Review Komik DCeased: Dead Planet #7 (DC Comics, 2021)

Di cerita sebelumnya, vaksin virus Anti-Living akhirnya berhasil dibuat. Big Barda yang menjadi target percobaan pertama berhasil pulih tanpa adanya efek samping. Selagi vaksin tersebut diproduksi masal, Trigon dikabarkan sudah tiba di bumi. Begitu pula dengan pasukan Amazo dari Profesor Ivo, sudah mulai menyebar ke penjuru dunia untuk menghabisi orang-orang yang terinfeksi. Dapatkah John Constantine dkk menuntaskan misi mereka? Simak akhir kisahnya dalam sinopsis komik DCeased: Dead Planet #7 di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik DCeased: Dead Planet #7 (DC Comics, 2021)

The Justice League fights an army of Amazos for Earth, while John Constantine goes head-to-head with Trigon! The Justice League fight for Earth and the lives of the…infected?! The final chapter of the best-selling series will be talked about for years to come!

Story: Tom Taylor
Art: Trevor Hairsine (Pencil) / Gigi Baldassini & Stefano Gaudino (Ink)
Color: Rain Beredo
Letter: Saida Temofonte
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 19 Januari 2021

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Wonder Girl, Batgirl, Mary Marvel, Mister Miracle, Big Barda, dan Green Lantern tiba di Australia untuk menghadang laju pasukan Amazo. Menghadapi musuh yang berupa robot, mereka tidak perlu lagi menahan kekuatan mereka.

Sementara itu Zatanna dan Phantom Stranger tiba di Paris untuk bergabung dengan John Constantine. Anehnya, Constantine tidak terlihat di sana. Meski diragukan oleh Phantom Stranger, Zatanna yakin Constantine pasti akan segera menyusul.

Superman sendiri, bersama dengan Batman, mendatangi bunker Penguin dan Professor Ivo. Mereka sempat dihadang oleh satu robot Amazo, namun dengan mudah mereka taklukkan. Berhadapan dengan Penguin dan pasukannya, Superman meminta agar mereka menghentikan aksi pasukan Amazo. Tentu saja ia menolak. Ia bahkan sudah mempersenjatai anak buahnya dengan kryptonite untuk menghadapi Superman.

Tanpa disangka, pasukan Penguin menolak untuk menyerang Superman. Sesaat kemudian, justru Penguin dan beberapa orang anak buahnya yang terlihat kesakitan hingga akhirnya tewas. Ternyata itu semua perbuatan Constantine, yang menggunakan Jubah Ragman untuk menyerap jiwa orang-orang jahat di sana sebagai tambahan energi baginya.

Ketika dikonfrontasi oleh Superman, Constantine memastikan bahwa hanya jiwa-jiwa orang jahat saja yang ada di dalam jubahnya. Setelah mengetahui tujuan Cosntantine adalah untuk mengalahkan Trigon, Superman berniat untuk membantunya. Constantine melarang karena merasa ada banyak hal lain yang perlu dilakukan oleh Superman saat itu. Terlebih, dari hasil penerawangannya menggunakan bola kristal Madame Xanadu, Superman tidak akan selamat.

Sepeninggal Constantine, Batman mendapati profesor Ivo yang tewas karena ditembak oleh Penguin sebelumnya. Mereka pun memutuskan untuk membawa kepala robot Amazo pada Cyborg.

Setibanya di Magnus Labs, tempat Cyborg berada, Batman mengutarakan rencananya untuk menanamkan virus ke sistem Amazo yang memang semuanya saling terhubung. Cyborg menyanggupi untuk melakukannya.

Selagi virus disiapkan, Superman dan The Flash berkeliling dunia untuk menyuntikkan vaksin Anti-Living pada orang-orang yang terinfeksi. Begitu tugasnya selesai, Superman yang kebetulan berada di Eropa bergegas terbang menuju Paris, tempat Trigon berada.

Constantine tiba di Paris. Baik Zatanna maupun Phantom Stranger terlihat kewalahan menghadapi Trigon. Dengan segala persiapan yang sudah ia buat, Constantine mulai menghadapinya. Walau awalnya terlihat di atas, pada akhirnya ia tetap tidak kuasa melawan Trigon. Constantine pun tewas di tangannya.

Batman, Swamp Thing, dan Cyborg berhasil menciptakan virus untuk melumpuhkan sistem Amazo. Dengan sekali percobaan, virus tersebut sukses menyebar ke seluruh pasukan Amazo dan menghentikan aksi mereka.

Superman tiba di Paris. Tanpa banyak basa basi, ia mulai menghadapi Trigon. Arwah Constantine tiba-tiba muncul di samping Zatanna. Ia memberitahu bahwa semua itu sudah dalam rencananya. Termasuk juga kematiannya. Bukan tanpa alasan. Dengan tubuh yang sudah tidak lagi nyata, arwah Constantine kini bisa langsung masuk ke dalam tubuh Trigon dan mengontrolnya.

Trigon, yang sudah terkontrol oleh Constantine, meminta Zatanna menyerahkan tombak takdir yang ia pegang. Tombak tersebut lantas ia tusukkan sendiri ke tubuhnya. Baik Trigon dan Constantine sama-sama menghilang akibatnya.

Seluruh penduduk dunia yang terinfeksi sudah berhasil disembuhkan dengan vaksin. Begitu pula dengan beberapa superhero seperti Green Arrow dan Queen Hippolyta.


Seperti sudah diperkirakan, sulit untuk menyelesaikan semua konflik yang ada di dalam satu edisi. Rumor tentang masih adanya kelanjutan dari jagat DCeased sepertinya auto terkonfirmasi, mengingat masih tersisa urusan dengan Superman senior yang masih dikurung di matahari serta Darkseid yang masih terinfeksi. Meski sejauh ini bisa menikmati ceritanya, saya berharap semoga cukup satu saja sekuel dari DCeased yang dihadirkan. Tidak usah berlebihan dan dipanjang-panjangkan lagi. Daripada keburu bosan seperti serial di jagat Batman: White Knights. Setuju, teman-teman?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply