Review Komik Dial H For Hero #2 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, Miguel menemukan telfon H-Dial saat ia terjatuh ke jurang. Saat telpon tersebut diangkat, seseorang yang mengaku sebagai Operator memintanya untuk memutar tombol H apabila ia ingin selamat. Saat Miguel melakukannya, ia berubah menjadi sosok superhero bernama Monster Truck. Pasca kejadian tersebut, Operator kembali menelponnya dan meminta Miguel untuk menjaga baik-baik H-Dial. Apa yang sebenarnya terjadi? Temukan kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Dial H For Hero #2 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Dial H For Hero #2 (DC Comics, 2019)

On the road (in a food truck full of mayonnaise!) with the amazing H-Dial that gifts the user with a new superpower every time they place a call, teenage runaways Miguel and Summer come under attack by others who crave the power the dial offers. With cryptic calls from the “phone zone” and no one to turn to for help, the adolescent adventurers come to a breaking point, where they either must work together or lose more than just the dial.

Story: Sam Humphries
Art: Joseph A Quinones Jr.
Color: Jordan Gibson
Letter: Dave Sharpe
Judul Edisi: River Deep Mountain High
Tanggal Rilis: 1 Mei 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di Grand Junction, Colorado. Miguel berdebat dengan Summer mengenai sarapan yang harus mereka beli dengan budget yang terbatas. Summer meminta omelet, sementara Miguel, yang tidak suka telur, menginginkan roti bakar. Sementara itu, telpon H-Dial terus berdering. Alih-alih menerimanya, Miguel memutuskan untuk menutupnya kembali.

Tanpa mereka sadari, salah seorang pengunjung di restoran tersebut sedang mengawasi mereka. Ia adalah Barnaby, mantan pengguna H-Dial. Mr. Thunderbolt memintanya untuk merebut telpon tersebut dari tangan Miguel, lantas memberikannya pada seorang polisi wanita yang nantinya akan datang ke sana. Mr. Thunderbolt juga mengingatkan agar Barnaby jangan sekali-sekali menggunakan H-Dial agar ia tidak ketahuan.

Telpon H-Dial kembali berdering. Kali ini Miguel mengangkatnya. Yang berbicara di seberang masih sama, Operator. Instruksinya juga tidak berubah. Mewanti-wantinya agar jangan sampai telpon tersebut jatuh ke tangan Thunderbolt Club, yang ia yakini sedang berada di dekat Miguel saat ini.

Tidak tahan lagi, Miguel mengikat H-Dial dengan tali, lantas melemparkannya ke sungai. Barnaby yang mengetahuinya diam-diam mengambil kembali telpon tersebut dan menggunakannya. Ia pun lantas berubah menjadi karakter Jobu The Zonkey King, yang mirip dengan Son Goku.

Miguel yang melihat kehadiran Jobu langsung menyadari kaitannya dengan H-Dial. Ia berusaha untuk menangkap dan melumpuhkan Jobu. Begitu pula dengan polisi wanita (yang di-mention sebelumnya oleh Mr. Thunderbolt) yang barusan tiba di TKP, tidak sungkan untuk melepaskan tembakan ke arah Jobu.

Menghadapi keduanya Jobu masih bisa bertahan. Namun tidak saat Summer menabrakkan truknya ke tubuh Jobu. Meski tidak terluka, namun H-Dial yang ia bawa terlempar. Miguel tidak membuang waktu untuk menggunakannya. Ia lalu berubah menjadi sosok robot Iron Deadhead.

Hasilnya sudah bisa ditebak. Jobu pun menyerah kalah di tangan Iron Deadhead. Saat kembali ke wujud aslinya, Barnaby mengaku bahwa ia hanya ingin sekali saja merasakan sensasi menggunakan H-Dial. Dan tidak hanya dirinya saja. Hampir semua anggota Thunderbolt Club menginginkannya.

Insiden yang baru saja ia alami membuat Miguel memutuskan untuk pergi ke Metropolis. Tujuannya satu. Menyerahkan telpon tersebut ke tangan Superman. Sayangnya, ia dan Summer telat menyadari bahwa H-Dial sudah tidak ada di TKP. Melainkan sudah berada di tangan si polisi wanita, officer Grandle, yang berniat untuk membawanya ke Central City sesuai dengan perintah Mr. Thunderbolt.


Sejauh ini ceritanya masih tidak terlalu istimewa. Tapi harus diakui, serupa dengan seri Shazam! yang sedang berjalan saat ini, komik ini sangat menyenangkan untuk diikuti. Apalagi pertarungan Jobu (terinspirasi dari Goku) versus Iron Deadhead (terinspirasi dari Appleseed) yang tidak hanya membuat senyum senyum sendiri mengingat keterkaitannya dengan dua karakter manga tersebut, melainkan juga membuat terkagum-kagum dengan campuran gaya ilustrasi yang berbeda dalam satu panel.

Well, dengan jagat DC yang saat ini sedang dihebohkan dengan banyak event besar (Year of The Villain, DCeased, Leviathan Saga, dll), sesuatu yang ringan dan menyenangkan seperti Dial H For Hero ini rasanya pantas untuk dipertahankan.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply