Review Film Siksa Neraka (2023) | Hari Pembalasan Terhadap Dosa Di Dunia

Sebagai penggemar komik “Siksa Neraka” karya MB Rahimsyah, saya sangat menunggu hadirnya adaptasi versi layar lebar dari Anggy Umbara ini.

Jujur saya tidak mengharapkan filmnya bakal sudah bisa dinikmati di tahun 2023. Saya pikir baru akan selesai dibuat di tahun 2024.

Di satu sisi senang karena tidak perlu menunggu terlalu lama. Di sisi lain jadi khawatir dengan kualitasnya.

Lantas seperti apakah ceritanya? Layakkah untuk ditonton?

Simak yuk sinopsis beserta review singkat dari film Siksa Neraka di bawah ini.

Sekilas Tentang

poster film siksa neraka

poster film siksa neraka

Ketika mulutmu tidak dapat berbicara.

Dosa-dosa di dunia menjadi saksi yang menghasilkan siksa Neraka yang pedih.

Tanggal Rilis: 14 Desember 2023
Durasi: 1 jam 38 menit
Sutradara: Anggy Umbara
Produser: Dheeraj Kalwani
Penulis Naskah: Lele Laila
Produksi: Dee Company, Umbara Brothers Film
Negara: Indonesia
Pemain: Ratu Sofya, Slamet Rahardjo, Kiesha Alvaro, Ariyo Wahab, Nayla D. Purnama, Rizky Fachrel, Astri Nurdin

Sinopsis Film / Alur Cerita

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

Saleh (diperankan oleh Rizky Fachrel), Fajar (diperankan oleh Kiesha Alvaro), Azizah (diperankan oleh Nayla D. Purnama), dan Tyas (diperankan oleh Ratu Sofya) adalah 4 bersaudara. Hubungan mereka sangat dekat.

Kedua orangtua mereka, Syakir (diperankan oleh Ariyo Wahab) dan Rika (diperankan oleh Astri Nurdin), sejak kecil selalu menanamkan ilmu agama. Keduanya juga sangat menyayangi putra putri mereka. Walau Tyas acap mendapat perlakuan yang lebih keras karena kurang cerdas dalam urusan akademis.

Suatu malam, musibah banjir bandang menghanyutkan Saleh dan adik-adiknya yang hendak menyeberang sungai. Semuanya tewas, kecuali Tyas.

kakak beradik yang tidak lagi taat agama

kakak beradik yang tidak lagi taat agama

Tak disangka, bekal ilmu agama yang selama ini diberikan oleh Syakir dan Rika tidaklah cukup. Baik Saleh, Fajar, maupun Azizah diam-diam melakukan dosa tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya.

Mulai dari menipu orang lain, berbohong, mencuri, dan berbuat zina.

Alhasil, mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka itu dengan mendapatkan siksa neraka.

Ulasan / Review Film Siksa Neraka

Film ini memulai segala sesuatunya dengan baik. Gambaran keluarga harmonis dengan balutan religi cukup berhasil disampaikan.

Walau selipan mistis sepertinya tidak penting ya.

selipan mistis yang tidak penting

selipan mistis yang tidak penting

Pun begitu, ada bagian-bagian yang terasa dragging.

Maklum, penonton, termasuk saya, tentunya lebih menunggu hadirnya adegan sadis siksa di neraka ketimbang potret kehidupan keluarga Syakir sehari-hari.

Untungnya, saat pada akhirnya momen tersebut disuguhkan, secara umum sebenarnya tidak mengecewakan. Setidaknya JAUH lebih baik ketimbang penggambaran neraka di film-film sebelumnya.

Apakah sesuai dengan ajaran agama? Yang ini saya tidak berani berkomentar.

Memang ada yang membuat saya bingung karena tidak sesuai dengan apa yang saya pahami selama ini. Tapi ya bisa jadi saya yang kurang belajar.

Atau sengaja dibuat sedemikian rupa agar filmnya lebih nendang secara emosional.

Satu yang membuat saya pribadi sangat kecewa adalah minim / kurang jelasnya informasi antara dosa yang dibuat dengan siksa neraka yang didapat.

contoh siksa neraka yang bakal kita hadapi apabila melakukan dosa di dunia

contoh siksa neraka yang bakal kita hadapi apabila melakukan dosa di dunia

Padahal, itu dulu adalah ciri khas dari komik aslinya.

Pemilihan dosa yang dibahas personally kurang memuaskan. Terhalang dengan penggunaan karakter remaja yang menjadi obyeknya.

Padahal, kalo yang dijadikan sorotan adalah dosa-dosa yang umum di kalangan masyarakat saat ini, pastinya orang bakal lebih tertarik untuk menonton.

Korupsi, ghibah, durhaka terhadap orangtua, dan meninggalkan sholat misalnya.

Atau jangan-jangan malah sebaliknya. Takut tidak ada yang menonton kalau dosa yang digambarkan adalah sedemikian rupa?

Dari segi akting, jajaran pemeran utama bisa dibilang setara. Tidak ada yang benar-benar berhasil mencuri perhatian.

Saya malah salfok dengan karakter Rika dan Saleh yang di beberapa momen sikapnya lebih mirip pasangan kekasih ketimbang ibu dan anak.

Sosok aktor aktris senior Slamet Rahardjo dan Ingrid Widjanarko juga tidak memberikan nilai tambah. Ada tidaknya karakter mereka di film sama-sama tidak mempengaruhi cerita.

Satu lagi yang bikin geleng-geleng kepala adalah momen banjir di sungai. Lebih mirip adegan sinetron atau FTV azab. Bukan level film bioskop.

Di luar itu, seperti biasa, kualitas sinematografi film lokal selalu memanjakan mata.

Penutup

Kekhawatiran saya dengan proses produksi “Siksa Neraka” yang lebih cepat dari perkiraan ternyata terbukti.

Kualitasnya melenceng dari yang diharapkan. Baik dari segi cerita, akting, maupun eksekusi.

Mungkin masih bisa menembus sejuta penonton. Mengingat banyak yang ingin bernostalgia dengan komiknya. Tapi lebih dari itu sepertinya sulit.

Pada saat artikel ini ditulis, film “Siksa Neraka” ini bisa ditonton di bioskop-bioskop jaringan XXI dan CGV.

Catatan: review serta rating bersifat subyektif dan berdasarkan preferensi pribadi

review film siksa neraka 2023
Review Siksa Neraka 2023
  • Story
  • Acting / Characters
  • Horror / Jump Scare
  • Recommended Watching
2.8

Summary

Penggambaran nerakanya jauh lebih baik dari yang sudah-sudah, tapi dari segi adaptasi terbilang mengecewakan. Dosa-dosa yang dipilih juga kurang menarik.

Leave a Reply