Review Komik Devil’s Highway Volume 1 (AWA Studios, 2020)

Gara-gara serial Year Zero saya jadi lumayan ngefans dengan komik-komik terbitan AWA Studios. Beberapa akan saya cicil reviewnya, walau mungkin tidak per edisi seperti Year Zero. Salah satunya ya ini, Devil’s Highway, yang dirilis pada periode bulan Juni hingga November 2020 lalu. Total ada 5 edisi dengan genre misteri kriminal. Seperti apa ceritanya?

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Devil's Highway Volume 1 (AWA Studios, 2020)

A young woman with a dark family secret embarks on a quest to hunt down the serial killer that brutally murdered her father – only to discover he is just one piece of a national network of evil that snakes across the country and hides in plain sight. To catch the devil she must first embrace the darkness within.

Story: Benjamin Percy
Art: Brent Schoonover
Color: Nick Filardi
Letter: Sal Cipriano
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 18 Juni 2020 – 25 November 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Menjelang natal, seorang wanita muda bernama Sharon Harrow pulang ke kampung halamannya di Drift County, Wisconsin, hanya untuk mendapati ayahnya menjadi korban dari pembunuh berantai. Dengan jumlah petugas kepolisian yang terbatas, Sharon memilih untuk melakukan penyelidikan sendiri. Tak butuh waktu lama baginya untuk mengetahui adanya bekas sayatan berbentuk ular menggigit ekornya di dada ayahnya serta kemungkinan keberadaan orang lain, selain si pelaku, di saat ayahnya dibunuh, dari sebuah gigi yang ia temukan tak jauh dari TKP. Dari CCTV di sekitar TKP, Sharon juga mengetahui adanya seorang wanita yang melarikan dari dalam sebuah truk.

Di tempat lain, masih di Wisconsin, mayat seorang wanita diketemukan. Di dadanya terdapat sayatan ular yang sama. Tidak itu saja, dari mulut wanita tersebut tiba-tiba keluar seekor ular.

Beberapa waktu kemudian, dari hasil otopsi, diyakini wanita yang bersangkutan adalah seorang pekerja s3ks komersil.

Sharon mendatangi bengkel milik teman ayahnya, Udelhofen. Ia minta diceritakan segala sesuatunya yang berhubungan dengan truk. Terungkap juga bahwa Sharon adalah seorang (eks?) tentara.

Dari radio polisi yang ia sadap, Sharon mengetahui ada seseorang yang melaporkan temannya, Roxie, yang hilang. Sharon minta diberikan nomer HP Roxie serta minta agar temannya itu menghubunginya jika melihat ada seorang wanita yang gigi depannya hilang. Tanpa disadari oleh Sharon, ada seorang pria yang mengawasi dirinya saat itu dari kejauhan.

Belakangan, pria tersebut terlihat berada di sebuah kamar di Paul Bunyan Hotel. Ada banyak foto dan catatan mengenai kasus pembunuhan yang sedang diselidiki Sharon di tembok.

Dalam pengecekan beban truk di daerah Northern Illinois, petugas menemukan seorang wanita yang disekap di bagian belakang truk. Tidak jelas bagaimana, petugas tersebut kemudian mempersilahkan pengemudi truk yang bersangkutan untuk melanjutkan perjalanan.

Di Minneapolis. Dari rekan lamanya yang bernama Paulie, Sharon mendapat informasi mengenai kasus yang mungkin berkaitan dengan pembunuh ayahnya. Menurut Paulie, detektif yang menanganinya, Quinton Skinner, membuat kasus tersebut makin tidak jelas dengan hal-hal yang berhubungan dengan teori konspirasi. Alhasil kasus tersebut kini tidak dikembangkan lagi.

Saat kembali ke mobilnya, Sharon mendapati ada seekor ular di dalamnya. Tidak sulit baginya untuk menyingkirkan ular tersebut. Pria yang sebelumnya mengawasi Sharon kembali terlihat sedang mendokumentasikan aksi Sharon dari kejauhan.

Di South Dakota. Sharon mendatangi sebuah toko hewan dan menanyakan tentang ular. Saat ditunjukkan sayatan berbentuk ular menggigit ekor, tanpa disangka si pemilik toko langsung menyerangnya. Duel keduanya membuat akuarium-akuarium berisi ular terjatuh. Seekor ular menggigitnya hingga Sharon pun tak sadarkan diri.

Beberapa waktu kemudian, Sharon terbangun dalam kondisi terikat di tempat tidur. Saat mencoba meloloskan diri, pria yang sebelumnya mengawasi Sharon muncul. Ia memberitahu Sharon bahwa ia sengaja mengikatnya karena khawatir Sharon bakal kalap. Setelah menceritakan bahwa ia juga yang merawat sekaligus mengobati Sharon dari bisa ular, pria tersebut menyatakan bahwa yang dihadapi oleh Sharon bukanlah satu orang saja, melainkan ada banyak.

Pria yang bernama Sharon ternyata adalah Quinton. Dari hasil penyelidikannya, kasus penculikan dan pembunuhan wanita yang dilakukan oleh sekelompok pembunuh berantai yang menyamar menjadi pengemudi truk sudah memakan ratusan korban. Ia sendiri masih belum tahu maksud dari ular menggigit ekor.

Sementara itu, di sebuah gudang, empat orang pengemudi truk yang juga merupakan pembunuh berantai tengah berkumpul. Salah satunya memamerkan bagian belakang truknya yang sudah dimodifikasi menjadi ruang penyiksaan. Salah seorang lainnya, yang sebelumnya nyaris terpergok saat pemeriksaan beban, memberitahu bahwa ia sudah membawa ‘paket’ yang tepat untuk menguji coba ruang penyiksaan tersebut.

Terungkap bahwa ujung lidah mereka semua, sama halnya lidah petugas pemeriksa beban, terpotong.

Quinton dan Sharon menyewa sebuah truk dan melakukan penyelidikan. Tempat pertama yang mereka kunjungi langsung mengantarkan Sharon pada Amber, wanita yang gigi depannya hilang. Tidak itu saja, Amber ternyata adalah wanita yang diselamatkan oleh ayah Sharon sebelum ia dibunuh. Amber yang sempat disekap oleh si pembunuh juga sebenarnya sudah menghubungi polisi, namun laporannya diabaikan begitu saja.

Dari berbagai informasi yang diberikan Amber, Sharon dan Quinton mulai mendapat titik terang. Perjalanan mereka lanjutkan ke lokasi sebuah gudang.

Sharon dan Quinton tiba di gudang di saat empat orang pembunuh tengah menyiksa Roxie. Roxie terselamatkan, tiga orang di antara empat pembunuh tertembak mati, namun Quinton tertusuk pisau. Pembunuh satu lagi, yang tentu saja si pembunuh ayah Sharon, kabur.

Setelah sempat kejar-kejaran dengan truk, Sharon berhasil melumpuhkan pria tersebut. Ia menyekapnya di bagian belakang truk, menuangkan sekumpulan ular berbisa di tubuh pria itu, lalu membakar truk tersebut.

Sharon menunjukkan isi laptop milik salah seorang pembunuh pada Quinton. Keempat orang yang sudah mereka bunuh ternyata hanya bagian kecil saja dari kelompok mereka. Ia bertekad untuk menghabisi kelompok tersebut, terutama orang yang memimpin mereka semua.

Di sebuah rumah, terlihat seorang pria yang merupakan pemimpin kelompok pembunuh berantai. Sosok figur ayah dengan istri dan anaknya.


Ceritanya sebenarnya bagus. Bahkan bisa saja diadaptasi ke layar lebar. Sayang artworknya agak kurang. Kualitasnya sih bagus banget, tapi kurang deskriptif di beberapa bagian. Ekspresi wajah karakter juga seringkali tidak seiring sejalan dengan dialog yang ada. Jika memang berlanjut di volume 2, semoga kualitasnya bisa lebih baik lagi.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: ,

Reply