Tentang Manga Let’s Lagoon (Kodansha, 2007)

“Let’s Lagoon” adalah manga karangan Takeshi Okazaki yang hadir di majalah bulanan “Young Magazine” sejak edisi bulan Oktober 2007 silam. Karena faktor kesehatan, Takeshi baru bisa menyelesaikan manga ini 11 tahun kemudian, tepatnya di bulan November 2018. Secara keseluruhan kisahnya terdiri atas 66 chapter. Sementara versi bukunya yang terdiri dari 6 volume diterbitkan oleh Kodansha.

Sama halnya dengan “The Drifting Classroom” yang beberapa hari lalu dibahas, “Let’s Lagoon” juga berkisah tentang time slip. Alis tentang seseorang yang menembus dimensi waktu dan berpindah ke masa lalu / masa depan. Untuk kasus manga ini, yang terjadi adalah keduanya.

Sebelum dilanjut, kita simak dulu sinopsisnya ya.

Sinopsis Singkat

Cover manga Lets Lagoon Volume 1

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!

Sōta Yamada tersadar di sebuah pulau yang tidak berpenghuni. Yang terakhir ia ingat adalah ia sedang pergi study tour bersama teman-teman satu sekolah dengan naik kapal ferry. Kepribadiannya yang pantang menyerah dan selalu berpikir positif membuat Yamada sama sekali tidak kesulitan bertahan hidup sendirian di pulau tersebut.

Beberapa hari kemudian muncul sosok Chika Imaise, teman sekelasnya. Beberapa hari bersama membuat Yamada mulai jatuh hati pada Chika. Namun ia menahan diri untuk menyatakan cintanya karena tidak ingin Chika terpaksa untuk menerima, mengingat mereka hanya berdua saja di sana.

Satu orang lagi hadir. Ia adalah Profesor Shibata, guru sekolah mereka, sekaligus kekasih Miki Imaise, kakak Chika. Chika sendiri terlihat tidak begitu menyukainya.

Suatu ketika, kabut datang menyelimuti pulau dan Yamada, yang terjebak kabut, tiba-tiba menghilang. Ia muncul kembali di dekat ferry yang ia tumpangi sebelumnya. Orang-orang mengatakan bahwa ia dan Chika terjatuh dari kapal, namun hanya dirinya sajalah yang bisa diselamatkan. Dan meski sudah 10 hari berada di pulau, orang-orang tersebut menyatakan bahwa Yamada mereka selamatkan dalam hitungan menit saja setelah terjatuh.

Berbagai petunjuk yang ada membuat Yamada tetap yakin bahwa apa yang ia alami di pulau tak berpenghuni adalah nyata. Bukan mimpi. Ia pun akhirnya menyadari bahwa yang terjadi adalah time slip atau perpindahan seseorang atau sesuatu dengan menembus dimensi waktu. Pemicunya adalah kabut, karena Yamada juga ingat bahwa sebelum terjatuh ada kabut yang menyelimuti kapal.

Bersama dengan Miki yang hendak menemui Shibata, Yamada naik ke kapal memorial yang kebetulan menempuh rute sama dengan kapal study tour sebelumnya. Saat kabut datang, ia dan Miki melompat keluar dari kapal dan menembus kabut tersebut. Sesuai dugaan, mereka berdua tahu-tahu sudah berada kembali di pulau sebelumnya.

Tidak itu saja. Satu orang lagi ternyata ikut terjatuh ke kabut dan ‘terlempar’ ke pulau dengan mereka. Ia adalah Nori Kamiyama, sahabat karib Chika yang sudah sejak lama naksir berat dengan Yamada.

Review Singkat

Cerita tentang time slip mungkin bukan sesuatu yang baru. Tapi di sini Takeshi cukup cerdas dengan menambahkan sedikit twist. Kabut yang muncul ternyata ada lebih dari satu, dan masing-masing punya ‘lorong waktu’ yang berbeda. Bahkan ada satu yang berujung ke masa depan.

Bagi yang tidak suka sains tidak perlu khawatir. Tidak seperti “Dr. Stone”, unsur ilmiah di manga “Let’s Lagoon” ini tidak terlalu dominan kok. Justru elemen asmaranya yang menurut saya lebih terasa. Apalagi saat Yamada dari masa depan hadir.

Secara keseluruhan kisahnya sedikit mengingatkan saya pada “Cage of Eden”. Sama-sama tentang pelajar yang bepergian untuk keperluan study tour, sama-sama ada sepasang karakter yang jatuh cinta, dan sama-sama terlempar ke waktu yang berbeda. Bedanya, manga “Cage of Eden” lebih fokus pada urusan bertahan hidup, sehingga hubungan asmara yang ada benar-benar sekedar tempelan belaka.

Beberapa adegan dalam “Let’s Lagoon” sebenarnya mengandung unsur ecchi (buka-bukaan). Tapi sekali lagi, Takeshi bisa menyelipkannya dengan cerdas sehingga mengalir begitu saja dengan cerita tanpa terkesan seperti sedang men-servis pembaca.

Ngomong-ngomong, twist akhir tentang kebenaran di balik keberadaan pulau buat saya benar-benar menarik. Benar-benar gak nyangka. Kirain pulau biasa, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: ,

Reply