Review Film Arwah Tumbal Nyai: Part Arwah (2018)

Akhirnya dapat kesempatan juga untuk menonton film pembuka dari trilogi Arwah Tumbal Nyai-nya RA Pictures. Sebetulnya antara antusias dan malas untuk menontonnya, mengingat tidak ada satu pun review di internet yang memujinya. Kebanyakan sebaliknya, menghujat dan menginjaknya habis-habisan, hehehe. So, well, apakah memang separah itu filmnya? Atau hanya bagian dari ke-lebay-an warga +62 saja? Simak yuk sinopsis dan review singkatnya di bawah ini.

Sinopsis Singkat

Review Film Arwah Tumbal Nyai: Part Arwah (2018)

Sebagai anak dari seorang penari jaipong, Syurkiani (diperankan oleh Zaskia Gotik) ingin sekali mengikuti jejak ibunya. Anehnya, keinginannya itu ditentang kuat oleh neneknya, Lela (diperankan oleh Minati Atmanagara). Syurkiani pun lantas diam-diam menemui mantan penari jaipong yang bernama Nyi Imas (diperankan oleh Dewi Gita) untuk mengajarinya menari. Sebagai syarat, Nyi Imas meminta Syurkiani untuk memukul kendang misteri sebanyak tiga ketukan. Bukannya mengikuti arahan Nyi Imas, Syurkiani justru memukulnya sebanyak empat kali. Sejak itu, kejadian aneh dan teror dari makhluk gaib dialami tanpa henti oleh Syurkiani. Neneknya pun turut meninggal secara misterius. Bersama pacarnya, Shakti (diperankan oleh Shakti Arora), Syurkiani berusaha untuk melepaskan diri dari segala teror yang ia alami sekaligus mencari apa sebenarnya yang menyebabkan semua itu terjadi.

Tanggal Rilis: 27 September 2018
Durasi: 104 menit
Sutradara: Arie Azis
Produser: Raffi Ahmad
Penulis Naskah: Aviv Elham
Produksi: RA Pictures
Pemain: Zaskia Gotik, Shakti Arora, Lia Waode, Minati Atmanegara, Ingrid Widjanarko, Meike Rose, Dewi Gita, Otig Pakis, Egy Fedly, Piet Pagau, Masayu Anastasia, Nella Anne, Riza Rahayu Efendi, Sophie Damayanti, Silvia Gosari, Dewi Perssik, Ayu Ting Ting

Review Singkat

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

Sebelum menonton film ini saya sempat menonton “Roy Kiyoshi: The Untold Story” (reviewnya menyusul minggu depan). Keduanya ternyata punya persamaan… Sama-sama membosankan untuk ditonton. Bedanya, saya masih bisa memahami cerita dedek Roy. Sedikit banyak masih bisa membayangkan bagaimana perasannya bila berada di posisi Roy dalam film tersebut.

Tidak dengan apa yang dialami oleh Syurkiani. Dari namanya yang ribet disebut maupun dieja aja sudah bikin males. Sepanjang film, saya tidak bisa merasakan sedikit pun simpati terhadap apa yang ia alami. Akting yang tidak believable serta naskah skenario yang memang pada dasarnya tidak berkualitas. Belum ditambah dengan pengambilan gambar yang hanya sekelas sinetron lokal.

Bahkan aktris senior sekelas Minati Atmanegara dan Ingrid Widjanarko terlihat jeblok banget di sini. Seharusnya beliau-beliau ini menolak untuk bermain di dalamnya. Eman-eman dengan nama baik mereka berdua.

Entah penulis, entah sutradara, Arwah Tumbal Nyai: Part Arwah” ini seperti digarap oleh orang-orang yang sama sekali tidak berpengalaman menangani film horor. Bahkan cenderung tidak pernah melihat film horor sebelumnya. Penampakan jump scare bayangan hantu dalam cermin yang berulang, aksi paranormal yang sama sekali clueless, hingga reaksi para karakter terhadap penampakan hantu yang, yah, tidak meyakinkan.

Satu contoh sederhana.

Saat karakter Syurkiani hendak tidur di kamar dan bel yang tergantung di pintu kamarnya berbunyi beberapa kali dengan sendiri hingga akhirnya terjatuh, reaksinya, selain kaget dan ketakutan, adalah menggantung kembali bel tersebut di pintu. Saya yakin seyakin-yakinnya siapa saja yang mengalami itu akan lebih memilih untuk membiarkan bel tersebut di lantai atau menyimpannya di tempat lain.

Intinya satu. Dengan budget yang *katanya* berlebih-lebih, film ini justru kurang segala-galanya. Saya sangat bersyukur ketika filmnya akhirnya usai karena tidak lagi merasa tersiksa melihatnya. Tapi demi apa, pada credit scene terselip penampilan ekstra dari Ayu Ting Ting — yang akan menjadi bintang utama bagian kedua dari Arwah Tumbal Nyai, part Nyai — yang belum apa-apa sudah bikin saya malas menonton…

Penutup

Saya paham visi Raffi Ahmad selaku produser dan pemilik RA Pictures. Ia ingin membuat film horor yang bisa ditonton semua kalangan serta bisa tayang di layar kaca dengan bagian yang terpotong sensor sesedikit mungkin. Tapi bukan berarti kualitasnya harus mengikuti kualitas tayangan TV seperti ini, kan?

Jika teman-teman tidak sempat menonton “Arwah Tumbal Nyai: Part Arwah” saat dulu hadir di bioskop, bersyukurlah. Sekarang juga tidak usah buang-buang kuota untuk streaming judul ini di Hooq. Diblok aja kalau bisa.

P.S.: Doakan saya kuat untuk menonton part keduanya, ges.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply