Review Komik DCeased: Dead Planet #6 (DC Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, rencana John Constantine yang masih dirahasiakan detilnya memakan korban. Red Hood (Jason Todd) tanpa disangka harus tewas di tangan Captain Marvel Junior (Freddy) yang telah terinfeksi virus Anti-Living. Di luar itu, sejauh ini rencananya berjalan lancar. Apa sebenarnya yang hendak dilakukan oleh Constantine hingga ia tega mengorbankan nyawa rekannya? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik DCeased: Dead Planet #6 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik DCeased: Dead Planet #6 (DC Comics, 2020)

The remaining heroes of the DC Universe are stuck between Hell and a hard place! With the Justice League racing against the clock to create a cure, the cruel masters of the southern garden are determined to wipe all anti-life from the planet. Just when you didn’t think it could get worse…the war to save Earth takes a devilish new direction! Trigon is coming to end the world as Hell is long due its payment in souls!

Story: Tom Taylor
Art: Trevor Hairsine (Pencil) / Gigi Baldassini & Tom Derenick (Ink)
Color: Rain Beredo
Letter: Saida Temofonte
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 1 Desember 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di Australia. Penguin menanyakan perkembangan rencana mereka pada professor Ivo. Mereka ternyata berniat untuk memanfaatkan pasukan Amazo untuk membunuh semua manusia yang terinfeksi di muka bumi. Kendati demikian, professor Ivo masih ingin memastikan semua perhitungannya sudah tepat agar rencana mereka nantinya berjalan lancar.

Cyborg, Mary Marvel, Batman, Swamp Thing, Poison Ivy, Harley Quinn, The Flash, dan Detective Chimp menyatukan pikiran dan pengetahuan mereka hingga akhirnya sampel serum anti virus Anti-Living berhasil dibuat.

Green Lantern (Dinah Lance) ingin menggunakannya pada Green Arrow (Oliver Quinn), namun Mister Miracle mencegahnya. Ia meminta agar Big Barda jadi orang pertama yang mencoba serum tersebut. Ia beralasan tubuh Barda cukup kuat untuk menahan efek samping yang mungkin saja terjadi. Green Lantern akhirnya mengalah.

Yakin 100% dengan persiapannya, profesor Ivo akhirnya melepaskan pasukan Amazo. Ratusan android tersebut pun mulai berkeliling dunia dan menghancurkan pasukan Anti-Living yang mereka temui.

Superman, Mister Miracle, dan Green Lantern tiba di sebuah bulan dekat Alpha Centuari, tempat Mister Miracle menahan Big Barda. Tanpa disangka, Barda berhasil lolos dan sempat menyerang Mister Miracle. Untungnya, sebelum Mister Miracle tewas, Superman mampu menyuntikkan serum ke tubuh Barda. Tak lama Barda sembuh dan tersadar kembali. Ia pun langsung melepaskan rindu pada Mister Miracle.

Zatanna Zatara mendobrak pintu kamar Constantine. Ia meminta Constantine untuk menjelaskan apa sebenarnya yang ia rencanakan dengan tongkat Wizard, bola kristal Madame Xanadu, tombak takdir (Spear of Destiny), dan jubah jiwa (Cloak of Souls). Meski tetap tidak mau menjelaskan, Constantine ingin agar Zatanna membantunya.

Phantom Stranger tiba-tiba muncul. Ia ingin agar Constantine menghentikan rencananya. Constantine menolak mentah-mentah. Hal itu membuat Phantom Stranger emosi dan sempat menyerang Constantine. Di saat Constantine hendak membalas, giliran Etrigan (Jason Blood) yang mendadak hadir di tengah-tengah mereka.

Tanpa basa basi, Jason mengabarkan bahwa Trigon sudah akan tiba di bumi. Ia juga memberitahu Constantine soal pasukan Amazo.

Superman, Green Lantern, Mister Miracle, dan Big Barda tiba kembali di hutan Gotham. Setelah memastikan kondisi Barda baik-baik saja, Cyborg berniat untuk memproduksi masal serum anti virus tersebut. Harley Quinn mengatakan bahwa mereka tidak perlu buru-buru karena punya banyak waktu. Namun Constantine membantahnya. Ia lalu menceritakan perihal Amazo pada yang lain.

Setelah berdiskusi, para superhero lantas berbagi tugas. Yang memiliki kekuatan fisik mengatur strategi menghadapi pasukan Amazo, sementara Cyborg, dibantu oleh The Flash, memproduksi masal anti virus Anti-Living. Jutaan serum pun siap dalam waktu singkat.

Trigon tiba di Paris. Hanya dalam waktu 15 menit, seluruh orang-orang terinfeksi di sana sudah musnah di tangannya.

Constantine mengajak Doctor Fate ke ruangannya. Sudah ada Etrigan dan Phantom Stranger di sana. Tanpa disangka, mereka hendak merebut helm Nabu milik Doctor Fate. Sebelum Doctor Fate menghindar, Phantom Stranger sudah terlebih dahulu menusukkan Spear of Destiny ke tubuhnya.

Doctor Fate mengingatkan bahwa sihir Constantine tidak cukup kuat untuk melepaskan helm tersebut. Constantine, yang mengenakan Cloak of Souls, ternyata sudah menyadarinya. Di luar dugaan, dengan menggenggam tongkat Wizard, ia mengucapkan kata Shazam. Dengan kekuatan Shazam di tubuhnya, Constantine bisa dengan mudah mengambil helm Doctor Fate.

Mendengar keributan, Zatanna yang sebelumnya diminta menunggu di luar akhirnya memaksa masuk. Ia kaget melihat kondisi di dalam. Pun begitu, Zatanna tahu bahwa ada misi yang harus diselesaikan oleh Constantine. Setelah berpamitan, Constantine pun pergi meninggalkan mereka.


Sebetulnya berharap banget edisi terakhir serial ini bisa rilis di bulan Desember. Supaya di tahun 2021 nanti kita bisa fokus ke DC Future State yang sepertinya menarik untuk diikuti. Saya sendiri tidak yakin kisah DCeased bakal berakhir di edisi mendatang. Selain Trigon dan pasukan Amazo, masih ada Darkseid dan Superman yang sama-sama terinfeksi di luar angkasa. Rumor bahwa akan ada satu serial lagi yang berkaitan dengan DCeased kemungkinan benar adanya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply