Review Film Para Betina Pengikut Iblis 2 (2024) | Pulangnya Adik Yang Hilang

“Para Betina Pengikut Iblis 2” adalah sekuel dari “Para Betina Pengikut Iblis” yang ditayangkan tahun lalu.

Saya termasuk penggemar film tersebut. Sampai bisa mengabaikan aspek ngawurnya dalam menghadirkan mesin pendingin di desa yang memiliki latar tanpa listrik.

Baik sutradara, penulis naskah, maupun jajaran pemainnya masih sama. Tinggal berharap tidak ada lagi kejanggalan yang terlalu mencolok seperti prekuelnya.

Lantas seperti apakah ceritanya? Layakkah untuk ditonton?

Simak yuk sinopsis beserta review singkat dari film Para Betina Pengikut Iblis 2 di bawah ini.

Sekilas Tentang

poster film para betina pengikut iblis 2

poster film para betina pengikut iblis 2

Kiai Taqim pernah mendengar tentang kekacauan yang terjadi di desa Potrosaran akibat ulah tiga setan perempuan.

Tanggal Rilis: 28 Maret 2024
Durasi: 1 jam 30 menit
Sutradara: Rako Prijanto
Produser: Agung Haryanto, Mala Shinta
Penulis Naskah: Rako Prijanto, Anggoro Saronto
Produksi: MAX Pictures
Negara: Indonesia
Pemain: Adipati Dolken, Mawar Eva de Jongh, Hanggini, Sara Fajira, Hans de Kraker, Gusti Rayhan, Derry Oktami, Ravil Prasetya, Tomy Babap, Iyang Darmawan

Sinopsis Film / Alur Cerita

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

Seperti pada ending film sebelumnya, Asih (diperankan oleh Sara Fajira) akhirnya bertemu dengan Sari (diperankan oleh Hanggini) dan Sumi (diperankan oleh Mawar Eva de Jongh).

Dalam kilas balik, terungkap bahwa Karto (diperankan oleh Derry Oktami), ayah Sumi, adalah cinta mati Asih.

Sayang dulunya hubungan mereka tidak direstui oleh ibu Karto. Itu pula sebabnya Asih kemudian memilih untuk bersekutu dengan Iblis (diperankan oleh Adipati Dolken).

Konflik kepentingan masing-masing membuat ketiganya memilih untuk tidak akur.

Apalagi Sari berniat untuk balas dendam pada Sumi yang sudah menggunakan daging jasad adiknya, Ningrum, sebagai bahan gulai di warungnya.

Di tengah pertikaian mereka, hadirlah Ahmad (diperankan oleh Gusti Rayhan), adik Sumi yang telah lama hilang.

adik yang hilang akhirnya pulang

adik yang hilang akhirnya pulang

Pasca kabur dari rumah akibat permintaan ibunya, Ahmad rupanya bertemu dengan Kiai Taqim (diperankan oleh Iyang Darmawan) dan menjadi muridnya dalam menjalani ilmu agama.

Mampukah Ahmad dan Kiai Taqim menyelamatkan Sumi dari cengkraman Iblis? Atau malah Sari yang berhasil membalaskan dendamnya pada Sumi?

Ulasan / Review Film Para Betina Pengikut Iblis 2

Film dibuka dengan gabungan cuplikan prekuel serta kilas balik kehidupan Asih. Terutama mengungkap hubungannya dengan Karto.

Meski digarap dengan baik, sayangnya masih agak sulit dan butuh waktu untuk mencerna apa yang disajikan.

Saya yang menonton film pertamanya saja agak kebingungan mengingat-ingat.

Bisa dibayangkan apa yang dipikirkan oleh yang tidak menonton pendahulunya. Kemungkinan besar bakal puyeng dan malas untuk melanjutkan.

Untungnya, setelah tiba di titik pertemuan Asih, Sumi, dan Sari — yang merupakan ending sebelumnya — segala sesuatu bisa dinikmati dengan baik.

Pertunjukan seni peran jajaran pemainnya bisa dibilang semakin all out di sini. Walau mungkin fokus lebih kepada Asih.

Akting Sara Fajira asli patut diberi acungan 2 jempol. Terasa banget kegilaannya.

akting gila sara fajira yang makin menggila

akting gila sara fajira yang makin menggila

Begitu pula Adipati Dolken yang menjadi Iblis. Mendapat porsi tampil yang lebih peran, hasutan demi hasutan yang ia lancar sukses bikin saya percaya, bahwa sebagian ulah jahat manusia memang disebabkan oleh bisikan iblis.

Untuk dialog sebenarnya oke. Seandainya saja kata makian yang diucapkan oleh karakter Asih tidak terlalu over.

Sepertinya penulis bukan orang Jawa. Sehingga tidak tahu bahwa masing-masing orang Jawa biasanya hanya menggunakan satu dua kata makian saja sesuai favorit mereka. Tidak berganti-ganti setiap kali memaki seperti yang dilakukan Asih dalam “Para Betina Pengikut Iblis 2” ini.

Cara menghadirkan karakter Kiai Taqim juga terkesan agak dipaksakan. Terutama saat Ahmad kembali ke kampung halamannya.

Tidak jelas apakah ia memang datang bersama sang kiai. Atau kebetulan saja Kiai Taqim juga tengah berkelana di dekat desa tersebut.

Sama halnya dengan dimasukkannya elemen zombie. Kejutan yang tidak disangka tapi rasanya sedikit merusak konsistensi cerita.

kejutan unsur zombie dalam para betina pengikut iblis 2

kejutan unsur zombie dalam para betina pengikut iblis 2

Tapi untuk elemen horornya top mantap isdebes. Bukan tipe jumpscare makhluk halus, melainkan aksi sadis dan suasana mencekam.

Penutup

“Para Betina Pengikut Iblis 2” merupakan upgrade yang sangat diharapkan dari pendahulunya.

Akting pemain yang sudah sangat oke ternyata masih bisa ditingkatkan lagi.

Naskah memang masih belum sepenuhnya bisa diberi acungan jempol. Tapi setidaknya tidak lagi ada kejanggalan yang bikin geleng-geleng kepala.

Walau harus diakui, kekurangrapian dalam menghadirkan kilas balik di awal berpotensi membuat yang menonton kesal.

Pada saat artikel ini ditulis, film “Para Betina Pengikut Iblis 2” ini bisa ditonton di bioskop-bioskop jaringan XXI dan CGV.

Catatan: review serta rating bersifat subyektif dan berdasarkan preferensi pribadi

review film para betina pengikut iblis 2 2024
Review Para Betina Pengikut Iblis 2 2024
  • Story
  • Acting / Characters
  • Horror / Jump Scare
  • Recommended Watching
4

Summary

Upgrade yang cukup baik dari pendahulunya. Terutama dari segi akting pemain. Karakter baru yang dihadirkan juga tidak keteteran. Meski tidak lagi ada elemen ngawur dalam cerita, namun naskahnya sendiri masih belum benar-benar bisa diberi acungan jempol. Termasuk di antaranya makian berlebihan dari karakter Asih.

Leave a Reply