Review Film Aku Tahu Kapan Kamu Mati (2020)

“Aku Tahu Kapan Kamu Mati” (ATKKM) adalah film horor lokal pertama yang tayang di bulan Maret 2020. Seperti sudah saya sampaikan di artikel jadwal rilis, terus terang tidak terlalu berharap banyak dengan film ini. Penyebabnya adalah nama penulis skenario yang acap meninggalkan lobang dalam cerita. Untunglah ada promo cashback Rp 15.000,- dari Go Pay, yang bikin agak semangat. Setidaknya tidak terlalu nyesel apabila filmnya nanti di bawah standar, hehehe.

Oh ya, saya juga mendapat pin ATKKM saat membeli tiket di counter. Penampakannya seperti di bawah ini.

Sobekan tiket dan pin Aku Tahu Kapan Kamu Mati

Sinopsis Singkat

Review Film Aku Tahu Kapan Kamu Mati (2020)

Siena (diperankan oleh Natasha Wilona) hidup kembali setelah sempat mengalami mati suri. Namun sejak itu, ia mulai bisa melihat hantu. Yang lebih mengejutkan lagi, penampakan yang ia saksikan selalu disusul dengan kematian orang yang berada di dekat hantu tersebut. Sayangnya, Flo (diperankan oleh Ria Ricis), Neni (diperankan oleh Fitria Rasyidi), dan Vina (diperankan oleh Ryma Gembala), sahabat Siena satu kamar asrama, tidak ada yang mempercayainya. Hingga akhirnya Siena melihat ada hantu yang mengikuti Brama (diperankan oleh Al Ghazali), orang yang ia suka.

Tanggal Rilis: 5 Maret 2020
Durasi: 92 menit
Sutradara: Hadrah Daeng Ratu
Produser: Oswin Bonifanz
Penulis Naskah: Aviv Elham, Arumi E
Produksi: Unlimited Production, Maxima Pictures
Pemain: Natasha Wilona, Ria Ricis, Al Ghazali, Fitria Rasyidi, Ryma Karimah, Sonia Alexa, Asri Welas, Cathrine Wilson, Opie Kumis, Adinda Halona, Elizabeth Christine, Daus Separo, Rita Nurmaliza, Anastasia Adamova

Review Singkat

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

Entah saya yang kurang teliti dengan trailernya atau konten trailernya yang sengaja menjebak. ATKKM bukanlah film horor murni, melainkan lebih cocok jika masuk dalam kategori drama komedi persahabatan remaja yang diberi bumbu horor dan percintaan. Karena hanya sebagai bumbu pemanis, jump scarenya pun hanya ala kadarnya. Sekedar mengandalkan stunt hantu dengan make up seram belaka.

Di sisi lain, sebagai sebuah drama remaja, secara keseluruhan film ini sangat menghibur. Bahkan bagi yang bukan fans dari Ria Ricis sekalipun seperti saya. Memang masih ada yang terasa lebay, tapi yah itu tadi, overall menyenangkan untuk ditonton. Titik tawanya bervariasi. Mulai dari slapstick, plesetan kata, hingga yang out of the box seperti saat karakter Vina sembunyi dari bu guru Viona di atap sekolah.

Cerita terbilang sederhana dan mudah dicerna. Tidak berbelit maupun bikin bertanya-tanya. Tinggal ditonton dan dinikmati saja. Pasangan kekasih yang duduk di samping saya saja malah lebih sibuk membahas wajah Ricis yang terlihat kurang tidur ketimbang ngobrolin ceritanya.

Untuk karakter dan akting menurut saya pribadi tidak ada yang perlu dikomentari. Tidak ada yang patut dicela, tidak ada pula yang pantas diberi acungan jempol. Standar lah kalau boleh dibilang. Saya malah berharap Oppie Kumis dan Daus Separo diberi porsi adegan lebih.

Yang agak menganggu adalah pengambilan gambarnya. Pada beberapa bagian terlihat kamera bergoyang alias tidak stabil. Semestinya bukan sesuatu yang disengaja karena gerakannya tidak terlalu ekstrim. Mungkin PH yang bersangkutan bisa menginvestasikan sedikit keuntungan dari ATKKM ini untuk membeli perangkat shooting yang lebih baik lagi.

Penutup

Di luar dugaan, film “Aku Tahu Kapan Kamu Mati” ini bisa dikatakan cukup menghibur. Sayangnya, saya tidak bisa memberi penilaian tinggi mengingat elemen horor di film ini terasa sebagai bumbu belaka. Sebaliknya, elemen drama percintaan dan persahabatan remaja terasa jauh lebih kental. Dengan demikian, bagi teman-teman yang hendak menonton, saya sarankan untuk mengubah ekspektasi dari yang hendak menikmati kengerian ditakut-takuti jump scare dengan tontonan ala remaja yang kocak sekaligus mengharubirukan.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: ,

Reply