Review Komik DCeased: A Good Day To Die #1 (DC Comics, 2019)

Dari komik miniseri “DCeased” yang hingga saat ini masih berjalan, lahirlah spin-off “A Good Day To Die” yang entah diniatkan untuk menjadi komik one-shot atau juga bakal hadir berjilid-jilid. Berbeda dengan kisah utamanya yang berfokus pada para anggota Justice League yang masih tersisa, komik ini mengambil sudut pandang sekelompok superhero lain yang berusaha untuk mencari solusi virus zombie dengan cara mereka sendiri. Seperti apa ceritanya? Simak langsung deh sinopsis komik DCeased: A Good Day To Die #1 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik DCeased: A Good Day To Die #1 (DC Comics, 2019)

While the mainstays of the Justice League—Superman, Green Lantern and Wonder Woman—battle the worldwide infection in the pages of DCEASED, a group of other heroes work to stop the impending apocalypse—no matter who they have to kill!

Mr. Terrific assembles a motley group of surviving heroes including Mister Miracle, Big Barda, John Constantine, Blue Beetle and Booster Gold as they attempt to fight back against the tide of death. Can this ragtag group save the world where the Justice League has thus far failed?

Story: Tom Taylor
Art: Darick Robertson, Laura Braga (Pencil) / Richard Friend, Trevor Scott, Darick Robertson (Ink)
Color: Raini Beredo
Letter: Saida Temofonte
Judul Edisi: A Good Day To Die
Tanggal Rilis: 4 September 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Miracle Man dan Big Barda tiba di Apokolips untuk mengecek kebenaran berita tentang hancurnya planet tersebut. Dan sesuai informasi yang beredar, yang mereka dapati hanyalah pecahan batu-batu planet yang sudah berhamburan di luar angkasa.

Mr. Terrific meneliti seorang manusia yang sudah terinfeksi virus zombie. Meski punya pengetahuan yang luar biasa, ia sama sekai belum bisa menemukan petunjuk yang bisa menjadi penawar virus. Tak lama sebuah alarm berbunyi. Ia ternyata sedang mengawasi pergerakan dari siapa saja yang berasal dari Apokolips, yang ia yakini merupakan sumber dari virus tersebut.

Alarm tersebut membawa Mr. Terrific tiba ke rumah Miracle Man dan Big Barda. Ia sebenarnya berniat untuk meminta keduanya membawanya ke Apokolips, namun begitu mengetahui bahwa planet Apokolips telah hancur, Mr. Terrific mengubah rencananya.

Rencana alternatif Mr. Terrific adalah menuju Kord Industries untuk menemui Blue Beetle. Ada Booster Gold, sohib Blue Beetle, di sana. Namun itu bukanlah tujuan akhirnya. Mengingat sudah tidak ada cara lain untuk menghilangkan virus zombie, satu-satunya solusi menurut Mr. Terrific adalah melalui sihir. Dan ia pun mengajak rekan-rekannya untuk pergi ke Inggris.

Kota Liverpool. John Constantine dikejar oleh sekelompok zombie. Nyawanya nyaris di ujung tanduk gegara mobil yang ia kemudikan menabrak mobil lain. Untungnya Mr. Terrific muncul bersama Big Barda dan Miracle Man. Setelah menyingkirkan para zombie, Mr. Terrific meminta bantuan John Constantine untuk mencari solusi bagi virus zombie. Sayangnya, John Constantine ternyata sudah mencoba menggunakan sihirnya untuk menyembuhkan manusia yang terinfeksi, namun gagal. Ia pun menyatakan telah menyerah dan akan bersembunyi hingga semua masalah selesai.

Tanpa membuang waktu, Mr. Terrific beralih ke rencana berikutnya: menggunakan mesin waktu milik Booster Gold. Mesin tersebut disimpan Booster Gold di Malibu, markas superhero Fire dan Ice. Sayangnya, lagi-lagi rencana mereka tidak berjalan mulus. Markas tersebut telah dikuasai zombie. Bahkan Fire dan Ice juga sudah terinfeksi.

Big Barda dan Miracle Man lantas meminta yang lain untuk mencari keberadaan mesin waktu sementara mereka berdua menghadang para zombie. Kalah jumlah, keduanya pada akhirnya menemui ajal mereka.

Sementara itu, Mr. Terrific, Booster Gold, dan Blue Beetle berhasil menemukan mesin waktu yang dicari. Tanpa disangka, sudah ada Waverider di sana, seseorang yang diyakini Booster Gold tidak akan membiarkan mereka untuk menggunakan mesin tersebut.

Di Oblivion Bar, Pocket Dimension. John Constantine minta Bobo untuk mengambilkan botol minuman yang bisa membuat siapa saja yang meminumnya lupa ingatan. Setelah berdiam diri sejenak, John Constantine membatalkan niatnya. Alih-alih, ia memutuskan untuk kembali ke bumi dan menjadi pahlawan.

Sesuai dugaan, Waverider tidak memperbolehkan mereka menggunakan mesin waktu. Di saat yang tepat John Constantine muncul dan melumpuhkan Waverider. Belum sempat mereka menggunakannya, Big Barda yang sudah terinfeksi datang menyerbu dan langsung mencabut nyawa Mr. Terrific.

Booster Gold bergegas menuju mesin waktu. Tiba-tiba tubuhnya terjatuh. Ia ternyata merasa bahwa masa depan sudah hancur dan ia tidak pernah dilahirkan. Feelingnya tepat. Perlahan tubuhnya menghilang. Blue Beetle yang syok dengan musnahnya sahabatnya itu tidak menyadari keberadaan Big Barda, yang tanpa ampun membunuhnya.

Melihat kekacauan yang ada, Waverider berniat segera kembali ke dunianya. John Constantine mencegahnya dengan cara menggunakan sihir pengikat. Apesnya, hal tersebut sama sekali tidak berarti karena Blue Beetle yang sudah terinfeksi mendadak menyerang Waverider hingga tewas.

Sesaat kemudian muncul Doctor Fate dan Zatanna. Mereka mendapat informasi dari Bobo tentang keberadaan John Constantine di sana, walau sayangnya terlambat datang untuk menyelamatkan yang lain. Doctor Fate pun lantas mengajak John Constantine untuk bergabung dengan mereka untuk bersiap menghadapi kehancuran dunia. Kali ini John Constantine tidak menolaknya.


Walau artworknya nggak banget, tapi ceritanya lumayan bagus. Sekilas dijelaskan pula bahwa kejadian dalam komik ini berlangsung pada saat Superman sedang berusaha mengumpulkan rekan-rekannya di Daily Planet. Tiga superhero pengguna sihir yang tersisa juga bikin penasaran bakal seperti apa kelanjutan kisah DCeased. Apakah pada akhirnya diselesaikan melalui sihir, mesin waktu, atau ada lagi solusi lain yang belum disinggung.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply