Review Komik Injustice: Gods Among Us #12 (DC Comics, 2013)

Di cerita sebelumnya, dua sekaligus anggota tim Batman berjatuhan. Captain Atom dan Green Arrow. Yang pertama ternyata memang ditugaskan oleh pihak pemerintah AS untuk membunuh Superman jika ada kesempatan. Yang kedua bisa dibilang sedang sial. Niat hati mengalihkan perhatian Superman dengan memanahnya, tanpa disangka panahnya justru terpantul mengenai tubuh Jonathan Kent. Ngamuk lah si Superman. Nah, siapa lagi yang kira-kira bakal jadi korban berikutnya? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Injustice: Gods Among Us #12 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Batman now possesses one of Superman’s super pills, but he knows his former friend is coming for him. It’s a race against time to see if he can manufacture more pills and shift the balance of power.

It’s a deadly showdown between Batman and Superman–two former best friends now turned deadly enemies. Batman has run out of time to replicate the pill that will give anyone Godlike powers. He’s about to pay a terrible price.

Story: Tom Taylor
Art: Mike S. Miller, Tom Derenick
Color: David Lopez, Santi Cacas
Letter: Wes Abbott
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 31 Desember 2013

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di Fortress of Solitude. Superman (Clark Kent) terus menghantam tubuh Green Arrow yang sudah tidak lagi bernyawa. Martha Kent tiba-tiba memegang tangan Superman untuk menenangkannya. Superman kaget karena ibunya bisa menahan kekuatannya. Ternyata Martha sengaja mengkonsumsi salah satu pil super terlebih dahulu. Di saat itu Superman menyadari bahwa ada satu pil super yang hilang dari tempatnya.

Batman (Bruce Wayne) berniat untuk menganalisa pil super di Bat Cave. Catwoman (Selina Kyle) tidak setuju karena Superman pasti akan mendatangi tempat tersebut pertama kali jika ia tahu ada pil yang hilang. Batman menyadarinya namun tetap tidak berubah pikiran. Setelah mencium Catwoman, Batman membiusnya dan meminta yang lain untuk sebisa mungkin bersembunyi. Jika rencananya berhasil, Batman yang akan menghubungi mereka lagi.

Di Fortress of Solitude. Tanpa mengindahkan Jonathan Kent yang tertusuk panah, Superman berniat untuk bergegas mencari Batman. Jor-El (dalam bentuk hologram) tiba-tiba muncul dan memarahinya karena telah membunuh. Superman mengaku tidak punya pilihan, yang segera dibantah oleh Jor-El.

Superman bersikeras permasalahannya ada pada Batman. Kematian Green Arrow, kematian Lois, semuanya. Jor-El dan Martha mencoba meyakinkan Superman bahwa tidak seperti itu yang terjadi. Superman tidak bergeming dan pergi meninggalkan mereka.

Di Bat Cave. Melalui layar monitor, seseorang yang tidak dikenal memberitahu Batman bahwa Superman sedang menuju Bat Cave. Peringatan tersebut tidak sepenuhnya benar karena Superman sudah berada di sana, tepat di belakang Batman.

Dengan proses analisa pil super yang masih belum usai, Batman mencoba mempengaruhi pikiran Superman dengan mengajaknya berdebat. Batman meyakini Superman sengaja datang ke sana dan tidak langsung membunuhnya karena dari hati kecilnya ia justru ingin agar Batman yang membunuhnya. Batman memastikan bahwa ia tidak akan melakukan hal itu.

Batman lalu mengalihkan perhatian Superman dan memanfaatkan momen untuk mengambil hasil analisa. Sayang, sebelum itu terjadi, Superman terlebih dahulu menghadangnya. Superman mengaku bahwa ia memang tidak ingin membunuh Batman. Kendati demikian, ia harus memastikan Batman berada dalam kondisi dimana ia tidak bisa lagi menghalangi rencananya. Dan Superman pun mematahkan tulang belakang Batman.

Dalam kondisi lemah, Batman menyatakan bahwa yang ia lakukan hanyalah sebagai pengalih perhatian belaka. Superman langsung menyadari hasil analisa pil super ternyata sudah otomatis di-upload ke suatu tempat. Saat Superman memaksa Batman untuk memberitahu rencananya, Alfred (yang sudah mengkonsumsi pil super) muncul dan menghajarnya habis-habisan.

Alfred kemudian membopong dan membawa Batman pergi melalui alat teleport.

Satu hari kemudian, di hadapan dewan PBB. Superman didampingi oleh Wonder Woman, The Flash, Cyborg, Green Lantern, Lex Luthor, Shazam (Billy Batson), Robin (Damian Wayne), Raven mengumumkan bahwa Batman telah mencuri senjata berbahaya dan berniat mempergunakannya untuk melawan mereka. Superman memastikan bahwa mereka tidak akan membiarkan Batman menteror perdamaian di bumi dan akan melakukan apa saja untuk mencegahnya. Ia akan menangkap Batman dan orang-orang yang membantunya.

Seiring dengan usainya pidato Superman, satu persatu anggota pasukan supernya yang berjumlah ratusan maju ke depan untuk mendampinginya.


Sebenarnya masih ada 1 edisi lagi dari Injustice: Gods Among Us ini, yaitu edisi Annual alias tahunan. Setelah membacanya sekilas, ternyata tidak ada kaitan yang krusial dengan cerita utama Injustice. Jadi ya sudah lah ya, skip aja.

Saya cukup menikmati perjalanan serial ini dari awal hingga akhir. Kelemahan utama dari Superman maupun Batman ter-ekspose di sini. Membela Superman atau Batman buat saya tidak penting. Toh ini hanyalah cerita komik. Saya pribadi punya pilihan dan alasan tersendiri untuk berada di pihak Superman. Namun jika diajak untuk berdebat dengan kubu pembela Batman jelas ogah. Buang buang waktu. Kita sama-sama punya alasan kok untuk membela salah satu di antaranya.

Pada saat artikel ini ditulis, saya belum tahu apakah minggu depan akan langsung melanjutkan sekuelnya atau tidak. Bisa jadi break dulu. Dilihat saja 7 hari lagi, ya, hehehe.

Last modified on April 3, 2021 11:35 pm

Share
Cosa Aranda

Cosa Aranda adalah blogger profesional dari kota Surabaya yang sudah berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2005. Sempat beberapa kali menjadi pembicara seminar dan mengadakan workshop pada periode tahun 2007-2010. Saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggeluti hobi dan passionnya di bidang travelling, hiburan, serta permainan arcade. Bisa ditemui di Facebook jika ingin berkenalan.