Review Komik Detective Comics #998 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, Batman berhasil menyelamatkan Thaddeus Brown (Mister Miracle) yang sebelumnya ditangkap seseorang guna menjebak Batman. Langkah Batman selanjutnya adalah menuju kediaman Hugo Strange. Mungkinkah ia sosok yang berada di balik semua penyerangan terhadap Batman dan orang-orang yang penting dalam hidupnya? Simak jawabanyna dalam sinopsis komik Detective Comics #998 setelah pesan-pesan berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Detective Comics #998 (DC Comics, 2019)

Batman’s tried everything on Earth to stop the menace hunting his friends and family…now it’s time to turn to things not of this Earth! In the past, whenever Batman’s encountered the supernatural, he’s turned to Jason Blood for guidance—and to Etrigan, the demonic entity living inside him! But securing their help is never simple, and what Blood has to show him will shake Batman to his core!

Story: Peter J. Tomasi
Art: Jaime Mendoza & Mark Irwin (Inker) / Doug Mahnke (Penciller)
Color: David Baron
Letter: Rob Leigh
Judul Edisi: Mythology – Hell And Back
Tanggal Rilis: 13 Februari 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Seperti sudah diduga sebelumnya, Strange mengaku bahwa ia sama sekali tidak tahu menahu mengenai insiden yang sedang dialami Batman. Ia memastikan bahwa aksi terakhirnya adalah yang ada dalam arc “Night of The Monster Men” dan untuk saat ini ia belum mampu menciptakan sesuatu yang lebih heboh dari itu.

Batman hendak membawa Strange ke penjara Arkham, namun sebuah pesan masuk dari Jason Blood a.k.a Etrigan The Demon. Ia langsung menyadari bahwa urusan Strange bisa ditunda begitu mendengar pesan dari Jason yang terpotong. Bergegas ia meminta Alfred mengirimkan armor Hell Bat ke lokasinya saat ini.

Batman, yang sudah menggunakan armor Hell Bat, tiba di toko milik Jason Blood. Terlihat sesosok monster berwarna hijau sedang menyerangnya. Lebih tepatnya menggerogotinya. Monster yang belakangan diketahui berasal dari neraka itu ternyata mengaku sedang menghisap energi milik Etrigan. Ia berniat melakukannya hingga Etrigan mati.

Pertarungan Batman dengan monster hijau pun tidak dapat terelakkan. Meski sempat kewalahan, armor yang pembuatannya dibantu oleh rekan-rekan Batman di Justice League itu terbukti masih mampu membantu Batman mengalahkan si monster. Setelah memaksa monster tersebut membebaskan Etrigan, tanpa sungkan Batman melemparkannya kembali ke neraka melalui portal yang saat itu terbuka.

Setelah kembali ke wujud Jason, ia menceritakan bahwa monster hijau tersebut adalah manifestasi dari rasa takut yang (disadari atau tidak) dimiliki oleh Batman selama ini. Batman bisa menerimanya. Namun perhatiannya langsung beralih pada prototipe grapling gun miliknya yang ia temukan tergeletak di sana.

Tahu bahwa itu adalah petunjuk dimana seharusnya ia berada setelah itu, Batman segera berpamitan. Dengan kemampuannya, Jason membukakan portal agar Batman bisa segera menuju ke lokasi yang ia inginkan dengan cepat. Dan lokasi tersebut adalah S.T.A.R. Labs.

Ada Silas Stone (ayah Victor Stone a.k.a Cyborg) di hadapan Batman. Silas ternyata pernah membantu membuatkan berbagai perlengkapan bagi Batman di awal-awal aksinya turun jalan. Salah satunya adalah grapling gun yang ditemukan Batman.

Setelah berbincang beberapa saat, Batman mulai menyadari ada yang aneh dengan cara bicara Silas. Sayangnya ia terlambat. Silas menembakkan grapling gun ke arah Batman lantas sosoknya — yang ternyata adalah rekayasa digital — menghilang begitu saja. Kini di hadapan Batman adalah seorang anak kecil (atau seseorang bertubuh kecil?) yang sedang menggunakan kostum Batman.


Apakah sosok yang ada di penghujung halaman adalah Master Bruce, sosok anak kecil yang terobsesi untuk menjadi Batman sampai tega membunuh kedua orang tuanya sendiri? Mungkin saja. Tapi jika iya, berarti bukan dia juga otak di balik semua insiden yang terjadi. Mengingat masih tersisa 2 edisi lagi hingga sampai klimaks di edisi #1000. Tambah penasaran.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply