Review Komik Grimm Fairy Tales: The Dream Eater Saga #11 (Zenescope, 2011)

Di cerita sebelumnya, Innocence mengungkapkan asal mula terciptanya Dream Eater pada Sela dan Belinda.

Ia juga memberikan tips sekaligus modal agar keduanya bisa mengurung Dream Eater.

Berhasilkah mereka? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis dan review singkat komik The Dream Eater Saga #11 di bawah ini, ya.

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Tentang The Dream Eater Saga #11

cover dream eater saga 11

cover dream eater saga 11

Dream Eater Saga Part 11–Sela and Belinda journey to the underworld realm of the Inferno in search of the final missing piece of their plan to defeat the Dream Eater. But that piece happens to be the Dark One himself. Meanwhile, Mercy Dante is on a mission after the Dark One as well and cannot afford to let anything stand in her way. Part 11 of the event that will change everything is here!

Story: Raven Gregory
Art: Alex Sanchez
Color: Falk
Letter: Jim Campbell
Judul Edisi: The Dream Eater Saga Part 11: Inferno
Tanggal Rilis: 21 September 2011

Alur Cerita / Sinopsis Komik

Di Inferno. Sela dan Belinda mendapat informasi bahwa The Dark One berada di sebuah tempat di pusat kota.

Sementara itu, di hotel tempat The Dark One bersama Cindy berada, seorang pegawai room service datang mengantar pesanan The Dark One.

Melihat The Dark One mulai tertarik dengan seragam si pegawai yang seksi, Cindy memilih untuk turun ke bar dan bersantai di sana.

Sepeninggal Cindy, pegawai tersebut membuka penyamarannya. Ia adalah Mercy Dante.

Tak lama, tepat saat Sela dan Belinda tiba di hotel, tubuh The Dark One melayang terjatuh dari jendela kamarnya. Persis menimpa taksi yang baru saja mereka tumpangi.

Giliran Mercy yang kemudian muncul dan mulai menembak ke arah The Dark One. Berhubung mereka membutuhkan The Dark One dalam keadaan hidup, Sela menggunakan perisai sihir dari gelang pemberian Morrigan untuk melindungi mereka.

Sihir tersebut ternyata tidak bertahan lama. Belinda juga sama, tidak bisa menggunakan sihirnya.

Sebagai tangan kanan Belia, Mercy kini rupanya juga bisa menggunakan sihir Belia.

Sela mencoba membujuk Mercy untuk membiarkan The Dark One hidup. Mercy tidak menggubris dan menembaki tubuh The Dark One hingga tewas. Ia pun pergi setelah melaporkan hal tersebut pada Belia.

Sela syok melihatnya. Ia merasa sudah gagal menjalankan apa yang harus ia lakukan.

Belinda menguatkannya. Ia mengingatkan bahwa Sela harus lebih percaya diri pada kekuatannya. Terlebih Sela sudah pernah bangkit dari kubur pasca dibunuh oleh Belinda (baca: Grimm Fairy Tales #24).

Mendengarnya, Sela mulai mencoba untuk menggunakan kekuatannya dan menghidupkan The Dark One. Usahanya berhasil.

Sebelum The Dark One pulih sepenuhnya, Belinda mengalungkan kalung pemberian Innocence ke leher The Dark One.

Tidak jelas apa efek dari kalung tersebut. Namun The Dark One terlihat tidak berdaya dan bisa digotong oleh Belinda untuk dibawa kembali ke bumi.

Sementara itu, Belia yang mengawasi semua kejadian tersebut bersama Mercy menyatakan ia sudah punya rencana tersendiri untuk The Dark One. Perintahnya pada Mercy sebelumnya hanya untuk memastikan apakah The Dark One bisa dibunuh atau tidak.

Kendati demikian, ia pun tidak keberatan jika nantinya Dream Eater membunuh The Dark One.

Simpulan

Ini kenapa artworknya semakin mendekati akhir justru semakin mengerikan. Gaya gambar yang mirip chibi jelas sangat tidak cocok dengan tema cerita yang diusung.

Dari segi cerita, yah, agak sedikit kurang nendang. Saya juga baru ingat bahwa The Dark One berasal dari inferno, sehingga di sana ia bisa dengan mudahnya dibunuh.

Sekarang tinggal menunggu saja akhir dari crossover The Dream Eater Saga ini. Apakah bakal menjadikan keseluruhan mini seri ini jadi layak dibaca atau tidak. Ditunggu, ya.

rk dream eater saga 11

Leave a Reply