Review Komik Bad Mother (AWA Studios, 2020)

Setelah Devil’s Highway, kini giliran Bad Mother dari AWA Studios yang akan kita bahas. Sama halnya dengan yang disebut pertama, di sini kita akan langsung sajikan sinopsis dan review untuk keseluruhan edisinya, yaitu dari edisi 1 dari 5, yang memang sudah terbit pada periode bulan Agustus hingga Desember lalu. Seperti apa ceritanya?

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Bad Mother (AWA Studios, 2020)

April Walters is a hit-and-run victim of life – a middle-aged soccer mom whose inner fire has been snuffed out by her dreary suburban existence. When her teenaged daughter goes missing under mysterious circumstances, April embarks on a harrowing mission to find her; a journey that takes her through the underbelly of her suburban community and sets her on a collision course with a massive crime syndicate and its lethal matriarch. Tested to her limits and beyond, April discovers that hell hath no fury like a mother scorned.

Story: Christa Faust
Art: Mike Deodato Jr.
Color: Lee Loughridge
Letter: Dezi Sienty
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 5 Agustus 2020 – 30 Desember 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

April Walters, seorang ibu berusia 40 tahunan, tengah berbelanja di supermarket ketika tiba-tiba dua orang remaja pria datang untuk merampok. Untungnya tak lama polisi datang. Salah seorang berhasil kabur, seorang lagi dengan dingin ditembak mati oleh kepala polisi, Elkland.

Malam harinya, April mendapati putrinya, Taylor, pulang dengan pipi memar. Ia mengaku Chase, kekasihnya, yang melakukan hal itu. Tanpa berpikir panjang, April langsung pergi menuju rumah Chase. Setibanya di sana, April terkejut melihat tubuh seorang wanita dan pria yang sebelumnya merampok supermarket tengah terbujur kaku bersimbah darah.

Kembali ke rumah, Taylor sudah tidak ada lagi di sana. April lalu melaporkan hal tersebut ke kepolisian. Elkland, yang menanganinya, mengaku tidak bisa berbuat banyak karena belum melebihi 48 jam, batas waktu minimal untuk melaporkan orang hilang. Terlebih, saat rumah Chase diperiksa, kondisinya baik-baik saja. Alias tidak ada mayat siapa pun di sana. April terkejut melihatnya.

Di tempat lain, terlihat seorang wanita tengah menelpon. Dari pembicarannya, diketahui Chase dan rekannya telah membohongi dirinya. Mau tidak mau ia menyuruh kedua putrinya, Caleb dan Hunter, untuk menangani mereka. Selain itu, di salah satu ruangan, terlihat Taylor terkurung di dalamnya.

Esok harinya, saat membereskan kamar Taylor, April menemukan ponsel Taylor tersimpan di dalam kaleng. Merasa ada yang tidak beres, April menunjukkan ponsel tersebut pada Eckland. Ia yakin tidak mungkin seorang remaja seperti putrinya pergi meninggalkan rumah dengan sengana tanpa membawa ponselnya. Pun begitu, Eckland masih ogah-ogahan menanggapi. Melihatnya, April memutuskan untuk membawa kembali ponsel tersebut.

Di rumah, setelah berjam-jam mencoba, April akhirnya bisa membuka password ponsel Taylor. Ia terkejut mendapati isi di dalamnya. Setelah mempelajari foto, video, dan akun medsos teman-teman Taylor, April mulai mencoba menganalisa apa sebenarnya yang terjadi.

Dari salah satu foto, terlihat Chase tengah berpose di depan rumah bernomer 818. April lantas menuju rumah yang dimaksud dan berjaga tak jauh dari sana. Beberapa waktu kemudian, terlihat Caleb dan Hunter membawa beberapa orang wanita dari dalam rumah menuju mobil van berwarna putih. Seorang pria kemudian datang dan berbicang dengan Hunter. Tanpa disangka, pria tersebut adalah Eckland.

Diam-diam April lalu membuntuti mobil yang dikendarai Eckland hingga tiba di sebuah gudang. Beberapa saat setelah Eckland meninggalkan bangunan, ada dua orang yang mengantarkan beberapa paket Sneez Ease. Dari internet, April mengetahui bahwa Sneez Ease mengandung pseudoephedrine, salah satu bahan untuk membuat narkoba.

April mencari-cari informasi tentang bahan rumah tangga apa saja yang mengandung bahan kimia berbahaya. Untuk berjaga, ia lantas membeli bahan-bahan tersebut. Seperti pemutih, penyegar udara, dan pembersih saluran.

Sementara itu, Taylor mencoba melarikan diri dengan menyerang wanita yang mengurungnya. Usahanya gagal. Kesal, wanita itu berjanji akan mengirim Taylor secepatnya di hari Jum’at.

Sembari memata-matai wanita yang mengurung Taylor, April mencari cara untuk menarik perhatiannya. Dengan menggunakan drone yang sudah dimodifikasi, ia berhasil meledakkan gudang tempat pembuatan narkoba. Tak lupa ia berpose di depan CCTV sebelumnya.

Aksinya itu sukses menarik perhatian wanita yang dimaksud. Apes, Eckland yang langsung jadi korban. Dibunuh oleh Hunter atas perintahnya karena dianggap tidak mampu mengatasi April.

Berbekal jadwal hasil mata-mata sebelumnya, April sengaja mendatangi si wanita saat ia hangout di cafe usai nge-gym. Dengan tenang April menceritakan bagaimana ia dulu mati-matian melindungi Taylor yang di-bully teman sekelasnya, putra senator. Dari yang awalnya pihak sekolah cuek karena tidak berani menentang senator sampai akhirnya mereka menyerah dan putra sang senator dikeluarkan dari sekolah. April menegaskan bahwa seorang ibu sepertinya pasti akan melakukan apa saja demi putrinya. Tak lupa April menunjukkan foto Caleb bersama dua orang wanita (yang ia dapat dari ponsel Taylor).

Wanita itu kesal dengan apa yang sudah dilakukan April. Ia ingin agar Hunter dan Caleb menghabisi April. Urusan Taylor, yang seharusnya dijual hari itu, ditunda.

Sore harinya, Hunter menyusup ke rumah April dan menyerangnya. April tidak tinggal diam. Dengan berbagai peralatan dapur, termasuk yang sudah ia beli, ia tidak hanya bisa bertahan, melainkan juga menghabisi Hunter. Caleb yang berjaga di mobil pun tak luput dari perhatiannya.

Beberapa saat kemudian, dengan menggunakan ponsel Hunter, April menghubungi si wanita. Ia memberitahu bahwa Hunter sudah tewas, namun tidak dengan Caleb. Jika ingin menyelamatkan Caleb, April minta agar wanita itu datang ke rumahnya untuk makan malam.

Taylor, yang ditinggal dalam keadaan terikat di dalam mobil van, berhasil menon-aktifkan pengunci rem tangan elektrik dengan kakinya. Alhasil, van tersebut meluncur ke jalan dan sesaat kemudian menabrak mobil lain yang tengah melintas. Si pengemudi, seorang pria, dengan marah menghampiri van. Wanita yang menyekap Taylor keluar dari dalam rumah dan mencoba bernegosiasi dengan pria tersebut. Tanpa disangka, Taylor lalu menendang kaca jendela van hingga pecah. Mau tidak mau, wanita tersebut lantas menembak si pria pengemudi, menyekap Taylor kembali, dan meminta anak buahnya yang lain untuk menghilangkan jejak si pria pengemudi dan mobilnya.

Beberapa waktu kemudian, wanita itu tiba di rumah April. Setelah melihat sosok Caleb yang terikat di salah satu kursi meja makan dan terhubung dengan bom yang dipegang April, wanita itu kemudian memasukkan mobilnya ke garasi rumah April dan mengeluarkan Taylor dari dalam bagasi. Tak lama Talor pun didudukkan di meja makan dengan tangan kiri si wanita yang standby dengan pistolnya ke arah Taylor.

Setelah berbasa-basi sejenak, wanita itu tak tahan lagi dan memaksa Taylor melepaskan ikatan Caleb. April terlihat tetap tenang. Ia lalu memberi isyarat pada Taylor untuk menunduk. Sesaat kemudian, April mengaktifkan bom Caleb (yang ternyata berisi gas beracun), mengenakan masker gas yang sudah ia sembunyikan di bawah meja plus mengenakan masker gas lain pada Taylor.

Wanita tadi langsung mengecek kondisi Caleb. Begitu tahu putranya tewas, ia menyerang April dan berusaha menarik maskernya. Tanpa disangka, Taylor tiba-tiba muncul dan menusukkan pisau ke punggung wanita tersebut hingga tewas.

Bersama-sama, April dan Taylor kemudian membersihkan rumahnya dan membuang mayat Hunter, Caleb, serta ibunya ke laut.

Suami April, yang sejak beberapa hari sebelumnya memang dinas ke luar kota, menghubungi April dan menanyakan kabarnya. Dengan tenang April menjawab bahwa semuanya baik-baik saja.


Asli, keren banget ini komik. Serupa dengan Devil’s Highway, diadaptasi ke layar lebar atau mini seri pun serial ini sudah 100% siap. Kalau untuk mini seri ya tinggal dipanjang-panjangin lah di bagian penyelidikan, hehehe. Intinya gak rugi ngebaca Bad Mother sampai tamat. Artworknya pun mendukung. Tidak membingungkan dan mudah dipahami. Top pokoknya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: ,

Reply