Review Film Cermin Penari Jaipong (2014)

Sutradara Chiska Doppert cukup produktif di tahun 2014 lalu dengan membesut 5 film sekaligus. 3 di antaranya bergenre horor. Itu pun masih bisa lebih karena saya kurang paham apakah film-film tersebut (termasuk “Cermin Penari Jaipong” ini) benar disutradarai oleh Chiska atau Nayato Fio yang menggunakan nama samaran. Tapi mengingat kualitas film dalam portofolio mereka tidak jauh berbeda, tidak penting rasanya mencari tahu siapa sutradara sebenarnya dari film. Langsung aja lanjut simak sinopsis dan review singkatnya di bawah ini.

Sinopsis Singkat

Di bawah ini adalah copas sinopsis resmi yang diedarkan. ABAIKAN SAJA karena ceritanya tidak 100% sesuai. Saya malas menulis ulang sinopsis film ini karena… Scroll dulu deh ke bawah untuk lihat skor ratingnya. Nanti kan jadi paham, hehehe.

Adit dan teman-temannya memasang kamera di tiap-tiap ruangan rumah lama yang jauh dari perkotaan, tidak terurus dan menyeramkan. Adit terlihat sedih ketika melihat foto masa kecilnya bersama Ibunya yang memakai kostum menari jaipong. Adit bercerita bahwa ayahnya tidak suka dengan profesi Ibunya.

Percakapan mereka terhenti karena mendengar teriakan Nissa di ruang makan. Adit, Bima dan Anna berlari ke arah ruang makan. Mereka terkejut karena meja makan dan kursi-kursinya menempel di eternit rumah dengan posisi terbalik. Nissa bercerita awal dia masuk semuanya normal.

Adit juga merasa heran ketika dia memasuki ruang kerja ayahnya. Dia menemukan sebuah cermin besar yang menempel di dinding. Seingatnya tidak pernah ada cermin itu sebelumnya. Dari cermin tampak banyangan hantu perempuan dengan rambut terurai menempel di sana. Hantu perempuan berpakaian penari jaipong. Ada juga suara-suara tangis perempuan tiap malam hari.

Memasuki malam kedua dan ketiga gangguan itu semakin tambah menyeramkan, terlebih lagi ketika mereka melihat hasil rekaman dari kamera-kamera yang mereka pasang. Nissa tidak tahan dan mengajak mereka pulang. Tapi, mereka terkunci di dalam rumah itu dan tidak bisa keluar sama sekali.

Tanggal Rilis: 13 November 2014
Durasi: 1 jam 23 menit
Sutradara: Chiska Doppert
Produser: Rafdy Farizan Bintang
Penulis Naskah: Luna Fathia
Produksi: BIC Pictures
Pemain: Maxime Bouttier, Adzana Bing Slamet, Echa Oemry, Rey Rendi, Senk Lotta, Rini Mentari, Fikri Baladraf, Epy Kusnandar, Marsya Aurelia, Dawan Khai, Hetty Therezia

Review Singkat

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

Seajaib-ajaibnya naskah skenario film horor lokal, saya biasanya masih bisa memahami garis besar jalan ceritanya. Tapi kali ini saya merasa benar-benar bodoh karena gagal paham dengan kisah yang diusung “Cermin Penari Jaipong”. Terlalu banyak keanehan yang sulit dinalar dengan logika. Saking anehnya, sepertinya pihak rumah produksi juga kebingungan menalar. Simak saja sinopsis resmi yang beredar, sama sekali tidak sesuai dengan alur cerita.

Intinya sih ada 3 orang remaja menginap di villa milik keluarga salah satu di antara mereka. Dihantui. Datang 2 orang remaja lain yang biasa berhadapan dengan dunia gaib. Ketahuan ada urusan yang belum selesai antara salah satu anggota keluarga tersebut dengan orang di masa lalu.

Sederhana dan klise sebenarnya. Tapi si penulis naskah dan sutradara bisa dengan jagonya mengolah ide simpel tersebut menjadi sedemikian absurdnya. Tidak lupa ditambahkan lubang-lubang plot yang berlimpah serta pemilihan cast pemain utama yang sepakat untuk kompak tidak berakting secara natural. Saya sampai tidak merasa sudah dilanda kebosanan selama hampir 1.5 jam. Mantap.

Penampakan atau jump scarenya? Biasa saja. Tidak ada yang spesial. Padahal sebulan kemudian, melalui “Rumah Kosong“, sutradara yang sama mampu menghasilkan karya dengan variasi jump scare yang patut diacungi jempol. Perbandingannya dengan yang satu ini bagai langit dan bumi.

Penutup

Stay away from this movie. Seriously. 0/10.

Catatan: rating bersifat subyektif dan berdasarkan preferensi pribadi

Last modified on February 12, 2021 9:43 pm

Share
Cosa Aranda

Cosa Aranda adalah blogger profesional dari kota Surabaya yang sudah berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2005. Sempat beberapa kali menjadi pembicara seminar dan mengadakan workshop pada periode tahun 2007-2010. Saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggeluti hobi dan passionnya di bidang travelling, hiburan, serta permainan arcade. Bisa ditemui di Facebook jika ingin berkenalan.