Review Film Bisikan Iblis (2018)

Perjalanan saya menjelajahi era film horor lokal di tahun 2018 lalu berlanjut. Setelah “Sakral“, kini giliran “Bisikan Iblis” yang disutrarai oleh Hanny R. Saputra. Sekedar mengingatkan, bulan lalu salah satu film garapan doi baru saja tayang. “4 Mantan” judulnya. Sudah pada nonton? Lalu bagaimana dengan “Bisikan Iblis” ini sendiri? Apa kualitasnya tidak jauh berbeda dengan “4 Mantan”? Simak deh yuk sinopsis dan juga review singkatnya di bawah ini.

Sinopsis Singkat

Review Film Bisikan Iblis (2018)

Waktu kecil, Nany (diperankan oleh Amanda Manopo) melihat sendiri bagaimana ibunya, Sophia (diperankan oleh Elsa Diandra), tewas dibunuh oleh sosok serba hitam yang ia sebut sebagai iblis hitam. Sayangnya, tidak ada seorang pun yang mempercayai hal itu. Nany pada akhrnya tumbuh dengan terus menerus dihantui rasa trauma akibat kejadian tersebut. Delapan tahun berlalu, Nany lantas memutuskan untuk bersekolah dan tinggal di asrama yang sama seperti yang dulu dihuni oleh ibunya. Ayahnya, Frans (diperankan oleh Dicky Wahyudi), sempat menolak walau kemudian menyetujuinya. Di asrama Erly, Nany berkenalan dengan Shila (diperankan oleh Rebecca Kopper) dan juga Gie (diperankan oleh Zoe Abbas Jackson). Namun tanpa disangka, sosok iblis hitam mengikutinya. Bahkan satu demi satu teror dan juga kematian terjadi di sekitar Nany. Bersama dengan Gie dan Shila, bertiga mereka mencoba memecahkan misteri tersebut.

Tanggal Rilis: 13 September 2018
Durasi: 87 menit
Sutradara: Hanny R Saputra
Produser: Manoj Punjabi
Penulis Naskah: Farhan Noaru, Sucia Ramadhani
Produksi: MD Pictures, PicHouse Films
Pemain: Amanda Manopo, Raquel Katie Larkin, Elsa Diandra, Rebecca Klopper, Shakira Sheldrick, Andira Hadley, Nicole Parham, Zoe Jackson, Nicola Anstee, Aqueeeni Aziz Djorghi, Ayu Dyah Pasha, Syafirah Haddad, Gilbert Patiruhu, Dicky Wahyudi, Fonny Silvia

Review Singkat

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!!

Usai menonton “Bisikan Iblis”, saya jadi heran kenapa sutradara Hanny R. Saputra bisa menyutradarai “4 Mantan” yang sangat lemah dari segi penjiwaan karakter. Sebaliknya, di film ini nyaris seluruh karakternya terasa pas. Tidak ada akting yang berlebihan maupun kurang maksimal. Tokoh antagonis yang sebenarnya juga dengan baik ditutupi sampai pada saatnya semua potongan misteri terungkap. Formula karakter-terlalu-baik-pasti-jahat memang masih digunakan, tapi kebetulan ada 2 kandidatnya. Antara bu Emil (diperankan oleh Ayu Dyah Pasha dengan baik) dengan ibu penjaga asmara yang saya lupa namanya.

Film ini juga membuktikan bahwa adaptasi novel bisa berjalan dengan baik, asalkan dieksekusi dengan serius. Kisahnya memang diambil dari novel Wattpad “Ghost Dormitory” karya Sucia Ramadhani. Tapi sekilas saya bandingkan malah menurut saya lebih rapi versi adaptasinya.

Alur cerita mudah dicerna. Tidak ada lubang yang menganggu. Ada satu bagian yang awalnya saya su’udzon sebagai kesalahan dialog, ternyata justru merupakan petunjuk dari misteri. Dialog sendiri secara keseluruhan juga nyaman untuk disimak. Walau ada beberapa ketidakkonsistenan dalam penyebutan kata ganti orang.

“Loe ke sana, aku ke depan”, misalnya.

Layaknya film horor lokal di masanya, penampakan hantu masih mengandalkan talent bermake-up seram. CGI pun masih kasar. Kendati demikian, saya suka dengan penggambaran para arwah penasaran para korban iblis hitam yang konsisten. Mata putih dengan mulut dijahit. Itu creepy.

Jump scare cenderung monoton dan tidak menyajikan sesuatu yang spesial. Kecuali pada salah satu adegan di babak pertama, dimana ada hantu yang tiba-tiba hendak menerobos masuk ke dalam kamar Nany. Lumayan ngagetin, hehehe. Di sisi lain, scoringnya layak diapresiasi. Tidak banyak mengandalkan musik bervolume lantang.

Penutup

Jika teman-teman belum menonton film ini dan sempat membaca komentar-komentar yang ada di video trailer film bersangkutan di Youtube, ABAIKAN komentar-komentar tersebut. Tonton film “Bisikan Iblis” dengan membeli DVD orisinilnya (jika ada) atau dengan menonton secara legal di situs-situs penyedia streaming. Gak akan rugi. Kualitas ceritanya bahkan menurut saya masih mampu bersaing dengan judul-judul film horor lokal lainnya di tahun 2019 lalu.

Next nonton film apalagi ya? 😀

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply