Review Film Bangku Kosong (2006)

Saya ingat kalau film “Bangku Kosong” ini sudah pernah ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta. Sempat sekilas melihat walau pada akhirnya tidak dilanjutkan hingga akhir karena tidak mengikuti sedari awal. Film ini sendiri menjadi salah satu dari dua proyek perdana Cathy Sharon, atau lebih dikenal dengan nama VJ Catchy, di dunia film layar lebar pada tahun 2006. Ada pula kehadiran penyanyi Reza Artamevia sebagai cameo di dalamnya. Lalu bagaimana dengan ceritanya? Simak sinopsis dan review singkatnya di bawah ini, ya.

Sinopsis Singkat

Review Film Bangku Kosong (2006)

Tidak tahan lagi dengan ulah murid-murid SMU Permata Putri yang kurang ajar, bu Melisa (diperankan oleh Reza Artamevia) memilih untuk mengundurkan diri. Penggantinya adalah bu Grace (diperankan oleh Cathy Sharon), guru teladan yang terkenal tegas. Nancy (diperankan oleh Tania Harjosubroto), Adela (diperankan oleh Zhi Alatas), dan Destin (diperankan oleh Nadiah Hasan), yang awalnya berkuasa di kelas akibat pengaruh orang tua mereka di yayasan, mulai tidak berkutik di hadapan bu Grace.

Melihat ada bangku kosong di deretan depan, bu Grace meminta Dinda (diperankan oleh Adithya Putri), anak yang biasa di-bully Nancy dkk, untuk pindah ke bangku tersebut. Padahal selama ini bangku tersebut sengaja dibiarkan kosong karena banyak kejadian aneh yang menimpa siapa saja yang mengutak-atik bangku tersebut. Meski Dinda sudah menolak, bu Grace tetap tidak peduli dan memaksanya. Alhasil, sesaat setelah Dinda mendudukinya, ia dan beberapa murid lainnya kesurupan.

Insiden tersebut membuat kepala sekolah bu Janeth (diperankan oleh Bella Esperance Lee) marah. Pun begitu dengan guru-guru lain. Bu Grace tidak bergeming dan menganggap yang terjadi barusan bukanlah sesuatu yang mistis.

Pun begitu, kejadian-kejadian misterius tidak berhenti sampai di situ. Bahkan saat bangku tersebut diganti dengan bangku lain, bu Grace mulai melihat penampakan seorang gadis. Nancy dkk yang sempat mengotori bangku misterius itu juga kemudian diketemukan dalam kondisi tewas.

Belakangan akhirnya terungkap bahwa misteri bangku kosong itu ada hubungannya dengan Radith (diperankan oleh Tities Saputra), kakak Nancy yang jatuh cinta pada Clara (diperankan oleh Adithya Putri). Mila (diperankan oleh Dewi Sahira), sahabat Clara, cemburu pada kedekatan mereka berdua. Puncaknya, Mila membunuh Clara di bangku (yang kini dikosongkan) dan berniat untuk bunuh diri. Di saat itu Radith datang dan memberitahu Mila bahwa Clara tahu perasaan Mila pada Radith sehingga ia tidak pernah menerima cinta Radith.

Sejak kejadian itu, Radith diam-diam membawa mayat Clara dan menyembunyikannya di gudang (?) rumahnya. Ia juga memilih untuk tinggal di sana dan tidak memperbolehkan siapa pun masuk ke dalam.

Setelah bu Grace dan Dinda mengkonfrontasi Radith, esok harinya Radith diketemukan tewas dalam kondisi gantung diri di sekolah. Sejak itu sekolah kembali berjalan normal tanpa ada gangguan-gangguan gaib lainnya.

Tanggal Rilis: 19 Oktober 2006
Durasi: 1 jam 38 menit
Sutradara: Helfy CH Kardit
Produser: Chand Parwez Servia
Penulis Naskah: Helfy CH Kardit, Aris Munandar, Daniel Tito
Produksi: Starvision Plus
Pemain: Adhitya Putri, Cathy Sharon, Bella Esperance Lie, Tities Saputra, Zhi Alatas, Unique Priscilla, Nadiah M. Hassan, Tania Hardjosubroto, Dewi Sahira, Keke Harun, Renny Umari, Reza Artamevia, Nurul Hidayati, Piet Pagau

Review Singkat

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

Ada beda antara orang yang berpikir logis dan tidak percaya mistis dengan orang bodoh. Salah satunya adalah pernah tidaknya orang tersebut melihat bukti yang benar-benar nyata di depan mata kepalanya sendiri. Dan sosok bu guru Grace yang digambarkan di film ini membuat saya menggolongkannya ke dalam kategori kedua. Betapa tidak. Sudah jelas-jelas ada bangku sekolah yang melayang di HADAPANNYA, masih saja ia tidak percaya adanya mitos mengenai bangku tersebut. Apa dia pikir angin beliung bisa masuk ke dalam kelas, gitu?

Dengan kebodohan di atas yang disuguhkan di awal, jujur susah bagi saya untuk dapat menikmati cerita film “Bangku Kosong” ini secara keseluruhan. Ceritanya memang tidak buruk. Meski sosok antagonis / yang berhubungan dengan misteri bisa ditebak, jawaban misterinya sendiri tertutupi hingga momen pengungkapan masa lalu. Kasus bully-ing yang dialami karakter utama juga sukses mengaburkan apa yang sebenarnya terjadi pada sosok Clara. Tapi ya itu. Adegan demi adegan yang hadir terasa tidak lagi make sense.

Yang turut berkontribusi terhadap rasa bosan adalah sebagian pemeran yang aktingnya terlihat terlalu berlebihan. Capek loh mendengar dialog yang acap berisi teriakan-teriakan pemainnya. Atau menyaksikan ekspresi-ekspresi wajah yang terlalu diserem-seremin. Apalagi dasar cerita yang disajikan tidak benar-benar baru.

Di sisi lain, unsur horornya lumayan menghibur. Penampakannya tidak berlebihan. Yang dihantui pun sesuai cerita, tidak melebar kemana-mana. Sayang tata suara yang lebay masih jadi idola sutradara untuk menambah efek jump scare.

Penutup

Film ini tidak buruk, hanya saja punya lubang fatal di babak awal yang membuat pengalaman menonton secara keseluruhan menjadi tidak terasa menyenangkan bagi saya. Akting beberapa pemain terasa agak berlebihan. Untungnya, diimbangi dengan elemen horor yang tidak berlebihan dan sesuai alur. Could be better. 4/10.

Catatan: rating bersifat subyektif dan berdasarkan preferensi pribadi

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply