Review Komik Grimm Fairy Tales #19 (Zenescope, 2007)

Di cerita sebelumnya, yang merupakan penutup dari trilogi kisah Sela Mathers sekaligus penghujung volume ke-2 dari Grimm Fairy Tales, Shang akhirnya berhasil meyakinkan Sela untuk ingat kembali bahwa kemampuan yang ia miliki adalah untuk memberikan bahan pertimbangan pada orang-orang yang tersesat dalam tindakan maupun pemikirannya. Apapun itu keputusan yang diambil oleh orang-orang tersebut sudah bukan lagi tanggung jawabnya. Dengan demikian, tidak perlu Sela turun tangan langsung untuk menghukum mereka yang bersalah. Akankah itu mempengaruhi tindakan Sela di masa mendatang? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Grimm Fairy Tales #19 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

When Sela encounters a couple who makes their living hustling people out of their life savings, it’s time for her to step in and teach them a lesson. The beautiful Rapunzel doesn’t let her hair down for just for any man; she lets it down for every man! And she’s leading the love-struck fools directly into a horrible trap. But like the old saying goes “Love is Blind” and sometimes the people you care about the most are the ones you can trust the least.

Story: Ralph Tedesco, Joe Tyler
Art: Ashok Badana
Color: –
Letter: Alphabet Soup’s Philip Clark
Judul Edisi: Rapunzel
Tanggal Rilis: November 2007

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Seorang pria bernama Eric duduk di hadapan seorang wanita. Ada buku dongeng berwarna merah di meja mereka. Wanita tersebut menanyakan apa yang bakal dilakukan oleh Eric. Eric belum bisa menjawab. Perasaannya masih campur aduk pasca membaca buku tersebut dan seolah terseret masuk ke dalam ceritanya. Pun begitu, sepeninggal wanita itu, Eric merasa bahwa pendapat si wanita benar adanya.

1 bulan sebelumnya. Rita menghentikan sebuah mobil yang tengah melaju. Ia mengaku kendaraannya mogok dan minta pertolongan pada pengemudi mobil tersebut. Saat si pengemudi memeriksa mesin mobil Rita, tiba-tiba muncul Eric dari belakang dan tanpa basa basi menghantam kepala si pengemudi dengan sekop.

Eric lantas meminta Rita mengambil dompet pengemudi tersebut dan membawa mobil mereka meninggalkan TKP. Ia berjanji untuk bertemu kembali dengannya sejam kemudian di tempat yang sudah dijanjikan setelah ia menjual mobil milik pengemudi tadi.

Rita pergi dengan pikiran galau. Ia mau melakuan hal tersebut karena diminta oleh Eric. Padahal ia sendiri tidak yakin 100% bahwa Eric benar-benar mencintainya. Setibanya di rumah, ia melihat ada sebuah buku dongeng di kursi samping mobilnya.

Tiba-tiba Sela Mathers muncul. Ia mengaku mengikuti Rita untuk memberikan buku dongeng tersebut kepadanya. Cerita yang ia inginkan dibaca oleh Rita adalah mengenai “Rapunzel”.

Pada jaman dahulu kala. Henry Locke mendengar ada suara seorang wanita bernyanyi dengan merdunya. Karena teman-temannya tidak mendengarnya, Henry sengaja memisahkan diri dari rombongan untuk mencari sumber suara tersebut. Tak lama ia menemukannya. Seorang wanita berambut panjang bernama Rapunzel yang tinggal di sebuah menara. Ia mengaku dikurung oleh ayahnya di sana sejak kecil.

Rapunzel minta agar Henry bisa membantunya keluar dari sana. Ia lalu menjatuhkan rambutnya yang panjang agar Henry bisa menggunakannya untuk memanjat ke atas menara tempat Rapunzel berada.

Setibanya di sana, betapa kaget Henry karena Rapunzel tidak sendiri. Ada iblis Incubus yang langsung memangsanya. Rapunzel ternyata jatuh cinta pada iblis tersebut dan membantunya menjebak pria-pria untuk naik ke menara sebagai tumbal bagi Incubus. Setelah memangsa manusia dalam jumlah tertentu, Incubus tersebut nantinya akan berubah sepenuhnya menjadi sosok manusia.

Esok harinya, lagi-lagi seorang pria berhasil dijebak oleh Rapunzel. Kini penampilan Incubus telah bertransformasi menjadi layaknya manusia biasa. Dengan gembira Rapunzel menyambutnya, berharap mereka bisa segera meninggalkan menara dan hidup berdua selamanya. Tanpa disangka, Incubus sama sekali tidak berniat melakukannya. Alih-alih berterima kasih, ia justru membuang tubuh Rapunzel dari atas menara hingga tewas begitu saja.

Eric menghampiri mobilnya. Ada seorang wanita di sana. Tanpa banyak berkata-kata, ia mengeluarkan pistolnya lalu membunuh wanita tersebut.

Berita pembunuhan tersebut terdengar di telinga Rita. Ia langsung menyadari bahwa pelakunya adalah Eric dan bisa saja ia yang menjadi korbannya apabila tidak segera meninggalkannya pasca membaca buku dongeng pemberian Sela.

Sementara itu, di sebuah bar, Sela kaget mengetahui berita tersebut. Ia tidak menyangka bahwa usahanya sia-sia karena pembunuhan tetap terjadi, hanya korbannya saja yang berbeda. Tak lama muncul seorang wanita yang sebelumnya bersama Eric. Ia adalah Belinda.

Tidak butuh waktu lama bagi Sela untuk paham bahwa semua itu adalah ulah Belinda. Sama seperti dirinya, Belinda juga memiliki kekuatan yang berkaitan dengan dunia dongeng. Bedanya, Belinda memanfaatkannya untuk bersenang-senang dan memastikan kematian orang-orang yang bersalah. Sama seperti yang sempat dilakukan Sela beberapa waktu lalu sebelum diingatkan untuk kembali ke jalan yang benar oleh Shang.

Sebelum pergi, Belinda mengingatkan bahwa sebentar lagi waktu Sela akan habis.


Akhirnya, musuh bebuyutan Sela dihadirkan. Saya curiga bahwa Belinda inilah yang memberikan narkoba pada Bryan dalam cerita “The Juniper Tree” (Grimm Fairy Tales #17) hingga Carolyn akhirnya meninggal walau sudah berusaha dicegah oleh Sela. Dalam miniseri “The Piper“, Belinda juga sempat eksis dalam kisah masa lalu The Pied Piper. Jadi penasaran bakal seperti perseteruan keduanya di edisi-edisi berikutnya.

Last modified on May 9, 2020 9:01 pm

Share
Cosa Aranda

Cosa Aranda adalah blogger profesional dari kota Surabaya yang sudah berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2005. Sempat beberapa kali menjadi pembicara seminar dan mengadakan workshop pada periode tahun 2007-2010. Saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggeluti hobi dan passionnya di bidang travelling, hiburan, serta permainan arcade. Bisa ditemui di Facebook jika ingin berkenalan.