Review Film #Alive (2020)

Usai menonton “The Call” beberapa hari lalu, kebetulan thumbnail film yang satu ini nongol di beranda Netflix saya. Berhubung emang dasarnya fans cerita bertema zombie garis keras, sudah pasti deh, gak pakai lama, langsung sekaligus maraton nonton film Korea “#Alive”. Dan hasilnya? Gak kalah kerennya ternyata dengan “The Call”. Untuk lebih jelasnya, simak deh sinopsis dan review singkatnya di bawah. Cekidot!

Sinopsis Singkat

Oh Joon-woo adalah seorang gamer yang acap menayangkan video streaming dari balik kamarnya. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya dan juga saudarinya. Suatu hari, saat sedang berada sendirian di apartemen, virus zombie merebak dengan cepat ke seluruh penjuru kota. Joon-woo pun terpaksa harus sendirian bertahan hidup dengan tekad berkumpul kembali dengan keluarganya.

Hingga suatu ketika, ia mengetahui bahwa seluruh anggota keluarganya telah turut menjadi korban para zombie. Merasa tidak lagi punya harapan hidup, Joon-woo memutuskan untuk bunuh diri. Di tengah aksinya, seorang wanita bernama Kim Yoo-bin yang tinggal di apartemen seberang kamarnya memberi kode. Begitu tahu masih ada orang lain yang selamat, Joon-woo membatalkan niatnya. Bahu membahu, Joon-woo bersama Yoo-bin berusaha untuk tetap hidup.

Tanggal Rilis: 24 Juni 2020
Durasi: 99 menit
Sutradara: Cho Il-hyung
Produser: Eugene Lee, Saemi Kim, Saerom Kim
Penulis Naskah: Cho Il-hyung, Matt Naylor
Produksi: ZIP Cinema, Perspective Pictures
Pemain: Yoo Ah-in, Park Shin-hye, Lee Hyun-wook, Oh Hye-won, Jeon Bae-soo, Lee Chae-kyung

Review Singkat

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

“#Alive” menghadirkan sesuatu di film bertema zombie yang belum pernah saya temukan sebelumnya: romantisme tanpa banyak bacot. Rasa khawatir di saat satu sama lain berada dalam bahaya antara karakter Oh Joon-woo dan Kim Yoo-bin terpancar jelas di mata mereka. Wajar memang jika kualitas akting keduanya bukan kaleng-kaleng. Nyatanya, baik Yoo Ah-in maupun Park Shin-hye, sang duo pemeran utama, sudah banyak makan asam garam di dunia perfilman Korea Selatan.

Untungnya, akting yang mumpuni ditopang tegas oleh naskah skenario yang berkualitas. Premisnya memang mainstream. Tentang dunia yang tiba-tiba diserang virus misterius yang mengubah orang-orang terinfeksi menjadi sosok yang agresif dan punya insting kanibal. Alias zombie. Dan sepertinya, karena sudah paham tidak ada yang baru di dalamnya, “#Alive” tidak banyak basa basi sejak awal. Hanya dalam hitungan menit, kehidupan Joon-woo yang adem ayem langsung berubah 180 derajat.

Bagi saya hal ini sangat patut diapresiasi. Toh tidak sedikit film jaman sekarang yang walau mengangkat tema usang dan premis pasaran namun masih tetap pede bertele-tele. Tidak peduli penonton bisa jadi sudah jengah.

Poin plus lainnya adalah alur cerita yang fokus pada tema utama. Yaitu tentang keinginan sang karakter utama untuk tetap bertahan hidup apapun yang terjadi. Tenang saja, aksi versus para zombie tetap ada. Dengan porsi yang menurut saya tepat dan tidak berlebih. Penampakannya pun cukup meyakinkan. Bikin merinding sekaligus dag dig dug.

Kalau ada yang harus dikritik mungkin pada adegan-adegan tertentu dimana Joon-woo dan Yoo-bin berhadapan langsung dengan para zombie. Keduanya seolah auto berubah menjadi karakter yang berbeda. Kegesitan bertambah dua hingga tiga kali lipat. Atau mungkin itu pengaruh adrenalin yang membuncah.

Penutup

Meski sudah rilis sejak bulan Juni lalu, saya tidak menyesal baru menonton sekarang. Saya mungkin akan jauh lebih menyesal kalau tidak menontonnya sama sekali. Film “#Alive” dengan baik memadukan unsur aksi dan psikologi ke dalam kisah bertemakan horor zombie. Bumbu romantis yang disampaikan secara implisit pun bisa diterima dengan jelas. Jelas recommended bagi pecinta genre tersebut. 8/10.

Catatan: rating bersifat subyektif dan berdasarkan preferensi pribadi

rf alive

Leave a Reply