Review Komik DCeased: Hope At World’s End #4 (DC Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, Tom Taylor membawa kita ke tengah-tengah keluarga Speed Force, khususnya yang tinggal di Keystone City. Dengan dipimpin oleh Wally West, mereka berhasil menyelamatkan penduduk sekitar dengan cara memindahkan mereka semua ke bumi alternatif. Sayangnya, Max Mercury terinfeksi. Tidak mau membunuhnya, Wally lantas mengantarkan Max menuju dimensi Speed Force dan meninggalkannya di sana. Nah, kisah karakter jagat DC mana lagi yang akan kita temui? Simak jawabannya dalam sinopsis komik DCeased: Hope At World’s End #4 setelah pesan-pesan berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik DCeased: Hope At World's End #4 (DC Comics, 2020)

The world needs a Batman but Damian is struggling with the enormity of the mantle…can the Man of Steel help? And seeking safe haven, Suicide Squad’s Wink and The Aerie reach the fortress of Jotunheim…but is anywhere left on Earth safe from the unliving?!

Story: Tom Taylor
Art: Marco Failla
Color: Rex Lokus
Letter: Saida Temofonte
Judul Edisi: Chapter Four
Tanggal Rilis: 30 Juni 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di Qurac. Aerie tengah terbang bersama Wink untuk menuju Jotunheim, sebuah benteng raksasa yang dibangun di dalam sebuah tebing. Seluruh keluarga dan orang-orang yang tinggal bersama Aerie di pulau Badhnisia telah terinfeksi virus Anti-Life Equation. Untuk saat ini, Jotunheim jadi satu-satunya target tempat persembunyian yang dianggap aman.

Setibanya di sana, tempat tersebut ternyata sudah dikuasai oleh Rustam (Raza Kattuah), Manticore, dan pasukannya. Sebelum sempat terjadi pertumpahan darah, dengan kekuatannya Wink men-teleport dirinya dan Aerie ke dalam benteng dan bernegoisasi. Mereka minta diizinkan beristirahat di sana untuk sementara waktu. Sebagai gantinya, apabila dibutuhkan, mereka siap untuk membantu Manticore dan Rustam.

Di Fortress of Solitude. Satu demi satu para superhero yang masih bertahan tiba. Damian Wayne (Robin) tampak ragu untuk menerima mantel Batman dari ayahnya, yang sebelumnya tewas akibat terinfeksi virus Anti-Life. Atas permintaan Jonathan Kent (Superboy), Superman lantas mengajak Damian ngobrol dan pada akhirnya Damian dengan legowo mengenakan jubah Batman.

Di Qurac. Manticore meminta pertolongan pada Aerie dan Wink. Dua rekannya, Nightshade dan Hyve, belum juga kembali pasca dikirim untuk berpatroli di daerah barat. Setelah beberapa lama terbang, alih-alih menemukan Nightshade dan Hyve, yang ada di hadapan Aerie adalah Black Adam (yang telah terinfeksi) dan seluruh penduduk Kahndaq (yang juga telah terinfeksi). Pasukan virus Anti-Life tersebut bergerak dengan cepat ke arah Jotunheim.

Black Adam yang melihat Aerie segera menyerangnya. Untungnya, Wink masih sempat men-teleport Aerie kembali ke sisinya. Tanpa banyak bicara, Aerie bergegas terbang bersama Wink menuju Jotunheim.


Gak nyangka sih ini Tom Taylor bakal ngelibatin karakter-karakter dari serial Suicide Squad ke dalam jagat DCeased. Apalagi yang diusung bukan karakter yang umum eksis dalam tim Suicide Squad. Saya malah sampai sudah lupa kalau Rustam termasuk yang berperan vital dalam miniseri keren “Justice League vs Suicide Squad” di tahun 2016 lalu.

By the way, saya pikir “Hope At World’s End” bakal jadi jembatan ke “Dead Planet”. Ternyata saya salah. Atau bisa jadi benar, tapi belum terbukti. Yang jelas, walau Dead Planet edisi perdana sudah dirilis, Hope At World’s End ini masih terus berlanjut. Sama-sama kita tunggu deh seperti apa kelanjutan serial one-shot ini.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply