Review Komik Grimm Fairy Tales #17 (Zenescope, 2007)

Di cerita sebelumnya, Sela Mathers dipertemukan kembali oleh Shang, pria yang memberikan kekuatan dunia dongeng kepadanya. Ia mempertanyakan sikap Sela yang belakangan mulai berubah. Tidak lagi sekedar mengajak kembali ke jalan yang benar, melainkan juga turut menghakimi orang-orang yang bersalah. Shang tidak ingin Sela melakukan hal tersebut karena itu bukanlah haknya. Sela sendiri masih bimbang sehingga Shang mengajak Sela ke sebuah rumah dan melihat sosok seorang wanita tua yang sedang berkabung atas putrinya di sana. Siapakah dia? Temukan jawabannya dalam sinopsis komik Grimm Fairy Tales #17 berikut ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #17 (Zenescope, 2007)

When a mother goes to desperate measures to keep her daughter away from a troubled man Sela finds it’s time to step in…A woman commits the ultimate act of betrayal in order to protect her child but soon finds her actions have caused a horrifying chain of events and proves that too much meddling will only lead to tragedy.

Story: Joe Tyler, Ralph Tedesco
Art: Scott Woodward (Pencils) / Andrew Mangum (Inks)
Color: Mark McNabb
Letter: Artmonkeys
Judul Edisi: The Juniper Tree
Tanggal Rilis: Oktober 2007

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Hubungan Carolyn dengan Bryan, saudara tirinya, belakangan semakin dekat. Bahkan menjurus ke arah hubungan intim. Ibu Carolyn, Patricia, yang mengetahui hal itu berat membiarkannya begitu saja. Sejak sebelum menikah dengan ayah Bryan, ia sudah tahu sebejat apa ulah putra tirinya itu. Mulai dari mabuk-mabukan hingga narkoba.

Saat Patricia mencoba menasehati Carolyn, Carolyn justru tidak terima. Ia merasa tidak ada yang salah dengan Bryan.

Untuk memastikan bahwa Bryan belum berubah, diam-diam Patricia memata-matai Bryan. Dugaannya tepat. Bryan masih saja berhubungan dengan obat-obatan terlarang.

Merasa tidak ada jalan lain, Patricia minta bantuan pada temannya, Monica, untuk dicarikan orang yang bisa menghabisi Bryan. Adalah sepupu Monica yang kemudian dibayar Patricia untuk membunuh Bryan. Sepupu Monica sepertinya juga sudah terbiasa melakukannya, karena ia menerima ‘pekerjaan’ tersebut dengan tenang dan memastikan bahwa Bryan bakalan lenyap tanpa jejak.

Tak lama setelah sepupu Monica pergi, Sela muncul. Ia mengaku kebetulan sedang lewat di sana sembari membaca buku dongeng. Sela pun lantas menawarkan pada Patricia untuk membaca salah satu dongeng yang ada di dalamnya, “The Juniper Tree”, yang mengisahkan tentang hubungan ibu dan putrinya.

Jaman dahulu kala, ada sebuah pohon Juniper berusia 9 abad yang diyakini ditanam oleh seorang ahli sihir. Rumornya, pohon tersebut memiliki kekuatan gaib untuk mempengaruhi pikiran seseorang. Tidak banyak yang mempercayainya. Termasuk keluarga bangsawan dimana pohon tersebut berada.

Stuart, putra pertama si bangsawan, dan Clarinda, putri tiri dari istri kedua si bangsawan, tengah asik berduaan di bawah pohon Juniper. Keduanya sudah menjalin hubungan asmara dan kini berencana untuk pergi meninggalkan rumah agar bisa bebas menjalani hidup mereka bersama-sama.

Ibu Clarinda, Deborah, diam-diam memperhatikan ulah keduanya dari balik jendela. Ia tahu banyak tentang gosip Stuart yang kental dengan dunia gelap. Mulai dari penjarahan hingga pencurian. Sudah tentu ia tidak merelakan putrinya berpasangan dengan pria seperti itu.

Malam harinya, Deborah mendapat bisikan dari pohon Juniper yang menyatakan bahwa putrinya tidak aman dan Stuart harus disingkirkan.

Tak lama, Deborah menguping kamar Stuart dan mendengar Clarinda sedang bercumbu mesra dengan Start di dalam. Ia makin yakin bahwa putrinya benar tidak aman bersama Stuart.

Beberapa saat kemudian, Deborah sengaja memanggil Stuart ke gudang dan meminta tolong agar Stuart membukakan peti penyimpanan apel yang agak seret. Begitu Stuart lengah, Deborah langsung membunuhnya tanpa ampun. Ia lantas menguburkan jasad Stuart beserta barang-barang miliknya di dekat pohon Juniper.

Sepeninggal Deborah, terlihat arwah Stuart melayang dan masuk ke dalam pohon tersebut.

Esok harinya, Clarinda sedih karena merasa ditinggalkan begitu saja oleh Stuart. Deborah berpura-pura menghiburnya sembari meyakinkan putrinya bahwa Stuart memang pria brengsek yang tidak bisa dipercaya.

Malam harinya, Clarinda bermimpi bertemu dengan seekor burung yang tengah bertengger di ranting pohon Juniper. Melalui sebuah teka-teki, burung tersebut memberitahu Clarinda bahwa Stuart telah mati dan tubuhnya dikubur di dekat pohon.

Clarinda terbangun dan bergegas berlari menuju pohon Juniper. Ia pun kaget mendapati ada gundukan tanah di sana.

Pagi harinya, Deborah mencari Clarinda, hendak mengajaknya sarapan bersama. Alih-alih putrinya, ia justru menemukan sepucuk surat perpisahan dari Clarinda. Deborah segera mengecek pohon Juniper dan di sana tergantung tubuh Clarinda yang sengaja bunuh diri agar bisa bersama kembali dengan Stuart.

Patricia syok membaca dongeng tersebut. Ia langsung menelpon Monica dan meminta sepupunya untuk membatalkan rencananya. Ia juga mempersilahkan sepupu Monica untuk menyimpan uang bayaran yang sudah ia berikan sebelumnya.

Dua minggu kemudian, Bryan mengajak Carolyn untuk mencicipi narkoba yang baru saja ia dapatkan dari seorang wanita bernama Belinda. Tanpa disangka, sesaat setelah menghisap barang terlarang tersebut, tubuh Carolyn kejang-kejang dan tak lama mulutnya mengeluarkan darah. Meski sempat dibawa ke rumah sakit, pada akhirnya Carolyn tidak bisa tertolong dan ia pun meninggal.

Sela yang mengetahui hal tersebut merasa galau karena tidak seharusnya nasib Patricia (dan Carolyn) berakhir tragis.


Oke, jadi sosok wanita tua yang sebelumnya dilihat oleh Sela saat sedang bersama Shang seharusnya adalah Patricia, yang kini sudah menua. Jika benar, berarti ada satu fakta baru bahwa Sela mungkin saja punya kekuatan untuk hidup abadi. Pun begitu, kisah Sela sendiri belum berakhir dan masih berlanjut ke edisi berikutnya. Jadi penasaran seperti apa kelanjutannya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply