Review Komik DCeased: Hope At World’s End #13 (DC Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, walau sudah dibantu oleh Superman, Wonder Woman, Martian Manhunter, dan The Flash, korban jiwa tetap tidak terelakkan. Robin (Stephanie Brown) tewas di tangan Black Manta (David Hyde) yang terinfeksi, sementara Martian Manhunter sendiri disikat oleh Black Adam. Belakangan Talia menawarkan diri untuk membawa Steph ke Lazarus Pit dan menghidupkannya kembali. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak sinopsis komik DCeased: Hope At World’s End #13 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik DCeased: Hope At World's End #13 (DC Comics, 2020)

The Anti-Life Army has reached the shores of America and they’re cutting a path of destruction toward Gotham! Lex Luthor has a plan, though, that might just save the world …but are the heroes ready for the sacrifice?

Story: Tom Taylor
Art: Jon Sommariva
Color: Rex Lokus
Letter: Saida Temofonte
Judul Edisi: Chapter Thirteen
Tanggal Rilis: 3 November 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Pasukan zombie Anti-Living Black Adam kini sedang mengarah menuju kota Gotham. Mereka diperkirakan bakal tiba esok hari. Lex Luthor mengusulkan agar mereka fokus menghabisi Black Adam dan setelah itu meledakkan bom berskala besar untuk memusnahkan pasukan Anti-Living lainnya.

Seperti biasa, Superman menolak usulan tersebut mentah-mentah. Baginya, orang-orang yang terinfeksi tetaplah manusia. Sebisa mungkin tidak dibunuh selama ada harapan untuk sembuh seperti sediakala. Malas berdebat, Lex memilih menyingkir dan bersiap untuk meninggalkan kota Gotham.

Sesaat kemudian Jimmy Olsen mendatanginya. Sebagai orang yang dianggap paling pintar di bumi, Jimmy menganggap sikap Lex tidak mencerminkan hal itu. Harusnya ia memikirkan cara untuk bisa menyelamatkan mereka semua, bukan malah kabur.

Perkataan Jimmy membuat Lex berpikir ulang. Ia lantas mendatangi Kid Flash (Wallace West) dan minta untuk ‘diantarkan’ ke Speed Force selama beberapa menit. Durasi tersebut cukup baginya untuk mempertimbangkan semua kemungkinan yang ada. Dan apapun itu, hasilnya ternyata hanya satu — kekalahan telak apabila mereka mengandalkan para superhero.

Untuk mengatasinya, Lex kemudian membuat rencana lain yang melibatkan Pied Piper dan Wink. Selain diwanti-wanti untuk tidak membocorkan rencana tersebut, keduanya diminta untuk menghabiskan malam bersama dengan orang yang mereka cintai. Lex sendiri lalu pergi karena masih ada satu bagian lagi dari rencananya yang harus dipersiapkan.

Tujuan Lex adalah Wonder Woman. Entah apa yang sebenarnya ia rencanakan, namun Wonder Woman terlihat menyetujuinya. Ia juga tidak menolak ketika Lex menyatakan bahwa Wonder Woman harus menghabisi Black Adam jika tiba saatnya nanti. Wonder Woman sempat menanyakan berapa orang yang harus mati dalam rencana tersebut. Lex menjawab dua.

Superman menghampiri Jimmy. Memprovokasi Lex ternyata sudah direncanakan sejak awal oleh Superman dan juga Jimmy. Superman pun berterimakasih karena sepertinya aksi Jimmy membuahkan hasil.


Saya ngefans Superman sejak kecil. Namun jujur saya katakan bahwa sikap Superman seperti yang ia tunjukkan dalam edisi ini adalah sesuatu yang benar-benar saya benci. Sosoknya yang notabene alien selalu digadang-gadang lebih manusiawi ketimbang manusia pada umumnya. Nyatanya, yang ia putuskan bagi saya termasuk hal yang tidak manusiawi. Dan tidak masuk akal.

Kalau memang tidak mau membunuh superhero / supervillain yang terinfeksi, setidaknya pikirkan cara untuk melumpuhkan mereka. Apapun itu. Bukan hanya dipukul mundur, lalu dibiarkan kembali datang meledak. Toh ujung-ujungnya rekan-rekannya sendiri satu demi satu jadi korban kok. Apa bedanya dengan para warga sipil yang jadi korban?

Maap, jadi curhat, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply