gak ribet harus karantina dan tes ini itu segala.

Balik ke cerita. Yang menarik dalam edisi ini adalah bagaimana ‘untuk saat ini’ sebagian besar superhero tetap berada di pihak Superman. Mungkin mereka sadar bahwa enough is enough, ada batas dalam segala sesuatunya. Dengan semua yang sudah dilakukan Superman terhadap dunia, apa yang ia lakukan sekarang bisa dikompromi. Setidaknya oleh mereka, sesama orang yang berjuang membela kebenaran walau taruhannya nyawa.

Bagaimana menurut teman-teman?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply