Review Film Dendam Dari Kuburan (2012)

Nayato Fio cukup produktif di tahun 2012 lalu dengan menghadirkan 9 judul film layar lebar sekaligus. 6 di antaranya bergenre horor. Sebagian dirilis dengan menggunakan nama samarannya yang sudah umum, Koya Pagayo. Bagaimana kualitasnya? Dengan metode kejar syuting yang diterapkan, rasanya sulit mengharapkan sesuatu yang berlebih. Untuk lebih pastinya, simak aja sinopsis dan review singkatnya berikut.

Sinopsis Singkat

poster dendamdarikuburan

Willy, Stephen, dan Pasha mengontrak sebuah rumah dari pak Kardun (diperankan oleh Bolot). Meski merasakan ada keanehan dalam rumah tersebut, namun karena biaya kontraknya murah mereka tetap bertahan di sana. Willy kemudian mengajak kekasihnya, Agnes (diperankan oleh Chika Jessica), untuk mampir ke kontrakan.

Di kampus, Agnes dan Kikan, teman satu kosnya, sempat bertemu dengan Wisnu, mahasiswa baru yang jadi gebetan Agnes. Saat bersalaman, Agnes yang memiliki indera keenam bisa melihat potongan masa lalu Wisnu dimana sekilas terlihat Wisnu tengah membunuh seorang wanita. Karena tidak benar-benar yakin, Kikan menyembunyikan hal tersebut dari Agnes.

Malam harinya, keduanya datang ke kontrakan Willy. Sama halnya dengan yang lain, Agnes dan Kikan lantas mendapat gangguan dari makhluk halus. Wujudnya seragam. Yaitu seorang wanita dan anak perempuannya. Keduanya sama-sama mengenakan baju putih.

Di rumah tersebut, Kikan mendapat penampakan untuk kedua kalinya. Ia jadi yakin bahwa apa yang ia lihat sebelumnya tentang Wisnu adalah benar. Ia pun mengajak yang lain untuk menemui Wisnu dan menanyakan hal tersebut.

Setibanya di tempat Wisnu, tanpa basa basi mereka berlima menyerang Wisnu hingga tak sadarkan diri. Arwah wanita yang dibunuh Wisnu, bernama Puspita, lantas merasuki Kikan dan memberitahu lokasi mayatnya dikuburkan. Mereka pun kemudian menggali kuburan yang dimaksud dan menemukan tulang belulang Puspita di sana.

Tanggal Rilis: 1 November 2012
Durasi: 1 jam 20 menit
Sutradara: Koya Pagayo
Produser: Firman Bintang
Penulis Naskah: Ery Sofid, TB Ule Sulaeman
Produksi: Mitra Pictures, BIC Production
Pemain: Chika Jessica, Natassa Lengkong, Angie Amanda, Reymon Knuliqh, Dion Chow, Munajat Praditya, Yudha Putra, Yafi Tesa Zahara, Shinta Bachir, Bolot

Review Singkat

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

Ada tiga macam film komedi: (a) yang tanpa mencoba melucu sudah terasa lucu; (b) yang mencoba melucu dan terasa lucu; dan (c) yang mencoba melucu tapi tidak lucu. “Dendam Dari Kuburan” termasuk dalam kategori yang terakhir. Banyak celetukan-celetukan yang seharusnya menjadi titik tawa namun gagal total. Alih-alih tersenyum, yang ada justru cringe. Apalagi terlihat sekali ketiga karakter pria pemancing komedi berusaha keras untuk itu. Sama sekali tidak natural jadinya.

Di antara jajaran pemain, hanya dua orang yang menurut saya berperan secara alami. Chika Jessica dan Bolot. Mungkin karena sudah terbiasa melihat keduanya di layar televisi. Nyaris tidak ada perbedaan antara aksi mereka di layar kaca dengan di film ini.

Gagal di komedi, film ini justru agak berhasil di segi horor. Setidaknya untuk urusan variasi jump scare. Beberapa cukup menarik dan menghibur. Seperti saat kuntilanak memegangi tangan Willy dari belakang sehingga ia tidak bisa mengetik di laptop. Atau saat si kunti bergantian menyamar jadi Willy dan temannya. Atau saat si Pasha dijendul setan dari balik tembok. Atau saat si setan membelai rambut Kikan sehingga Pasha yang kebetulan ada di sampingnya ditonjok karena dianggap kurang ajar. Sayangnya, di luar itu banyak formula penampakan yang berulang. Belum ditambah dengan tata suara menggelegar yang mengganggu telinga. Alhasil, kreativitas jump scare yang sebelumnya disuguhkan terlupakan begitu saja oleh rasa bosan.

Untuk twist-nya tidak terlalu spesial. Toh sedari awal juga sudah diberi petunjuk. Hanya terasa terlalu kebetulan bin dipaksakan saja, bisa ngontrak di bekas lokasi pembunuhan dan pelakunya teman sekampus sendiri.

Yang bikin lebih greget, saat Willy dkk menemui Wisnu, dari yang rencananya sekedar mengkonfirmasi, tahu-tahu si Wisnu langsung dipukuli begitu saja. Lah, kok barbar. Udah gitu cerita berhenti begitu saja saat makam korban pembunuhan diketemukan. Gak niat banget bikin film yang proper.

Penutup

Hadir sebagai film bergenre horor komedi, “Dendam Dari Kuburan” gagal memenuhi ekspektasi di kedua unsur tersebut. Komedinya dipaksakan dan terlalu dibuat-buat. Sementara horornya, meski punya beberapa jump scare yang kreatif, memiliki banyak formula yang diulang dan efek suara yang menganggu. Cerita secara keseluruhan bisa dipahami walau bukan berarti bisa dinikmati. 2/10.

Catatan: rating bersifat subyektif dan berdasarkan preferensi pribadi

rf dendamdarikuburan

Leave a Reply