Review Komik DCeased: Dead Planet #5 (DC Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, kunjungan ke New Genesis membuahkan hasil. Melalui Mobius Chair milik Metron, Cyborg berhasil mengetahui apa yang harus ia lakukan untuk membuat serum bagi virus Anti-Life Equation. Kendati demikian, muncul masalah baru yang lebih berbahaya. Darkseid ternyata masih hidup dan kini bangkit kembali dalam keadaan terinfeksi. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik DCeased: Dead Planet #5 (DC Comics, 2020)

With most of the Justice League off Earth, John Constantine and Batman lead a covert team on a mission so insane it could have only been hatched by the man they call Hellblazer! But time is running out to save the infected on Earth-because a fate worse than death is coming!

Story: Tom Taylor
Art: Trevor Hairsine (Pencil) / Gigi Baldassini (Ink)
Color: Rain Beredo
Letter: Saida Temofonte
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 3 November 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Constantine tiba di Tower of Fate. Ada Doctor Fate di sana, penasaran dengan apa yang ada di balik pintu sebuah ruangan. Pun begitu, Constantine secara halus tidak mengijinkannya untuk masuk.

Di dalam ruangan, sudah ada Jason Blood a.k.a Etrigan yang sengaja dipanggil oleh Constantine. Constantine ingin tahu informasi terbaru mengenai Trigon, yang kemungkinan besar tengah menuju bumi. Jawabannya adalah tiga hari. Sepeninggal Etrigan, Swamp Thing yang ternyata juga ada di dalam ruangan, menanyakan kembali mengenai bunker Australia. Constantine berjanji akan segera mengurusnya karena secara tidak langsung juga berkaitan dengan rencana mereka saat ini.

Constantine memberitahu Swamp Thing bahwa rencananya sedikit berbahaya dan mungkin tidak akan disetujui oleh semua orang. Oleh sebab itu, ia harus sebisa mungkin merahasiakannya dan hanya mengajak orang-orang tertentu saja untuk bekerjasama. Salah satunya adalah Batman (Damian Wayne). Meski sempat berusaha untuk menutup-nutupi, pada akhirnya Constantine terpaksa menceritakan semuanya pada Batman.

Walau terlihat terkejut dengan rencana Constantine yang dinyatakan tidak akan membunuh orang-orang yang telah mati, Batman tampak menyetujuinya. Ia pun lantas bergabung dengan beberapa orang lainnya yang sudah terlebih dahulu diajak oleh Constantine. Yaitu Red Hood (Jason Todd), Ravager (Rose Wilson), dan Batgirl (Cassandra Cain). Jason dan Rose ternyata juga telah menikah. Mengetahui hal itu, Damian menyambutnya dengan gembira.

Melalui jiwa Swamp Thing, perjalanan mereka pun dimulai. Tujuannya adalah kota tersembunyi Nanda Parbat. Kedatangan mereka disambut oleh rombongan zombie. Damian menginstruksikan agar mereka tidak membunuh orang-orang yang terinfeksi tersebut.

Saat yang lain berusaha menahan para zombie, Rose mengetuk gerbang kota. Pintu gerbang terbuka lebar. Ada Deadman (Boston Brand) dan warga kota yang langsung membantu yang lain menghadapi para zombie. Tanpa banyak basa basi, Deadman mengantar Constantine dkk menuju Rama Kushna dan senjata Spear of Destiny (tombak takdir).

Meski menerima kedatangan Constantine di kotanya, Rama Kushna tidak mengijinkan Constantine mengambil tombak tersebut. Tanpa disangka, setelah membisikkan kata maaf, Constantine langsung menghunuskan tombak tersebut ke tubuh Rama Kushna. Deadman yang mengetahui hal itu dan hendak menerjang Constantine juga gercep melenyapkannya menggunakan Cloak of Souls (jubah jiwa) milik Ragman.

Tanpa menjawab pertanyaan dari yang lain, Constantine bergegas mengajak mereka melanjutkan perjalanan ke tempat lain, yaitu Rock of Eternity. Tujuannya adalah merebut tongkat milik Wizard.

Rose tiba-tiba syok dan meminta agar Constantine membawa mereka meninggalkan tempat tersebut. Sebelum yang lain sempat bereaksi, Captain Marvel Junior (Freddy) yang telah terinfeksi muncul dan langsung menghantam keras tubuh Jason hingga bersimbah darah.

Sesaat kemudian sang Wizard juga muncul walau tidak terlalu membahayakan. Sembari berusaha menahan Captain Marvel Junior dengan sihirnya, Constantine memerintahkan Cassandra untuk mencari tongkat Wizard. Begitu mendapatkannya, Cassandra mencoba mengucapkan kata sihir Shazam. Tanpa disangka, ia berhasil mendapatkan energi para dewa sama seperti Shazam dan keluarganya.

Dengan kekuatan barunya serta kemampuan berkelahinya yang mumpuni, Cassandra tidak hanya bisa mengimbangi Captain Marvel Junior. Ia mampu menghajarnya habis-habisan tanpa bisa memberi perlawanan sama sekali.

Sementara itu, setelah berciuman dengan Rose, Jason pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Kembali ke Ivy’s Garden, Damian sempat mempertanyakan apa yang sudah dilakukan Constantine. Tanpa membantah, Constantine menegaskan bahwa hanya orang-orang yang sudah mati saja yang akan mati dalam rencananya. Dan memang tidak salah mengingat Jason juga sebelumnya pernah bangkit dari kematian. Damian merespon dengan sebuah pukulan di wajah Constantine.

Sepeninggal Damian, sosok lain muncul di hadapan Constantine. Dia adalah Spectre (Jim Corrigan). Spectre menyadari bahwa senjata yang ada di tangan Constantine saat ini punya kekuatan untuk membunuhnya. Spectre pun mengancam akan menghentikan rencana Constantine. Dengan tetap tenang, Constantine mengatakan bahwa ada baiknya Spectre mengalihkan fokusnya pada hal lain. Seolah tahu apa yang dimaksud oleh Constantine, Spectre lantas pergi meninggalkannya.


Meski sadar kalau di jagat DCeased ini Tom Taylor suka ‘seenaknya’ membunuh karakter yang ada, tetap aja kaget dengan tewasnya Jason Todd. Apalagi setelah ia menemukan kebahagiannya bersama Rose Wilson. Untungnya dibalas dengan kejutan lain dimana Cassandra Cain berubah menjadi Shazam. Asli kostum Batgirl-nya yang sebelumnya berlambang kelelawar jadi tampak lebih keren setelah berubah jadi lambang petir yang menyala. Soal Spectre, sepertinya Constantine sengaja mengumpulkan Spear of Destiny dan tombak Wizard untuk secara tidak langsung menekan Spectre. Tujuan akhirnya adalah agar Spectre mau menghadapi Trigon saat Trigon datang. Mari kita tunggu edisi berikutnya untuk tahu jawabannya, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply