Review Komik DCeased: Dead Planet #3 (DC Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, Constantine, Zatanna, Ragman, Blue Devil, dan Detective Chimp a.k.a Bobo pergi bersama Swamp Thing untuk memeriksa sebuah bunker misterius. Tidak ada yang menyangka bahwa lahar panas yang mengelilingi bunker tersebut sebenarnya adalah tubuh Plastic Man yang sudah terinfeksi dan meleleh. Alhasil, Blue Devil dan Ragman langsung menjadi korban. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Siapa sebenarnya penguasa bunker tersebut? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik DCeased: Dead Planet #3 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik DCeased: Dead Planet #3 (DC Comics, 2020)

A mysterious second “garden” has been located on the other side of the planet, and John Constantine and Swamp Thing lead a mission to investigate…but what they discover will fundamentally change everything! The road to “Earth War” begins!

Story: Tom Taylor
Art: Trevor Hairsine, Gigi Baldassini
Color: Rain Beredo
Letter: Saida Temofonte
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 1 September 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Swamp Thing, Constantine, Bobo, dan Zatanna ternyata berhasil selamat. Ada bola tanaman yang melindungi mereka. Setelah bisa berkonsentrasi kembali, Zatanna keluar dan membakar habis tubuh Plastic Man yang sudah terinfeksi.

Saat sedang memikirkan rencana mereka selanjutnya, dari dalam bunker terlontar ratusan tembakan ke arah mereka. Atau lebih tepatnya ke arah orang-orang terinfeksi yang ada di belakang Swamp Thing dkk. Tiga orang lantas muncul dari dalam bunker: Oswald Cobblepot (Penguin), Maxwell Lord, dan Simon Stagg.

Doctor Fate memberitahu Damian Wayne (Batman) bahwa kondisi Jon Kent (Superman) sudah membaik. Superman sendiri saat ini berada di Tower of Fate dengan ditemani oleh Mary Marvel dan Krypto. Begitu tersadar, tidak lupa Superman berterimakasih karena sudah disembuhkan olehnya.

Constantine dan yang lain diajak masuk ke dalam bunker. Cobblepot menjelaskan bahwa keadaan di sana cukup terorganisir. Ada pasukan bersenjata yang melindungi bunker dari orang-orang yang terinfeksi. Sementara itu, sanak keluarga para prajurit yang ikut mengamankan diri dalam bunker bekerja membersihkan dan menyediakan makanan di dalam bunker. Swamp Thing sendiri masih penasaran kenapa tanaman-tanaman di sana menjerit kesakitan.

Jason Blood tiba-tiba muncul dan mengajak Constantine berbicara empat mata. Setelah berubah menjadi sosok aslinya, Etrigan, ia memberitahu Constantine bahwa Trigon dalam waktu dekat akan turun ke bumi dan memusnahkan semuanya. Alasannya, ia kesal karena jiwa orang-orang terinfeksi terkurung (karena mereka tidak bisa mati) dan tidak ‘naik’ ke akhirat.

Mendadak terdengar keributan dari ruangan lain. Bergegas Constantine dan Etrigan menuju ke sana. Ternyata Swamp Thing tengah mengamuk. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri Floronic Man dipaksa untuk memproduksi tumbuhan oleh orang-orang di sana. Constantine mencoba menenangkan Swamp Thing, namun tidak diindahkan. Justru Maxwell Lord jadi korban, tewas di tangannya.

Dengan tetap tenang Cobblepot memberi kode pada profesor Ivo. Sesaat kemudian keluarlah android Amazo yang kekuatannya setara dengan gabungan Justice League. Amazo langsung membakar Swamp Thing. Hal itu dibalas oleh Zatanna dengan sihirnya, yang membuat Amazo tidak bisa bergerak.

Permasalahannya, Amazo-Amazo lain mulai berdatangan. Sadar sulit untuk menang, Constantine gercep membuka portal dan mengajak rekan-rekannya untuk meninggalkan tempat tersebut. Swamp Thing sempat menolak, namun Constantine memastikan mereka bakal kembali ke sana dengan rencana yang lebih matang.

Sepeninggal mereka, Cobblepot bersama dengan profesor Ivo menunjukkan pada Stagg sebuah ruangan yang penuh berisi pasukan android Amazo.

Satu hari kemudian, di Gotham Garden. Tubuh Cyborg sudah bersatu kembali dengan kepalanya. Kendati demikian, ia masih belum bisa menemukan serum virus Anti-Life Equation yang seharusnya ada di dalam dirinya. Constantine menyatakan bahwa ia punya solusi untuk itu. Sebelum pergi bersama Bobo, ia meminjam tali lasso Cassie Sandsmark (Wonder Woman) dan berpesan pada Superman bahwa sebentar lagi ia mungkin perlu menyelamatkan banyak hal.

Beberapa waktu kemudian, Constantine dan Bobo tiba di depan sebuah rumah terpencil. Penghuninya Mister Miracle. Ia memutuskan untuk menyendiri di sana pasca kematian Big Barda (baca DCeased: A Good Day To Die #1). Constantine memberitahu bahwa ada cara untuk menyelamatkan Big Barda dari kematian. Karena tidak percaya, Mister Miracle dipersilahkan menggunakan tali lasso Wonder Woman untuk memastikan sendiri apakah dirinya berkata jujur atau tidak.

Setelah teryakinkan, Constantine lantas menjelaskan bahwa mereka membutuhkan mother box milik Mister Miracle untuk mengorek teknologi Apokolips tempat Darkseid tinggal. Setelah itu, Mister Miracle harus membantunya merebut tahta dari tangan dewa.


Seperti yang sudah saya bayangkan, cerita akan sulit berlanjut tanpa keberadaan Zatanna. Adegan kematiannya di edisi sebelumnya ternyata hanya prank dan doi terlihat baik-baik saja di sini. Berita bakal datangnya Trigon jelas kejutan yang menyenangkan. Apalagi dengan alasan yang tidak terduga. Edisi mendatang seharusnya karakter Raven akan menyusul hadir, mengingat dia adalah anak Trigon dan ‘pintu masuk’ datangnya Trigon ke dunia.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply