Tentang Manga Kyochuu Rettou (2014)

Sejak chapter pertamanya hadir di bulan Oktober 2014 lalu, popularitas manga “Kyochuu Rettou” (巨蟲列島) a.k.a “The Island of Giant Insects” a.k.a “Giant Bug Archipelago” memang terus menanjak. Apalagi manga survival bergenre horror fantasy besutan Yasutaka Fujimi ini dalam waktu dekat akan diadaptasi dalam format anime. Belum diketahui pasti apakah akan hadir dalam bentuk serial TV atau OVA (Original Video Animation). Statusnya untuk saat ini masih ongoing, dengan total 43 chapter (6 volume) yang sudah bisa dinikmati. Ceritanya sih sudah terlihat mendekati ending, tapi gak tau lagi kalau ternyata ada twist dari si pengarang.

Sinopsis Singkat

Cover manga Kyochuu Rettou volume 1

Dalam sebuah perjalanan sekolah, pesawat yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan terjatuh di sebuah pulau yang kelihatannya sudah ditinggalkan penghuni. Oribe Mutsumi, si tokoh utama, bersama rekan-rekannya yang selamat lantas menemukan fakta bahwa terdapat berbagai macam serangga dengan ukuran abnormal di pulau tersebut. Yang merepotkan, serangga-serangga tersebut bersifat aktif untuk memangsa manusia. Selain untuk dimakan, juga untuk dijadikan inang atau tempat meletakkan telur / larva mereka.

Dengan pengetahuan Mutsumu tentang serangga yang ternyata cukup luas, mereka pun berusaha untuk tetap bertahan hidup sekaligus mencari cara untuk meninggalkan pulau tersebut.

Review Singkat

Dari sekian banyak manga berjenis survival yang sudah saya baca dalam 2 bulan terakhir ini, akhirnya ada juga yang nyaris mirip dengan favorit saya, “Cage of Eden“. Tragedi perjalanan sekolah, musuh berukuran besar (serangga versus binatang), tokoh utama yang (kelihatannya) murid biasa, tubuh karakter wanita yang semuanya seksi, sampai ke adegan buka-bukaan yang lebai.

Bedanya, “Kyochuu Rettou” memberikan level intens yang lebih tinggi ketimbang “Cage of Eden”. Sebut saja adegan kematian yang lebih sadis (walau terkadang menjurus ke adegan mesum yang tidak masuk akal) serta ancaman serangga yang tidak kunjung henti. Untungnya belakangan terkuak penjelasan logis di balik gelombang serangan serangga yang awalnya terlihat seperti sedang kejar tayang itu.

Ada beberapa adegan vulgar dengan full nudity di manga ini. Jelas bukan untuk konsumsi anak di bawah umur. Tidak hanya sex scene biasa, adegan pemerkosaan dan hubungan sejenis (LGBT) pun ada. Saya sebenarnya juga bukan penggemar fan service semacam ini. Tapi harus diakui bahwa Yasutaka Fujimi mampu membalutnya ke dalam cerita dengan baik, sehingga semua itu memang terlihat sebagai bagian dari alur cerita.

Berbagai jenis kepribadian karakter menjadi satu di manga ini. Ada yang terlalu pede dengan pengetahuannya, ada yang tetap tenang meski dalam bahaya, ada yang benci sampai gelap mata, ada yang menghalalkan segala cara untuk bertahan hidup, ada yang sok jagoan padahal cemen, sampai ada yang sok lugu dan anti melanggar peraturan. Kendati demikian, dibandingkan dengan manga sejenis, sebagian besar karakter di sini cenderung gampang panik dan mementingkan diri sendiri. Nyebelin sih, tapi justru lebih realistis kalau menurut saya pribadi. Bagaimanapun yang namanya remaja pasti emosinya masih labil.

Salah satu yang saya suka adalah karakter utama yang tetap bercela. Kesadarannya akan pengetahuannya tentang serangga membuatnya sering takabur. Pede bahwa situasi aman terkendali, namun nyatanya tidak. Sekali dua kali mungkin masih bisa dimaaafkan. Masalahnya hal tersebut ia lakukan berulang kali. Jadi bisa dipahami ketika ujung-ujungnya ada karakter-karakter lain yang tidak menyukainya dan menuduhnya menyeret mereka dalam kematian.

Untuk artwork lumayan keren. Detil penggambaran serangganya bisa diacungi jempol. Jauh lebih baik jika dibandingkan dengan “King of Thorn“, yang bagi saya keteteran di saat menyajikan obyek-obyek berukuran besar dalam satu frame.


Banyak yang menjadikan “Cage of Eden” sebagai patokan dalam urusan manga bertemakan survival. Jika teman-teman termasuk di antaranya, dari segi cerita saya bisa amini bahwa “Kyochuu Rettou” tidak kalah serunya. Ceritanya menegangkan dengan tingkah polah karakter-karakter yang sebagian besar bikin geregetan. Cuma jangan lupa, manga ini penuh dengan explicit sex scene alias adegan buka-bukaan vulgar, yang tidak semua orang suka.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply