Review Komik DCeased: Hope At World’s End #12 (DC Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, serangan Black Adam berujung pada hilangnya sebelah mata dari Jimmy Olsen. Tidak hanya itu, Superboy (Jon Kent) dkk harus berjuang mati-matian untuk menghadang serangan demi serangan yang dilancarkan olehnya. Di saat genting, Jon berteriak memanggil ayahnya, Superman (Clark Kent). Tanpa membuang waktu, Superman pun datang dan menyelamatkan putranya. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik DCeased: Hope At World’s End #12 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik DCeased: Hope At World's End #12 (DC Comics, 2020)

t’s all out war as the heroes fight to save the thousands of refugees… but what fresh victims will the mighty Anti-Life Army take or turn?! Will this be the final stand of the junior Trinity?!

Story: Tom Taylor
Art: Marco Failla
Color: Rex Lokus
Letter: Saida Temofonte
Judul Edisi: Chapter Twelve
Tanggal Rilis: 20 Oktober 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Dengan kondisi di Nantucket yang tidak bisa dianggap enteng, Superman menghubungi Martian Manhunter untuk membawa bala bantuan. Tanpa membuang waktu, Martian Manhunter datang bersama dengan Wonder Woman (Princess Diana), Green Lantern (Dinah Lance), serta The Flash (Barry Allen & Wally West). Berkat mereka, situasi mulai teratasi dan satu persatu warga sipil bisa diselamatkan ke dalam kapal.

Saat kapal hendak berlabuh, Robin (Stephanie Brown) menghampiri Black Manta (David Hyde) yang berdiri terdiam. Tanpa disangka, David sudah terinfeksi dan langsung menyerang Steph dengan sinar optik dari matanya. Steph sempat berteriak memanggil Batman (Damian Wayne) untuk memperingatkannya, namun terlambat. Serangan David tidak hanya telak mengenai tubuh Steph, melainkan juga meledakkan kapal penumpang.

Para superhero pun sibuk menyelamatkan warga sipil. Termasuk Martian Manhunter, yang tetap bertahan di tengah kobaran api walau itu adalah kelemahannya. Ia sengaja membuka telepati dengan rekan-rekannya agar mereka bisa menyelamatkan orang-orang yang terjebak api.

Di luar dugaan, Black Adam mendadak muncul di hadapan Martian Manhunter. Satu buah serangan telak melukai Martian Manhunter. Tubuhnya terlempar jatuh ke laut dan sesaat kemudian menghembuskan nafas terakhirnya di dasar laut.

Setelah Superman dan Wonder Woman menghantam Black Adam hingga melayang menjauh, evakuasi pun berlanjut. Hanya tersisa Damian yang terduduk di samping tubuh Steph yang sudah tidak bernyawa. Wonder Girl (Cassie Sandmarks) menawarkan diri untuk membawa tubuh Steph. Bersama Superboy dan Talia, ketiganya lantas menuju Gotham Garden.

Damian mencoba menutupi kesedihannya dengan bercerita betapa ia terganggu dengan Steph yang sering mengganggunya. Cassie mengingatkan bahwa seperti itulah sikap seorang kakak perempuan terhadap adik laki-lakinya. Talia belakangan datang dan menawarkan untuk menghidupkan kembali Steph di Lazarus Pit. Damian tidak menolak.


Dengan cerita dalam serial Hope At World’s End yang alur waktunya berada di belakang, kita memang sudah bisa mengira-ngira siapa saja yang tidak akan bertahan. Stephanie Brown (dan mungkin juga Talia) termasuk di antaranya. Pun begitu, Tom Taylor tetap sukses membuat kita syok dan terkejut dengan kepergian Steph. Terlebih di episode sebelumnya, Steph ditunjukkan sedang ‘bonding‘ dengan Talia. Emang asli nyebelin banget si Tom ini, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply