Review Komik Grimm Fairy Tales Presents Realm Knights (Zenescope, 2013)

Di “Realm Knights One-Shot“, untuk pertama kalinya kelompok ksatria antar jagat dibentuk oleh Shang. Anggotanya adalah Sela Mathers, Nathan Cross (Captain Hook), Britney Waters (Red Riding Hood), Robyn Locksley (Robyn Hood), dan Heather Angelos (Angel).

Pun begitu belakangan Angel tewas di tangan The Being.

Kali ini Shang diminta kembali mengumpulkan para ksatria untuk menghadapi ancaman baru yang lebih kuat dan membahayakan.

Nah, seperti apakah cerita selengkapnya? Layakkah untuk dibaca?

Simak yuk sinopsis beserta review singkat dari komik Grimm Fairy Tales Presents Realm Knights di bawah ini untuk tahu jawabannya.

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Sekilas Tentang

cover komik realm knights 1

cover komik realm knights 1

Sela. Robyn Hood. Red Riding Hood. Kapten Hook. Jack The Giant Killer. Van Helsing. Sendiri, mereka adalah beberapa makhluk paling kuat di Alam Semesta Grimm… tetapi bersama-sama, mereka adalah Ksatria NYATA. Dikumpulkan untuk menghentikan kejahatan kuno mendapatkan kembali senjatanya yang sangat kuat, dapatkah para pejuang yang berkonflik ini menyelesaikan masalah mereka sendiri pada waktunya untuk menyelamatkan dunia?

Story: Pat Shand
Art: Butch Mapa
Color: Rohvel Yumul
Letter: Jim Campbell
Judul Edisi: Grimm Fairy Tales Presents Realm Knights Issue 1-4
Tanggal Rilis: 21 Agustus – 4 Desember 2013

Alur Cerita / Sinopsis Komik Realm Knights

Jaman dulu, di bumi.

Zeus, Neptunus, dan Hades datang ke bumi dan mengkonfrontir ayahnya sendiri, Chronus, yang lebih dulu berada di sana.

Dengan menyatukan kekuatan, ketiganya mengurung Chronus dalam tartarus (neraka).


Dengan menyamar sebagai agen, seorang pria misterius menyusup ke dalam Hibocorp dan mengambil artefak yang dijaga ketat di sana.

Artefak tersebut ternyata adalah senjata arit milik Chronus.


Untuk merebut kembali artefak tersebut, agen Ciampo bersama Shang mengumpulkan anggota Realm Knights.

Mereka adalah Nathan a.k.a agen Hook, Britney a.k.a agen Red, dan Sela a.k.a agen Snow.

Shang juga membebaskan Robyn Locksley a.k.a agen Robyn dari penjara Hibocorp pasca ia ditahan oleh polisi.

Sementara itu, Van Helsing yang tinggal bersama Sela memutuskan untuk ikut membantu.

Setelah semuanya berkumpul, agen Wisnowski dan agen Ciampo mulai melakukan brifing.

Semenjak kepergian para dewa dari bumi, pemerintah rupanya berusaha untuk mengumpulkan artefak-artefak milik mereka yang tertinggal. Bukan sembarang artefak, melainkan yang berpotensi sebagai senjata dan bisa menghancurkan bumi.

Tugas Sela dkk adalah menemukan kembaran arit Chronus yang telah dicuri. Pasalnya, jika keduanya bergabung, maka si pemilik bisa melakukan banyak hal yang membahayakan. Bahkan termasuk memanipulasi waktu.


Di Underworld. Seseorang terlihat membawa arit Chronus.

Tak disangka, orang itu adalah Hades, yang seharusnya ikut meninggalkan bumi bersama Zeus dan dewa-dewa lainnya.


Sela, Cross, Red, Robyn, dan Van Helsing tiba di Underworld.

Belum apa-apa mereka sudah disambut oleh Cerberus. Beruntung ada Red, yang punya kemampuan menjinakkan binatang apapun.

Sesaat kemudian giliran Hades yang muncul.

Walau diserang secara bersamaan, Hades terlihat sama sekali tidak terluka.

Sementara itu, dari ruang kontrol, agen Wisnowski dan agen Ciampo berbeda pendapat.

Agen Wisnowski ingin agar agen Ciampo langsung memerintahkan Realm Knights menghabisi Hades. Sebaliknya, agen Ciampo membiarkan Sela dkk untuk mencoba menghadapi Hades dengan cara mereka sendiri terlebih dahulu.


Terungkap bahwa Hades berniat menggunakan arit tersebut untuk menghadapi Chronus. Ia tidak mau menyerahkannya begitu saja pada Sela dkk.

Pria misterius yang mencuri arit di Hibocorp tiba-tiba muncul. Tak disangka, ia ternyata adalah Chronus.

Tanpa banyak basa basi, pertarungan pun dimulai.

Sayangnya, Chronus terlalu kuat. Walau dikeroyok ia masih bisa menghadapi mereka semua.

Hades sendiri sebenarnya sejak awal sudah tahu tidak bakal mampu mengalahkan Chronus.

Tidak ingin arit kembali ke tangan Chronus, ia meledakkan dirinya dan membuat Red, Robyn, dan Van Helsing ikut musnah bersama arit Chronus.


Sela syok dengan kematian rekan-rekannya.

Kendati demikian, agen Ciampo menyatakan misi tetap harus berlanjut.

Ia pun mengeluarkan kartu AS yang membuat Sela dan Cross terkejut. Yaitu Neptunus.


Hades, Red, Robyn, dan Van Helsing ternyata tidak tewas. Hades hanya membawa mereka berpindah lokasi. Pada dasarnya, mereka semua masih ada di Underworld.

Hades lantas menceritakan tentang asal mula perperangan para dewa yang berujung pada dikurungnya Chronus di dalam tartarus.

Hades sengaja kembali ke bumi karena tahu Chronus bakal mampu keluar dari tartarus apabila semua dewa pergi meninggalkan bumi.


Alasan serupa diungkapkan oleh Neptunus.

Sela sempat tidak mau melanjutkan karena masih berduka atas kematian Van Helsing. Kendati demikian Shang berhasil menguatkannya.

Agen Ciampo kemudian mengungkapkan rencananya untuk memulihkan trisula Neptunus yang telah hancur. Walau tidak sekuat arit Chronus, senjata itu adalah satu-satunya cara untuk menghadapinya.


Chronus menemukan tempat Hades dan yang lain bersembunyi.

Kali ini ia berhasil merebut aritnya yang berada di tangan Hades.

Dengan demikian kekuatannya kini kembali sempurna.

Tidak lagi mengindahkan Hades dkk, Chronus lantas pergi begitu saja.


Tujuan Chronus ternyata adalah Olympus. Ia hendak menguasai kembali kota tersebut.

Hades tidak tinggal diam. Bersama Van Helsing, Red, dan Robyn, mereka menyusul Chronus ke Olympus.

Chronus merespon dengan memerintahkan pasukan Hydra untuk menghadang mereka berempat.


Sela menggunakan kekuatan dari jagat Oz untuk merestorasi trisula Neptunus.

Begitu trisula pulih, tanpa membuang waktu mereka berpindah lokasi ke Olympus dan membantu Hades dkk menghadapi Chronus beserta pasukan Hydra-nya.

Di luar dugaan, Chronus membunuh Van Helsing di depan mata Sela.

Sela berusaha tetap tegar dan fokus menyerang Chronus.

Robyn kemudian berhasil merebut salah satu arit dan memberikannya pada Sela.

Sela pun memanfaatkannya untuk memancing Chronus menjauh dan memberi waktu bagi rekan-rekannya untuk mengambil nafas sekaligus menghabisi pasukan Hydra yang tersisa.

Serangan Neptunus sukses membuat Chronus lengah.

Sela lalu mengambil aritnya yang satu lagi dan menghancurkannya.

Dengan Chronus yang sudah kehilangan kekuatannya, Sela memerintahkan agar Hades dan Neptunus mengurung Chronus di dalam tartarus.

Tak disangka, Van Helsing tiba-tiba muncul dan membunuh Chronus.

Hancurnya arit Chronus rupanya membuat Van Helsing hidup kembali.

Walau sepertinya ancaman sudah hilang, Hades terlihat mengkhawatirkan sesuatu.


Neptunus dan Hades memutuskan untuk tetap tinggal di bumi.

Sementara itu, Van Helsing mengaku sempat berada di neraka saat ia dibunuh Chronus.

Sela tidak percaya karena ia tahu Van Helsing adalah orang baik.

Kendati demikian, Van Helsing tampak overthinking mengenai hal itu.


Agen Ciampo mempersilahkan Robyn untuk bebas selama ia tidak lagi berbuat ulah dan mau ditugaskan kapan saja.

Shang kemudian mengajak Robyn pergi ke ruangan lain untuk berbicara empat mata.

Agen Ciampo juga mengingatkan Red yang sempat berubah ke wujud serigala saat ia menghadapi pasukan Hydra.

Tak lama agen Wisnowski meminta agen Ciampo untuk ikut dengannya menemui seseorang. Belum jelas siapa, tapi sepertinya itu adalah pimpinan mereka. Atau setidaknya orang yang memiliki jabatan jauh lebih tinggi.

Tak disangka, terungkap bahwa agen Ciampo sebenarnya adalah seorang falseblood / highborn.

Seseorang bernama Morgana mendadak muncul dan menghapus ingatan agen Ciampo. Agen Wisnowski lantas membawa agen Ciampo pergi untuk dicuci otak.


Tiba di kediamannya, Morgana disambut oleh Hades yang membawa pecahan arit Chronus.

Lagi-lagi masih belum jelas, namun sepertinya ada perjanjian rahasia di antara Hades dan Morgana.

Yang pasti, Morgana menjanjikan bakal menghidupkan kembali putri Hades dengan imbalan arit tersebut.

Simpulan

Siapa sebenarnya orang yang ditemui oleh agen Wisnowski dan agen Ciampo? Apakah presiden Amerika Serikat?

Alih-alih berakhir damai, ending miniseri Realm Knights ini malah menyuguhkan lebih banyak lagi misteri baru yang bikin penasaran.

Disebutkan pula bahwa petualangan Robyn dan Red Riding Hood berturut-turut akan berlanjut dalam “Age of Darkness: Robyn Hood” serta “Code Red”.

Keduanya adalah bagian dari major event Age of Darkness yang mungkin baru akan diulas di Curcol.Co beberapa bulan lagi.

Sebelum itu kemungkinan besar akan dibahas terlebih dahulu judul-judul yang berkaitan dengan jagat Wonderland dan Oz. Which is lumayan seabrek.

Versi digital / fisik dari komik “Grimm Fairy Tales Presents Realm Knights” ini bisa diperoleh di Amazon.

review komik realm knights 2013

Leave a Reply