Review Film Si Manis Jembatan Ancol (2019)

Saya paling HAPPY saat ada adegan dewasa muncul di kala ada orang tua bodoh yang dengan entengnya mengajak anak-anaknya yang masih di bawah umur menonton film yang diberi rating 17 tahun ke atas. Biar kapok dan sadar bahwa pemberian rating bukan sekedar embel-embel tanpa arti. Dan perasaan tersebut hadir saat kemarin menonton film “Si Manis Jembatan Ancol”. Hampir sepertiga kursi diisi oleh anak di bawah umur yang datang bersama ortu / orang dewasa dan mereka disuguhkan adegan kekerasan pemerkosaan (non-eksplisit), baik berlawanan jenis maupun SESAMA jenis, tepat di hadapan mereka. Selamat ya para ortu!

Sinopsis Singkat

Review Film Si Manis Jembatan Ancol (2019)

Tanggal Rilis: 26 Desember 2019
Durasi: 1 jam 57 menit
Sutradara: Anggy Umbara
Produser: Raam Punjabi
Penulis Naskah: Anggy Umbara, Fajar Umbara, Isman HS
Produksi: MVP Pictures & Umbara Brothers Film
Pemain: Indah Permatasari, Arifin Putra, Randy Pangalila, Ozy Syahputra

Rumah tangga Maryam (diperankan oleh Indah Permatasari) dan Roy (diperankan oleh Arifin Putra) terombang ambing akibat hubungan Maryam dengan seorang pelukis bernama Yudha (diperankan oleh Randy Pangalila) yang disalahartikan oleh Roy. Jeratan hutang dan tekanan dari bos lintah darah Oji (diperankan oleh Ozy Syahputra) membuat Roy tega meminta Oji dan anak buahnya untuk menculik bahkan Maryam demi mendapatkan sertifikat rumah. Tanpa disangka, semenjak kematian Maryam, teror setan bersosok Maryam mulai menteror Roy, Oji, dan warga kampung lainnya.

Review Singkat

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

Anggy Umbara sukses menutup lembaran tahun 2019 dengan sebuah karya yang patut diberi acungan 3 jempol. Alur cerita yang runtut dan jelas, twist yang tidak terduga, akting karakter yang believable, sinematografi yang memanjakan mata, hingga scoring musik yang sesuai porsi. Kenapa tidak 4 jempol? Karena adanya adegan lucid dream bertingkat yang diulang dua kali. Seandainya hanya disematkan pada satu karakter saja pasti saya tidak akan ragu mengangkat jempol yang satu lagi.

Alur cerita bisa dibagi menjadi dua. Di paruh pertama kita seperti dibawa ke dalam drama campuran antara kisah percintaan dan prahara rumah tangga. Ini mungkin yang akan membuat sebagian penonton yang ngarep ditakut-takuti dari awal bakalan ilfil. Pun begitu, di paruh kedua justru sebaliknya. Pasca titik balik adegan penculikan Maryam dan Yudha, kita akan disuguhkan dengan rentetan aksi tegang yang seolah terus berlanjut tanpa henti.

Twist yang disajikan lumayan mengejutkan. Sayangnya, saking nge-twist-nya, jalan menuju pengungkapannya tidak terlalu mulus dan sempat membuat dahi berkenyit. Tanpa ada angin dan hujan, ujug-ujug karakter Yudha bisa menemukan lokasi rahasia yang berujung pada twist tersebut.

Untungnya, hampir seluruh pertanyaan bisa terjawab dengan logika. Latar belakang karakter Maryam yang ternyata mampu bertahan hidup sekaligus membalas dendam sudah sempat sekelebat diungkapkan di babak pertama cerita. Anggy juga sudah cukup teliti untuk memisahkan aksi-aksi ‘hantu’ Maryam yang tidak masuk akal ke dalam wilayah mimpi. Sehingga tidak perlu lagi kita mempertanyakan bagaimana dia bisa membuat kain selendang warna merahnya memanjang dengan sendirinya misalnya.

Kekuatan terbesar lainnya dari film “Si Manis Jembatan Ancol” ini adalah akting para pemerannya. Hampir semuanya bisa ‘dipercaya’. Tidak ada yang terlihat kaku atau seolah berperan tanpa dibayar. Karakter yang dihadirkan juga benar-benar punya makna dalam cerita. Termasuk karakter penghadir gelak tawa, yang berhasil dengan baik menjadi penyambung cerita di beberapa adegan, bukan sekedar adegan lucu-lucuan tanpa arti belaka.

Kesimpulan

Sebagai sebuah film yang menghadirkan asal mula hadirnya urban legend “Si Manis Jembatan Ancol” perlu dipahami bahwa alur akan berjalan sedikit lamban di paruh awal. Ini untuk menguatkan adanya hubungan ‘cinta segitiga’ antara Roy – Yudha – Maryam. Pun untuk memberi dasar yang kuat atas keputusan yang diambil oleh masing-masing karakter di paruh akhir cerita. Jika kita sebagai penonton bisa menerimanya, maka film “Si Manis Jembatan Ancol” ini bisa menjadi sebuah suguhan yang sangat memuaskan di penutup tahun 2019.

Sangat sangat direkomendasikan untuk ditonton!

Dan JANGAN bawa anak kecil!

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply