Review Film Shazam! (2019)

Iseng buka-buka aplikasi Tix.Id tadi pagi, saya malah jadi tahu kalau film “Shazam!” mulai tayang pada hari Selasa ini, tepatnya pada tanggal 2 April 2019. Saya pikir baru besok atau lusa. Tanpa buang waktu, langsung deh pesen tiket di salah satu bioskop. Biar bisa nonton dan menikmati kejutan-kejutan yang ada (jika memang ada) sebelum gelombang spoiler menyerang, hehehe.

Sinopsis Singkat

Poster film Shazam

Billy Batson adalah remaja berusia 15 tahun yang cuek. Terpisah dari ibunya sejak kecil, ia tumbuh besar sembari terus berusaha mencari ibu kandungnya. Meski berkali-kali dimasukkan ke dalam panti asuhan, berkali-kali pula ia memilih untuk kabur.

Suatu hari, setelah menolong teman sekamarnya di rumah penampungan yatim piatu tempatnya berada saat ini, secara misterius Billy dibawa ke sebuah tempat untuk menemui seorang penyihir bernama Shazam. Penyihir tersebut mencari orang yang tepat untuk mewarisi kekuatannya; orang yang punya jiwa kuat, baik hati, dan pantang menyerah. Ia pun menjatuhkan pilihan pada Billy.

Untuk mentrasfer kekuatannya, Billy diminta untuk memegang tongkat sihir miliknya dan mengucapkan namanya. Sempat ragu, Billy akhirnya melakukan apa yang diminta. Dan mendadak ia berubah sosok dewasa berkostum merah dengan logo petir di dadanya. Sosok yang kita kenal dengan nama Shazam.

SHAZAM! - Official Teaser Trailer [HD]

SHAZAM! - Official Teaser Trailer [HD]

Review Singkat

Film ini berhasil menyajikan sesuatu yang sejak awal dijanjikan: sebuah film superhero dengan balutan drama keluarga. Bahkan porsi aksi laganya mungkin hanya memakan sekitar 30% sampai 40% dari keseluruhan durasi saja. Nuansanya ceria, jauh berbeda dengan yang ditawarkan sebelumnya oleh “Batman vs Superman”, “Justice League”, maupun “Suicide Squad”. Banyak sempalan humor slapstick, bukan one liner seperti ciri khas film adaptasi superhero DC Comics selama ini. Menyenangkan.

Jika teman-teman suka twist atau alur cerita yang tidak terduga, setidaknya ada titik kejutan istimewa di film ini. Saya amat sangat menyarankan untuk menontonnya sebelum review-review bertahta spoiler bermunculan. Percaya deh, twistnya tidak mengecewakan.

Eh, tapi dengan catatan bahwa teman-teman mengikuti atau setidaknya paham tentang karakter Shazam, ya. Faktanya, saat kejutan besar tadi hadir, mayoritas penonton di dalam studio tidak terlalu antusias. Sepertinya karena banyak yang belum kenal seluk beluk karakter yang dulunya bernama Captain Marvel itu.

Secara keseluruhan, cerita yang ditawarkan cukup lumayan sebagai pembuka. Awalnya terasa sedikit membosankan. Namun momen saat Billy menerima kekuatan dari sang penyihir jadi titik baliknya. Beberapa sentilan terhadap karakter Batman dan Superman jadi bumbu adegan yang sukses bikin tersenyum.

Sayangnya, bagi saya tidak ada memorable moment dalam sepanjang film ini. Seru iya, lucu iya, sedih iya, tapi begitu keluar dari bioskop semuanya hilang begitu saja. Momen kejutan di dalam taman hiburan harusnya bisa jadi salah satu adegan kunci yang grade. Nyatanya berlalu tanpa kesan.

Sulit untuk menyalahkan sutradara. Karena memang ini penyakit film superhero yang digarap dengan nuansa ‘ceria’ seperti ini.

Terakhir, untuk efek spesial maupun adegan pertarungan bisa terbilang biasa-biasa saja. Yah, dengan karakter yang sebenarnya masih remaja, sudah tentu ia cuma bisa asal gebak gebuk aja saat berkelahi. Masuk akal sih. Namun di sisi lain bisa jadi poin minus bagi yang punya ekspektasi tinggi terhadap film yang mengusung nama superhero komik.


“Shazam!” adalah film KELUARGA dengan tema superhero yang menyenangkan untuk ditonton. Ceria, lucu, dan menyelipkan pesan moral. Sayangnya, saya pribadi tidak yakin film ini bisa meraih kesuksesan di tangga box office. Bisa tembus $500M (global) saja rasanya kok sudah lumayan bagus…

Bagaimana menurut teman-teman?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: ,

Reply